Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia ini membahas seputar spesifikasi teknis bhn kimia media resin yg biasa
digunakan untuk ion exchanger pada proses water desalinasi. Apakah ada cara2
recovery setelah resin tsb sdh mencapai titik jenuh ? Selain itu kemampuan removalnya
sampai berapa persen dan brp lama ? Apakah sdh ada company yg menggunakan proses water desalinasi dgn ion exchanger
pd offshore site selain yg biasanya menggunakan RO, membran filter dll?
Pertanyaan : (Alim)

Saya perlu informasi mengenai spesifikasi teknis bhn kimia media resin yg biasa
digunakan untuk ion exchanger pada proses water desalinasi. apakah ada cara2
recovery setelah resin tsb sdh mencapai titik jenuh ? Selain itu kemampuan removalnya
sampai berapa persen & brp lama ? Dgn salinitas antara 500 – 2000 ppm.

Apakah sdh ada company yg menggunakan proses water desalinasi dgn ion exchanger
pd offshore site selain yg biasanya menggunakan RO, membran filter dll?

Tanggapan 1 : (Ardian Nengkoda – Unocal)

Pak Alim,
Resin penukar ion dapat didefinisi sebagai senyawa hidrokarbon terpolimerisasi,
yang mengandung ikatan hubung silang (crosslinking) serta gugusan-gugusan fungsional
yang mempunyai ion-ion yang dapat dipertukarkan.

Sebagai zat penukar ion, dalam proses desalinasi, resin mempunyai kemampuan
menggelembung (swelling), kapasitas penukaran dan selektivitas penukaran.

Penggunaan lainnya juga untuk menghilangkan ion-ion pengganggu, memperbesar
konsentrasi jumlah ion-ion renik, proses deionisasi air atau demineralisasi
air, memisahkan ion-ion logam dalam campuran dengan kromatografi penukar ion.

Setahu saya Kemampuan removal nya tdk sampai 100% karena keterbatasan kapasitas
penukaran (80-90% saja). Tempat saya make membrane filter, tetap saja kalo mandi
dgn sabun terasa licin (masih ada kandungan salt-nya), dan supply drinking water
pun make aqua galon.

Yup, betul Pak, resin bisa di regenerasi (recovery), misalnya dgn cara:
penambahan HCL (atau H2SO4) dan Sodium Hydroxide kadang disertai pemanasan (heating)
100 °C. Penambahan strong H+, diharapkan mampu mengembalikan energi penukaran.
Namun demikian resin mempunyai umur (karena mengalami depreciation).

Tanggapan 2 : (Achmad Dahlan)

Pak Aliem,
Sepengetahaun saya penggunaan Ion exchanger untuk proses desalination (from
Sea Water) sangat kurang ekonomis jika dibandingkan dengan penggunaan Revers
osmosis membrane. Untuk keperluan jumlah kecil misalnya skala Laboratorium mungkin
masih memungkinkan karena biaya pembelian resin jauh lebih murah dari satu tube
RO membrane.

Ion exchanger resin akan cepat jenuh dan mungkin harus segera diregenerasi
dengan cepat. Bisa-bisa seharian kita melakukan regenerasi terus….,

Seebnarnya semua itu tergantung kebutuhannya.
Misalnya konsumsi bapak hanya berkisar 1 – 10 liter/hari ya lebih baik menggunakan
Ion exchanger resin. Namun bapak juga harus mempertimbangkan misalnya untuk
penggunaan High Pressure boiler maka sebaiknya regenerasinya
jangan pernah pakai H2SO4 karena sampai ada sisa SO4(2-) akan segera berikatan
dengan Ca(2+) dan membentuk senyawa yang keras pada Tube boiler.

Alangkah baiknya bapak mengunjungi Website-website mereka; misalnya Hydronautic,
Dewplant, RhoomHass, dan lain-lain.

Disitu juga banyak dibahas tentang teknology pengolahan Air yang lainnya seperti
Electrodialisys Cell (E_Cell) dll.