‘It is only shallow people who do not judge by appearances. The
mystery of world is the visible, not the invisible.’ (Oscar Wilde, as cited
on Susan Sontag’s)

"It is only shallow people who do not judge by appearances. The
mystery of world is the visible, not the invisible." (Oscar Wilde, as cited
on Susan Sontag’s)

Halte yang kosong, melintas tiga cewe "berondong" dan siang pun demikian
gosong.

Markodji (kadang disingkat menjadi Dji sadja…) melanjutkan ceritanya.
[Yah, hari ini ia dan Maisyaroh janjian mau boling di Kelapa Gading. Maisyaroh
adalah gebetan si Dji yang baru, yang juga merupakan mantannya si Faudji, djuragan
besi bekas. Maisyaroh 18 tahun (selanjutnya didenotasi sebagai Strink), mahasiswi
tingkat satu jurusan teknik kimia Universitas Tunggul Ametung (selanjutnya disingkat
Untung), dengan rambut super lurus belah pinggir, kaos mooks dan celana hipster
masa kini …. ]

Dji : "Mein Schatze, ich habe eine Forsetzungsgeschichte!"
Strink : "Iya, Maaasss" (mesra abeezzz, maklum belum sehari jadian)
Dji : "Ente tahu kagak siech, langkah langkah untuk ngecapai yang namanya
inherently safer design? Kalau kagak ane mau ngejelasin niech!"
Strink : "Iech, Abang belum sehari pacaran ajach, ngomongnya serieus* mulu!"
* serieus adalah grup band beraliran "happy metal" asal Bandung.
Mereka menyatakan kata "serieus" itu berasal dari bentuk djamak daripada
kata "seuri" yang artinya ketawa

Dji : "yah, niech gue ceritain yech…….!"

"Secara umum niech, langkah langkahnya sbb.:
1. Identifikasi possible pressure-producing emergency events. Tentukan
the worst credible case event (event yang membutuhkan diameter
relief paling besar) dan susun kondisi kondisi proses terkait, weitje.
Tentukan pula the worst conditions yang berpengaruh terhadap effluent
handling
(mungkin benar benar berbeda dari relief scenario). Pertimbangin
juga jack, kebutuhan effluent handling untuk semua credible
relief scenarios
demi menjamin semua usaha yang akan dilakukan dapat mengatasi
semua kondisi yang terjadi, Bok.
2. Dapatkan segera sifat sifat fisik dan thermal dari material material terkait
pada saat relief conditions (seandainya tidak terdapat pada Langkah
1)
3. Analisa tindak tanduk isi vessel selama emergency venting scenario
dalam rangka menyusun silsilah kondisi yang terjadi dalam vessel (temperature,
pressure, vapor/liquid inventory etc.)
dan kebutuhan laju vent yang
dihasilkan (minimum required relief capacity) untuk setiap credible
emergency scenario
. Hal hal berikut musti ditentuin:

  • Potensi terjadinya pembusaan (kecenderungan nge-vent nya si liquid bareng
    intim ame si vapor)
  • Fluida dua-fasa vs. satu-fasa dalam sistim vent
  • Perbedaan dalam evaporative cooling effect dari condensable vapor vs.
    non condensable gas system
  • Sistim dengan reaksi vs. Tanpa Reaksi kimia
  • Lokasi bukaan vent (diatas atau di bawah level liquid atau pada batas
    sisi muka dua-fasa)

4. Pilih dengan cucok tipe-tipe relief device(s). Tentukan pula ukuran
yang sebenarnya dari device(s) beserta perpipaannya untuk nge-handle
laju alir relief sebagaimana termaktub dalam langkah 3.
5. Tentukan beban gaya reaksi pada komponen komponen relief system; jamin
juga donk Say, aspek mechanical integrity dari sistim.
6. Pilih juga donk strategi effluent handling yang berkenaan dan susun
design values dari aliran pada aneka equipment. Nyang ini niech
mungkin butuh penyesuaian parameter perameter desain relief demi mengakomodasi
hal hal yang tak terantisipasi pada desain sistim effluent handling.
Lantas, desainlah sodara sodara sistim effluentnya dengan metode yang sudah ada.
7. Pada langkah ini kerjaan ngereview desain disarankan. Audit ini mustinya sich
dilakuin oleh reviwer(s) yang tidak terlibat dalam tahap pekerjaan desain,
memiliki pengalaman serupa atau lebih serta keahlian yang lebih dari si designer(s).
8. Dokumentasiin basis desain pada suatu sistim manajemen pressure relief.
Lihatlah sayangku, aturan OSHA #2.3.1 dan buku CCPS tentang dokumentasi (1995)
sebagai petunjuk dan arahan yang ciamik.
9. Follow up sebagaimana perlu demi menjamin instalasi yang mantab (paten
b)
10. Jamin bahwa prosdur prosedur maintenance dan pengetesan secara on-line
dan off-line yang disarankan telah dikejawantahkan dalam sistim
manajemen.

Dji : "Versteh doch angelegenheit!"
Strink : "Inggih, Mas, saya paham kok". "Eh kemaren kemaren ada
rebot rebot soal pengertian pressure relief dan pressere safety valve, tolong
jelasin lagi donk Say!"
Dji : "Mein Freundin, berikut saya cuplik dari CCPS (1998) halaman 31 :

"Pressure relief valves are perhaps the most commonly used type of relief
device. The several type of pressure relief valves are listed below. The
terms "pressure relief valve" and "safety relief valve"
are interchangeably; pressure relief valve is the more general designation.

  • Spring loaded, pressure actuated valves:
    • Safety Valves (for compressible fluids)
    • Relief Valves (for incompressible fluids)
  • Pilot-operated, pressure actuated valves
  • Temperature-actuated valves
  • Power actuated valves

Strink : "Hmmm, diech, getoo ajah? Kok orang orang bias rebot ngalor ngidul
yach, sebel dech iech djadinja!"
Dji : "Udahan yuk, boling, jangan ngobrol aja…"
Strink : "Ya, wis lha… disini emang ndak well blass…"

Halte yang melompong, melintas tiga cewe "lesbong" dan siang pun demikian
kinclong.

Markodji adalah injiner muda dan berbakat merayu, rambut gondronk,
kurus namun kekar, sehat wal afiat, idealis, Aquarian sejati dan soliter.
Maisyaroh adalah putrid semata wayang Haji Ropi’ih, dosen filsafat
Untung. Maisyaroh faham akan idealisme pendidikan nya Paulo Freira hingga Spritual
Style dalam film filmnya Robert Bresson.
Faudji, juragan besi bekas, lulusan Ilmu Politik InDeHoI (Institut
Desain dan humaniora Indonesia)

Markodji’s references:
1. CCPS/AIChE (1998) Guidelines for Pressure Relief and Effluet Handling Systems
2. Crowl, Daniel and Joseph F Louvar, Chemical Process Safety, Prentice Hall,
2002
3. Lees, Loss Prevention in Process Industries 2nd ed, AIChE, 1996
4. Sontag, Susan, Against Interpretation, Picador, 1961