Perusahaan saya ingin melaksanakan Risk Assessment untuk mengidentifikasi semua
hazard yang timbul dari semua jenis pekerjaan yang ada. Hal tersebut dimaksudkan
untuk meyakinkan bahwa isu-isu safety yang ada dapat ditindaklanjuti secara
systematis, mudah diimplementasikan dan mudah diintegrasikan dengan standar-standar
yang lainnya.
Pertanyaan : Khoiri Ali

Perusahaan saya ingin melaksanakan Risk Assessment untuk mengidentifikasi semua
hazard yang timbul dari semua jenis pekerjaan yang ada. Hal tersebut dimaksudkan
untuk meyakinkan bahwa isu-isu safety yang ada dapat ditindaklanjuti secara
systematis, mudah diimplementasikan dan mudah diintegrasikan dengan standar-standar
yang lainnya.

Untuk hal tersebut, saya membutuhkan informasi mengenai standar Safety Assesment
diatas. Mungkin ada rekan yang memiliki Form Standar serta cara penilaiannya,
mohon kiranya untuk sudi membagi sedikit pengalamannya.

Demikian saya mengucapkan terimakasih.


Tanggapan 1 :
Ilham

Pak Khoiri,
Secara teoritis, sebuah standard memang diperlukan untuk menentukan suatu "an
acceptable risk" yang langkah2 penentuannya meliputi beberapa hal:

  • Perlu menspesifikasi tujuan serta mengukur efektifitas yang ingin dicapai;
  • Mendefinisikan alternatif2 kemungkinan yang ada untuk mencapai tujuan
    beserta resikonya masing-masing;
  • Mengidentifikasi semua kemungkinan konsekuensi dari setiap alternative
    di atas;
  • Menentukan berbagai konsekuensi dgn menggunakan asumsi-asumsi yang konsisten;
  • Menganalisa hasil dan memprioritaskan alternatif2 yang ada;
  • Memilih dan mengimplementasikan pilihan terbaik untuk sebuah resiko
    yang bisa diterima

Berbasis pada tujuan serta ukuran-ukuran tindakan yang terefektif, itulah hal
yang paling baik untuk dipilih. Sedangkan proses pengujian/penilaian resiko
"risk assessment" lebih baik dilakukan melalui suatu pendekatan sistematis.
Proses dari pada "risk assessment" itu mungkin meliputi :

  • Mengidentifikasi semua potensi yang membahayakan
  • Mengestimasi apa akibat/konekuensi dari setiap bahaya yang ada
  • Mengestimasi kemungkinan terjadinya setiap bahaya serta akibatnya
  • Menghitung secara kuantitatif dari pada resiko tersebut dan membandingkannya
    dengan suatu bahaya yang dapat diterima
  • Memberikan pencirian terhadap resiko bahaya untuk dikelola sepanjang
    dengan suatu asumsi dan ketidaktentuan
  • Memberikan peringkat terhadap bahaya resiko untuk keperluan management
    dan pengambilan keputusan

Mudah-mudahan masukan di atas bisa bermanfaat.

Tanggapan 2 : Sulistiyono

Sedikit menambahkan urun rembugnya Pak Ilham untuk Pak Khoiri seyogyanya ditambahkan
mitigasi atas kemungkinan risiko bahaya dan action plannya. Perusahaan2 dapat
melakukan sendiri (apabila tersedia resource person) atau menyewa jasa konsultan, tentu saja dengan melibatkan orang2 yang terlibat dengan pekerjaannya masing2.