Saat ini saya dapat tugas untuk
membantu mendeteksi kebocoran pipa yang mengalirkan AVTUR. Sudah beberapa hari
ada kebocoran di pipa tersebut, dan pipa tersebut berada dalam tanah (under
ground) kurang lebih 1 meter di bawah permukaan tanah.
Pertanyaan : Dili Timor

Rekan-rekan milis migas,.. mohon pencerahan. Saat ini saya dapat tugas untuk
membantu mendeteksi kebocoran pipa yang mengalirkan AVTUR. Sudah beberapa hari
ada kebocoran di pipa tersebut, dan pipa tersebut berada dalam tanah (under
ground) kurang lebih 1 meter di bawah permukaan tanah.

Untuk menggali sepanjang jalur pipa sangat tidak memungkinkan, karena di atas
permukaan tanah tersebut terdapat fasilitas yang berhubungan dengan pihak-pihak
terkait dan akan memakan waktu yang cukup lama untuk mengerjakan penggalian.
Untuk hal ini, mohon pencerahan dari rekan-rekan yang memiliki pengalaman, atau
peralatan instumentasi yang dapat membantu mendetksi kebocoran, minimal dapat
melokalisir bagian mana yang dicurigai terdapat kebocoran sehingga penggalian
(jika diperlukan) hanya akan dilakukan di bagian yang "probabilitas kebocorannya"
terbesar.

Terima kasih atas pencerahan dari rekan-rekan. Untuk yang akan menawarkan instrumen
/ bantuan jasa dapat langsung japri saya. Untuk yang akan membagi pengetahuan
silahkan di share.

Tanggapan 1 : Zulkifli Taher (Candra Asri Petrochemical
Center)

Ada teknik menggunakan gamma ray atau sejenisnya. Kedalam fluida service yang
mengalir dimasukan radio isotop (biasanya partikel kecil yang terbawa oleh arus)
yang sudah bersahabat lingkungan lalu paparan sinarnya dideteksi dari luar (above
ground). Pada daerah yang terjadi bocor biasanya sebagian paparan akan ada yang
berhenti (stagnant). Nah, gampang sekali kan, urusan selanjutnya bisa hubungi
BATAN atau Pak Ramzy pasti bisa Bantu melalui RU-nya.

Tanggapam 2 : Waskita Indrasutanta (Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering)

Saya pernah mendengar cara radio isotop ini beberapa tahun yang lalu, akan
tetapi meskipun oleh BATAN dinyatakan ‘aman’, user umumnya berkomentar ‘tidak
berani’ menggunakan radio isotop untuk mendeteksi kebocoran.

Umumnya user masih cenderung menggunakan cara lama dengan melakukan mass balance,
pressure profiling dan modeling untuk leak detection system.

Sayangnya cara seperti ini masih relative mahal. Pada waktu proyek pipanisasi
BBM pengembang system memasang harga US$ 650,000.- hanya untuk software dan
implementasi, belum termasuk hardware dan instalasi. Ada cara yang lebih ekonomis
dimana kita hanya implementasi mass balance dan pressure profiling saja tanpa
modeling, tetapi lokasi kebocoran sulit diperkirakan, apalagi kalau hanya kebocoran
kecil.

Kalau Pak Dili Timor bisa menerima penggunaan radio isotop, idea Pak Zukifli
Taher ini merupakan solusi yang jauh lebih ekonomis. Saya perjelas sedikit:
Pada daerah yang terjadi bocor maka detector akan membaca radiasi yang lebih
tinggi dibandingkan lainnya.

Tanggapan 3 : Bandung Windardijanto (Kvaerner
Indonesia)

Nambah Sharing :
Di commercial market banyak ditemukan alat portable yang fungsinya adalah pendeteksian
kebocoran pada pipa. Alat portable terbanyak adalah untuk pemakain Deteksi kebocoran
pada plumbing rumah tangga dan distribusi air minum.
Rekan2 yang bekerja di area PDAM dan PGN (city gas) akan cukup familiar dengan
peralatan ini. Coba hubungi mereka di bagian pemeliharaan jaringan distribusi
pelanggan kecil. Ada beberapa prinsip kerja disamping prinsip2 yang sudah dibahas
di email sebelumnya : Pak Zulkifli tentang Gama Ray, dan Kang Waskita tentang
Pressure profile modelling dan mass balance.
Prinsip kerja lain yang tersedia di pasar antara lain :

1. Ultrasonic
1.a. Di bagian upstream di injeksikan ultrasonic sound wave kedalam pipan (bisa
dari luar pipa melalui clamping atau di masukkan kedalam pipa). Kemudian seseorang
dengan portable device nya akan mengikuti jalur pipa dan mendeteksi suara ultrasonic
yang di jalarkan sepanjang pipa. Jika ada kebocoran, akan terdeteksi ‘spike
signal’. Biasanya Alat ini bisa mendeteksi kebocoran sampai diameter bocor terkecil
0.2 mm.
1.b Tanpa adanya injeksi sinyal ultrasonic di upstream. Tekana fluida didalam
pipa tentunya diharapkan relatif besar (>4 bar), sehingga jika terjadi kebocoran,
maka pada titik lubang kebocoran tersebut akan timbul gelombang suara. Semakin
besar bocornya akan semakin tinggi amplitudo gelombangnya. Alat portable digunakan
untuk mendeteksi gelombang suara yang timbul sepanjang pipa.

2. Resistivity/Conductivity
Adanya kebocoran berarti akan ada liquid spill off ke tanah sekitar sehingga
nilai resistivitas tanah di area tersebut akan berubah. Nilai Resistivity/Conductiovity
ini yang di deteksi oleh alat portable.

3. Kelembaban
Tanah sekitar titk bocor akan basah oleh liquid yang bocor yang akan meningkatkan
level kelembaban di area tanah tersebut. Nilai kelembaban ini yang selanjutnya
diukur.

4. Infra Red
Infra Red survey intinya mendeteksi temperatur tanah pada suatu area tertentu.
Dengan digital foto imaging, tanah yang basah oleh kebocoran liquid akan terdeteksi
mempunyai temperature berbeda (misal warna biru) dengan tanah lainnya yang kering
(misal warna coklat).

Tentunya tidak semua alat itu bisa digunakan untuk mendeteksi bocornya sang
AVTUR pak Dili.

Tanggapan 4 : Waskita Indrasutanta (Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering)

Mas Bandung, Apa ada alat real dengan teknologi yang dibahas dibawah. Mungkin
akan sangat bermanfaat kalau ada website yang bisa kita kunjungi.
Tambahan informasi untuk rekan-rekan: Barusan saya upload satu artikel untuk
Leak Detection System di milis kita. Announcement akan dikirimkan ke semua member
list.

Tanggapan 5 : Andreas Krisbayu (Imeco
Inter Sarana)

Mohon maaf kalau infonya kurang lengkap.
Setahu saya, ada alat untuk deteksi kebocoran pada underground pipe dengan menggunakan
ultrasonic testing, seperti yang disebutkan oleh pak Bandung.
Namanya Teletest. Alat ini dikembangkan oleh The Welding Institute – Cambridge,
UK. Prinsipnya sih dengan menggunakan long range UT guidance , satu sisi pipa
diclamp dengan sebuah transmitter, dan satu sisinya lagi dipasang receiver.
Jadi yang perlu digali hanya kedua sisi pipa yang akan ditest saja, tidak perlu
semua digali.

Kalau tidak salah, seingat saya panjang bisa sampa sekitar 2 km, itupun
tergantung dari diameter pipa yang akan ditest. Seberapa presisi saya tidak
tahu, tetapi menurut info dari pak Ranto (PT. Badak, teman kursus piping inspector
saya dulu), Badak pernah mencoba alat ini. Mengenai berhasil atau tidak, mungkin
bisa cari info dari teman2 yang bekerja di Badak NGL. Kebetulan perusahaan tempat
saya bekerja dulu adalah sole agent untuk service tersebut untuk wilayah Indonesia.
Sedangkan untuk Asia, keagenan untuk service-nya dipegang oleh International
Refinery Service (IRS) – Singapore. Untuk lebih jelasnya, bisa hubungi PT. Dimensi
Barumas Perdana, mailto:dbppku@i…

Tanggapan 6 : Zulfahmi (Polyprima Karya Reksa)

Mas Waskita, Untuk Infra Red yang dibahas oleh mas bandung, kami malah punya
alat tersebut dari AGEMA Infrared Systems(Thermovision 550), namun kami belum
pernah mencobanya untuk kebocoran pipa underground walaupun apa yang disampaikan
mas bandung benar adanya dan services company juga ada untuk infra red ini yaitu
PT Bintang Hostika dll.

Tanggapan 7 : Ramzy SA (Radiant Utama)

Mau nambahkan informasi. Kalau yang Ultrasonic longrange itu hanya bisa mendetaksi
hingga 50 meter saja. Jadi tiap 5o meter harus digali dan dipasang UT nya (CPI
pernah menggunakan itu) Kalau dengan perbedaan potential ada alat namanya CIPS
(Close Interval Potential Survey), sebenarnya ini digunakan untuk mendeteksi
sistem proteksi korosi, tetapi suka juag digunakan sebagai indikator sebab bila
ada kebocoran terjadi perbedaan potensi. Dengan metoda CIPS ini bersifat kualitatif
saja (kalau mau informasi lengkap tentang CIPS bisa ke japri saya, kebetulan
kantorku punya dan sudah menggunakan banyak kali)


Tanggapan 8 :
Bandung Winardijanto (Kvaerner Indonesia)

Pak Was, Alat real nya ada ….cuma agennya saya nggak tahu siapa.
Yang saya tahu utk plumbing rumah tangga dan hotel di Jakarta umumnya di tangani
oleh Rotorite. American Leak juga pernah exist di Indonesia.
Kalau tidak salah PDAM juga menggunakan alat2 serupa. Kebetulan aku lihat di
daerah rumahku orang PDAM lagi mencari kebocoran pipa distribusi airnya pakai
alat kaya model potong rumput yang portable gendong punggung gitu dan kok dia
berhasil menemukan titik bocornya dibawah tanah.

Mungkin kalau web site bisa surfing dengan search engine dengan key word :
Leak-detection atau detection-leak.

Tanggapan 9 : Waskita Indrasutanta (Wifgasindo
Dinamika Instrument Engineering)

Maaf, saya kurang jelas dari siapa email ini saya terima (mungkin rekan-rekan
BATAN), tetapi saya posting ke Milis Migas Indonesia karena isinya sangat bermanfaat
bagi rekan-rekan sekalian.

Bersama ini saya mengajak rekan pengirim email ini untuk bergabung dengan milis
Migas Indonesia agar bisa ikut berbagi pengalaman dengan rekan-rekan yang lain.

<Forwarded message>
Pak Dilli, Mengacu pada e-mail bapak kepada Pak Waskita tentang subjek diatas,
bersama ini kami sampaikan informasi tambahan.

Deteksi kebocoran pipa terpendam menggunakan isotop merupakan
salah satu aplikasi teknik nuklir didalam industri berbasis proses alir. Teknik
ini dailakukan dengan memasukkan sejumlah terbatas isotop tertentu dengan aktifitas
yang rendah kedalam masa yang akan diperiksa. Jenis isotop dipilih sedemikian
rupa sehingga dapat menyatu dan berperilaku seperti masa yang akan diperiksa.
Dengan memasang detektor dibeberapa titik sepanjang aliran yang diperiksa, akan
dapat diketahui tidak saja terjadinya kebocoran, tetapi juga data lain seperti
kecepatan alir, terjadinya turbulensi, dan terjadinya "dead volume".
Aplikasi teknik ini yang disebut RADIOTRACER, dapat dilaksanakan secara "on-line"
tanpa harus membuka isolasi atau lapisan pipa lain. Aplikasi isotop secara ini
dikelompokan sebagai aplikasi sumber terbuka.

Ada aplikasi teknik isotop yang lain yang cocok dipraktekan di
dalam industri migas/petrokimia. Antara lain adalah : Gamma Column Scanning
yang dapat dipakai untuk memeriksa bagian dalam kolom proses (kolom fraksinasi,
hidrogenasi dll). Dengan teknik ini dapat dideteksi terjadinya kelainan internal
seperti kerusakan tray, down comer, terjadinya flooding,weeping dan gangguan
proses yang lain. Masih ada teknik lain yang menggunakan prinsip hamburan balik
neutron (Neutron Backscattering) yang berguna untuk mendeteksi interface (batas)
antar cairan dalam tangki. Demikian informasi tambahan dari saya. Semoga berguna.

Tanggapan 10 : Zulkifli Taher (Chandra
Asri Petrochemical Center)

Pak Waskita, Mungkin Bapak ini adalah salah satu Dir. di PT. Batan Indonesia.
Kalau memang benar, beliau sangat pengalaman dan sangat banyak tahu seluk beluk
inspeksi dengan radio isotop. Sangat tepat sekali ajakan Bapak agar beliau bergabung.