Apa perbedaan antara PSV (pressure safety valve) dan PRV (pressure relief valve? Terus batasan PSV yang harus disertifikasi migas seperti apa ? Pressurenya, diameter pipanya, apakah yg connect di tubing hrs di sertifikasi juga?
Pertanyaan : (Imam Dermawan)

Saya ingin bertanya bedanya : PSV (pressure safety valve) dan PRV (Pressure relief valve)

Sbgmn kita ketahui untuk PSV hrs disertifikasi MIGAS, 3 tahun sekali, sedangkan PRV tdk perlu. Saya ingin mengetahui cara membedakan keduanya ?

Terus batasan PSV yg harus disertifikasi migas seperti apa ? Pressurenya, diameter pipanya, apakah yg connect di tubing ¼ " hrs di sertifikasi juga?


Tanggapan 1 :
(Arief Rahman T)

Saya excerp dari API-RP 520 4th edition (page-1) :

1.2.1.2 Pressure relief valve : A pressure relief valve (Selanjutnya saya singkat "PRV" – ART) designed to open and relieve excess pressure and to reclose and prevent the further flow of fluid after normal conditions have been restored.

a. A relief valve is a spring loaded PRV actuated by static pressure upstream of the valve. The valve opens normally IN PROPORTION to the pressure increase over the opening pressure. A relief valve …………….
b. A safety Valve is a spring loaded pressure relief valve actuated by static pressure upstream of the valve and characterized by RAPID OPENING or POP ACTION.
A safety valve ……………….

Dari definisi tersebut mudah-mudahan lebih memperjelas bahwa relief and safety valve adalah part of Pressure Relief Valve (PRV). Ada baiknya follow standard dalam per-istilahan (terminology) biar tidak bikin bingung.

Mestinya kedua-duanya harus di sertifikat oleh Migas.
Mohon diberitahu diperaturan Migas yang mana yang mengatakan PRV (Maksudnya Relief valve ???) tidak perlu disertifikat ??

Semoga membantu.

Tanggapan 2 : (Darmawan Ahmad Mukharror)

Pak Imam,
Mas Arief mengacu pada API 520/1 dan itu benar adanya. Sepanjang pengetahuan saya selama bekerja disini istilah PSV adalah istilah "populer". yang jelas CCPS, yang jagoan nya bikin guidelines pun jarang sekali menyebutkan tentang PSV ini.
Kebanyakan artikel juga setali tiga uang, sangat jarang yang menyebut kata PSV instead of PRV.
Istilah PSV sebaliknya sangat populer di kalangan operator di plant. Jadi menurut saya ini hanya masalah penyebutan saja.

Saya setuju dengan Mas Arief, sebaiknya sebutkan saja pasal mana pada aturan Migas Certification yang menyebutkan hal ini, biar jelas clear dan tidak ngalor ngidul sebagaiman topik lain pada OOT yang ngga jelas juntrungannya. Jika memang
aturan MIgas Certification yang "sumir" maka kewajiban kita semua memberi masukan pada mereka bagaimana yang seharusnya.

Tanggapan 3 : (Imam Dermawan)

Berarti PRV terdiri 2 bagian :
1. relief valve
2. safety valve
Apakah mungkin yg no.2 ada tujuan safetynya sdgkn no.1 tdk ada tujuan safetynya ??? saya kurang tahu

Ttg peraturan , saya juga sedang mencari ,mgkn di milist ada yg mempunyai mohon sharingnya ?

Kalo pengalaman yg saya lakukan :
pada saat PSV test (pop test & leak test) ada surveyor (indospec) dan perwakilan dari BP Migas untuk witness- kemudian psvnya di segel dan dibuat sertifikatnya. Setiap 3 tahun sekali di test .

Tanggapan 4 : (Ramzy SA)

Saya coba qoute dari API RP 576
PRV adalah bagian dari apa yang disebut dengan Pressure – Relieving Devices sedangkan PSV adalah salah satu jenis PRV.
Adapun jenis PRV adalah:
1. Safety Valve, yang biasanya digunakan pada Steam Boiler Drum atau Superheaters
2. Relief Valve, biasanya digunakan pada incompressible fluids
3.Safety Relief Valve, ini bisa digunakan sebagai safety valve maupun relief
valve
4. Pilot – Operated Safety Relief Valve

Sepengetahuan saya yang selama ini disertifikasi oleh MIGAS adalah jenis PRD
yang automatic reclosing valve saja.