Exergi didefinisikan sebagai potensi kerja maksimum dalam bentuk materi atau
energi dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Potensi kerja ini diperoleh
melalui proses reversibel. Exergi dapat ditransfer di antara sistem dan dapat
dihancurkan oleh irreversibilitas di dalam sistem.Sudah seperti apa sih penggunaan analisa Exergy di dunia Industri Kita ? Pertanyaan
saya ini muncul, mengingat sejak pertama kali saya bergabung dengan Milis ini
sampai sekarang baru satu kali kata exergy ini muncul yaitu pertanyaan Pak Irwan
Kurniawan mengenai Gethermal plant.

Bila kita merunut kembali ke dasar, mungkin selama ini analisa yang digunakan
menggunakan analisa energy berdasar hukum pertama thermodinamika,yaitu energi
tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Dalam analisis ini penurunan
kualitas energi tidak diperhitungkan. Sebagai contoh penurunan kualitas energi
thermal yang dipindahkan dari temperatur tinggi menjadi temperatur rendah tidak
nampak bila dinyatakan dalam analisis energi. Sedangkan analisis exergi dilakukan
berdasarkan hukum thermodinamika kedua, yaitu proses thermodinamika selalu tidak
ideal sehingga terjadi penurunan kualitas energi.

Exergi didefinisikan sebagai potensi kerja maksimum dalam bentuk materi atau
energi dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Potensi kerja ini diperoleh
melalui proses reversibel. Exergi dapat ditransfer di antara sistem dan dapat
dihancurkan oleh irreversibilitas di dalam sistem.

Analisis exergi mempunyai kelebihan bila dibandingkan dengan analisis energi
yaitu :
– lebih akurat dalam membuat desain yang optimal, baik untuk proses industri
maupun pembangkit listrik.
– lebih teliti dalam menentukan energi yang hilang dalam proses maupun yang
dibuang ke udara.
– dapat menentukan kualitas energi.

Dengan mengembangkan analisis exergi ini dapat membantu para pengambil keputusan
maupun analis kebijakan untuk dapat lebih memahami dampak dari perubahan peraturan
maupun standard lingkungan terhadap sistem. Dan untuk kedepannya optimasi exergy
dapat dijadikannya panduan pengembangan dalam konservasi energi(exergi).


Tanggapan 1 :
Cahyo Hardo

Kalo membaca sepintas, artinya ketika menentukan harga LNG yang dingin itu,
apakah juga dilakukan analisa exergy ini? sebab temperaturnya yang dingin itu
harusnya juga bernilai dan bukan sekedar nilai bakarnya. Benarkah?

Bapak2 dari LNG plant, bagaimana tanggapannya?

Kalau tidak salah, pengrtian exergy yang saya tahu (mungkin salah) adalah derajat
kemudahan pengambilan energi antara satu zat dengan zat lain yang punya kandungan
energi yang sama. Contohnya satu BBTU katu dan 1 BBTU air, mana yang labih mudah.

Mohon dikoreksi kalau saya keliru.

Tanggapan 2 : Effendy Udin

Menurut yg saya pelajari di bangku kuliah & masih lengket sedikit di otak,
pengertian singkat exergy adalah ‘pemanfaatan energi’. Jadi, seberapa efisienkah
kita menggunakan energi dan bagaimana meminimalkan rugi2/loss energi tersebut.
Analisis eksergi sering jg diaplikasikan dalam desain & optimasi sistem
termal.

Mas Ahmad,
Boleh minta tolong jg diperjelas lagi contoh kesalahan metode dalam konservasi
eksergi. Apakah misalnya kondensor kulkas dimanfaatkan utk mengeringkan baju
itu selain mendinginkan jg termasuk contoh kesalahan metode atau malah menguntungkan
karena kita memanfaatkan panas yg mestinya terbuang. Mohon penjelasannya.

Tanggapan 3 : Ahmad Daniyal

Mas Cahyo,
Secara praktis, Exergy didefinisikan sebagai energi (panas/ entalpi) dikurangi
dengan nilai Entropinya.
Ex =Q- To .ds

Dengan mengetahui seberapa besar pengurangan kualitas energi karena entropinya,
dapat diketahui "the real" energi yang bisa digunakan. Bila analisa
Entropi tidak dimasukkan secara kasar, analisa energinya bisa dikatakan semu.

Exergi input dibandingkan dengan exergi yang keluar pada suatu alat/proses.
Pengurangan exergi ini disebut exergi loss.

Exergy loss bisa disebabkan oleh :
1. Exergy hilang kelingkungan.
2. Kerusakan alat (kurang optimum kerja alat)
3. Kesalahan metode dalam konservasi exerginya (bisa karena proses atau sistemnya)
4. Human error

Tanggapan 4 : Achmad Nuzulis Hidayat

Mas,
Exergy adalah Energy yang terubah menjadi Work, bukan kemudahan pengambilan
energy. Jadi dalam aliran energy terkandung sejumlah "Exergy", dimana
nilai exergy-nya bisa bertambah jika telah diketahui bagaimana memanfaatkan
energy tsb menjadi kerja.

Sebanarnya pengertian exergy ini tidaklah membingungkan, hanya saja kita terbiasa
dengan kata Energy dan bukan Exergy. Rasanya jika pengertian kita tentang energy
selama ini diubah menjadi exergy akan langsung macth. Barangkali dikomunitas
ini kita bisa mulai mengatakan "Krisis Exergy" dibandingkan Krisis
Energy.

Untuk case LNG, harga LNG ditentukan berdasarkan analisa Exergy (biasanya kita
bilang energy), LNG yang dingin tsb menyimpan Energy Storage (energy dalam),
sehingga apabila bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan kerja maka Exergy-nya
akan bertambah, sementara Energy Storage-nya akan berkurang.

Untuk lebih memudahkan, ibaratnya odol sikat gigi, odol dalam bungkusnya adalah
Nilai Energy, ketika odol dipakai untuk sikat gigi, maka sejumlah itulah Exergy
yang dikonsumsi, sementara masih ada sisa-nya didalam bungkus odol.
Sisa tersebut adalah Energy Storage. Jika kita pakai odol yang sudah ditaruh
di sikat gigi itu ada yang jatuh, maka kita sebut Exergy Loss.

Seberapa besar kita bisa menconvert jumlah energy tsb, maka makin bertambahlan
harga-nya.

Dalam Exergy juga ada Efficiency, yang seringkali kita katakan efisiensi energy.
So, Exergy adalah irreversible.

Note: Orang Eropa familiar dengan Exergy sementara orang US biasa menyebutnya
Energy Availability.

Hanya saja dalam kasus odol tadi, maka availability ini berarti jumlah odol
yang ada dalam bungkus-nya, sudah terhitung quantity-nya.
Berbeda dengan Exergy yaa…

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf.

Tanggapan 5 : Fakhri

Exergy itu betul adalah berapa besar sebuah energy yg bisa dirubah menjadi
WORK dengan syarat Energy itu di alirkan melalui REVERSIBLE PROCESS menuju REFERENSI
ENVIROMENT.. Jadi ada tiga kata kuncinya:
WORK, REFERNSI dan REVERSIBLE PROCESS..

Exergy dari sebuah WORK adalah Work itu sendiri.. Ex = W..

Exergy dari sebuah heat adalah berapa besar WORK apabila HEAT ini dimasukkan
dalam process reversible (Carnot Process)menjadi kondisi lingkungan (ENVIROMENT)..
Ex = Q*(1-T/T0)

EXERGY dari sebuah aliran (stream) adalah apabila stream ini dimasukkan kedalam
sebuah process REVERSIBLE sehingga menghasilkan WORK..Ini sama dengan perubahan
Gibs energy dari aliran tersebut jika diproces oleh reversible process menjadi
kondisi lingkungan.. Ex= (H-Ho)-T0(S-S0)..

Kelebihan memakai analisa Exergy daripada analisa Energy adalah kita membandingkan
hal yg sama yaitu energy dalam bentuk WORK. Jadi kita tidak membandingakn peer
sama apel.Secara realnya harga 1 MMBTU Panas tentu tidak sama dengan 1 MMBTU
Work..

Apabila kita melakukan analisa Exergy pada sebuah plant dengan mengetahui berapa
Exergy Efficiency maupun Exergy loss dari setiap process step (Equipment atau
Unit process).. Kita bisa memberi prioritas dengan benar bagian dari plant yg
mana yang harus kita perhatikan untuk konservasi Exergy yang hasilnya adalah
konservasi UANG..

Tanggapan 6 : Ahmad Daniyal

Terima kasih atas penjelasannya yang begitu jelas. Seandainya dulu sewaktu
permulaan saya dapat tugas konservasi exergy sebuah industri tanya ke Bapak-Bapak
semua mungkin saya nggak perlu ublek-ublek buku dari beberapa perpustakaan hanya
untuk mencari tahu apa itu exergi.

Tapi sepertinya semua penjelasan ini belum menjawab pertanyaan saya sehingga
muncul perbincangan ini.

Sudah sejauh mana penggunaan analisa exergi di dunia industri kita ?

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa analisa exergi memiliki banyak kelebihan
daripada analisa energi.

Sedangkan dalam pengembangan sebuah industri kalau tidak meningkatkan produktifitas
ya meningkatkan efisiensi. salah satu langkah peningkatan efisiensi adalah efisiensi
energi.

Tanggapan 7 : Ahmad Daniyal

Mas Ahmad,
Boleh minta tolong jg diperjelas lagi contoh kesalahan metode dalam konservasi
eksergi. Apakah misalnya kondensor kulkas dimanfaatkan utk mengeringkan baju
itu selain mendinginkan jg termasuk contoh kesalahan metode atau malah menguntungkan
karena kita memanfaatkan panas yg mestinya terbuang. Mohon penjelasannya.

Untuk studi kasus ini, pandangan menguntungkan atau tidak dapat dilihat dari
banyak sisi.

Pemanfaatan panas dari kondensor dapat menurunkan suhu pendingin keluar dari
kondensor. Ini berarti dapat menurunkan efisiensi kondensor. Untuk tempat-tempat
tertentu yang membutuhkan kinerja kondensor yang tinggi, penurunan efisiensi
sekecil apapun dapat mengakibatkan produk gagal. Kulkas khusus untuk membuat
dan menyimpan es misalnya. penurunan
kualitas kondensor dapat mengakibatkan es mencair atau paling tidak kurang keras
sesuai standar pembuatnya.

Tapi dilain pihak pemanfaatan panas ini dapat membantu dan bahkan meringankan
kerja yang lain. Mengurangi kerja dari pengering mesin cuci.

Jadi ya… masing-masing dibuat kriteria berikut dengan nilainya. sehingga
didapat sebuah titik optimum yang masih dalam toleransi kinerja kondensor tapi
dapat juga mengeringkan baju.

Tanggapan 8 : Fakhri

Sebetulnya pertanyaan Mas Ahmad adalah juga pertanyaan saya.. Dan teman-teman
dari operating company (bedrijvenbeheer, boheer) lah yang bisa menjawab..

Saya pernah membaca exergy analysis untuk LNG Plant, CO2 removal plant, Methanol
Plant dan juga VCM Plant..Tetapi itu dilakukan dan ditulis oleh orang di luar
sono..Mungkin masalah exergy loss (uang loss) belum begitu menjadi concern yg
besar karena revenue dan margin yg ada sudah cukup besar sehingga ngapain pusing-2..Saya
pernah baca bahwa gas yg di flare oleh oil company lebih besar dari gas yg dipakai
oleh industri pupuk..Please correct me if I am wrong..


Tanggapan 9 :
Achmad Nuzulis Hidayat

Rasanya banyak sekali industri di Indonesia yang telah menerapkan Analisa Exergy
ini (meskipun masih sering disebut Analisa Energy, karena kebiasaan, tapi OK-lah,
dari pada harus mengubah kamus..kan..)

Seperti yang mas Fakhri sampaikan, analisa Exergy di LNG Plant, rasanya rekan-rekan
di Badak LNG yang telibat akan bisa bercerita banyak hal, terutama tentang Plant
Thermal Efficiency….belum Petrochemical Plant, dsb..dsb…
Hal semacam itu sudah menjadi kebutuhan kok, dan banyak di-implementasikan,
hanya mungkin tidak banyak di-publish karena sifatnya masih Confidential atau
karena pertimbangan lain..

Contoh yang lain, semisal banyaknya dilakukan optimasi exergy dengan melakukan
penambahan economiser dalam rangkaian unit boiler…
Mudah-mudahan dilain topik saya bisa bercerita secara general teknis sewaktu
saya tergabung dalam Tim Plant Audit…
Dan mengembangkan diskusi lebih lanjut tentang Exergy Optimalization…

Tanggapan 10 : Fakhri

Terima kasih Mas Sulis, atas informasinya..Saya uga pernah bikin exergy analysis
untuk propane/propylene splitter. Tapi belum diplublish juga nih..Kesibukkan
cari dan ngerjain proyek untuk dapur tetap ngebul…Alasan resmi peneliti indonesia:)))…

Saya mau nambah dikit lagi deh..Sharing informasi aja..

Sebetulnya exergy audit dan optimisation itu kan tujuannya adalah mengurangi
exergy losses semaximum mungkin dengan menambah equipment sedikit mungkin atau
hanya dengan merubah process..Alhasil minimum cost (capital+operating)…

Exergy losses itu ada dua macam: yang wajib dan yg nggak perlu loss..Yang wajib
adalah karena kita perlu driving forces (mass and energy transport)..Kalau driving
forces dikurangi butuh equipment yg lebih besar (pipa lebih besar, HE lebih
besar etc)..Dan yg nggak perlu adalah terjadinya unnecessary mixing of mass
and heat…

Mudah-mudahan bisa menambah wawasan all of us…

Tanggapan 11 : Edwin Tedjakusuma

Saya jadi ingat kisah beberapa tahun yg lalu saat msh jadi mahasiswa,.. Beberapa
rekan menganalisis eksergi pada sistem pendingin ruangan. Ternyata setelah dihitung-hitung
ulang,..energi panas yg terbuang dari kondensor dapat digunakan untuk memanaskan
air yg digunakan di rumah tangga ; alias berusaha menggantikan fungsi water
heater u/ kebutuhan rumah tangga.And It’s work.Sistem Pemanas air & pendingin
ruangan dapat "rukun" bekerja pada kondisi optimalnya.

Atau mengenai gas buang dari sistem pembangkit listrik / generator dgn mesin
diesel yg sering digunakan di vila / perhotelan yg buangan panasnya pun dapat
dimanfaatkan untuk pemanasan air yg digunakan u/ mandi.

Sistem refrigerasi hibrid mungkin masih banyak peluang untuk dikembangkan.
Apalagi didukung dengan riset mengenai refrigeran yg ramah lingkungan dan mampu
mengomptimalkan sistem refirgerasinya sendiri (hemat konsumsi daya listrik,
..etc) seperti refrigeran hidrokarbon.

Cukup unik memang,..karena sebetulnya sudah banyak yg mengimplementasikan sistem
ini,..tetapi progressnya tidak terlalu pesat. Mungkin bagi rekan-rekan sekalian
ada yg bercita-cita menjadi technopreneur dan mengembangkan sistem seperti ini.
🙂

Tanggapan 12 : Ardian Nengkoda

Wah Pak Bapaks,
Ijinkan meramaikan topiknya.
Analisa makro, bicara soal negara, dimana ada yg namanya exergy yg masuk
dan yang keluar. Lahir suatu term baru yg dinamakan: EMERGY, dedengkotnya adalah
seorang "H.T Odum" dari Environmental Engineering Sciences University
of Florida.

Untuk berbicara banyak tentang hal ini, saya undang seseorang yg pernah studi
tentang aplikasinya di Indonesia.

Welcome to my old friend: Mas Abel Hasballah dari Environmental Accounting,
FT. Universitas Indonesia.


Tanggapan 13 :
Abel Hasballah

Wah, melihat ada topik EMERGY saya tertarik juga untuk nimbrung. Terima kasih
Pak Ardian atas undangannya.
Topik tentang EMERGY memang belum banyak dibicarakan orang, terutama di Indonesia.
Padahal term EMERGY itu sendiri telah muncul secak tahu 1987.

Exergy vs EMERGY

Exergy lebih tepat digunakan untuk analisa hal2 yang sifatnya mikro (suatu
sistem yang sifatnya homogen). Ketika menganalisa hal2 yang sifatnya makro (suatu
sistem yang heterogen) maka akan banyak terjadi penyimpangan2.

Contoh:

}} exergy analysis untuk propane/propylene splitter, sistem yang kita tinjau
cendrung bersifat homogen, dimana yang kita analisis akan berkaitan dengan masalah2
perpindahan panas dan perpindahan massa dari suatu fluida.

}} ketika kita meninjau sistem yang lebih luas, misalnya suatu sistem pabrik
secara keseluruhan termasuk lingkungan yang ada disekitarnya, maka kalau kita
menggunakan analisis exergy akan mengalami penyimpangan2. Oleh karena itu dikembangkanlah
konsep baru yang dapat mengkoreksi penyimpangan2 tersebut, yang dinamakan EMERGY.

Kenapa bisa terjadi penyimpangan? Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik!
Penjelasannya bisa panjang untuk membuktikan adanya penyimpangan tersebut. Namun
saya akan coba terangkan sedikit dengan bahasa yang agak mudah
dimengerti.

Dalam analisa exergy, kualitas energy dianggap sama. Hal ini benar bila sistem
yang dianalisis sifatnya cendrung homogen, dimana jenis energy yang terlibat
meiliki kualitas sama atau hampir sama. Ketika sistem yang dianalisa sifatnya
lebih heterogen, dimana jenis energy yang terlibat tidak sama atau dengan kata
lain memiliki kualitas yang berbeda, maka kita tidak bisa begitu saja menganggapnya
sama. Dalam lingkup mikro, penyimpangannya memang tidak begitu besar atau bisa
diabaikan. Namun dalam skala sistem yang lebih makro, penyimpangannya cukup
signifikan dan tidak bisa diabaikan begitu saja! Di sini kualitas energy diperhitungkan/dimasukkan
dalam analisis (dalam analisis exergy dianggap sama).

Kualitas Energy

– Apakah kualitas energy yang dikandung oleh propane dengan air sama?
– Apakah kualitas energy yang dikandung oleh air dengan udara sama?

1 kalori energy propane tidak sama dengan 1 kalori energy air.
1 kalori energy air tidak sama dengan 1 kalori energy udara.

Memang sulit untuk dimengerti, namun hal ini dapat dijelaskan dengan Hukum
Termodinamika 4 dan 5.
Mungkin selama ini kita baru belajar sampai Hukum Termodinamika 3.

Demikian penjelasan singkat dari saya, berikut ini juga saya attache abstrak
makalah yang saya kirimkan untuk mengikuti simposium di bidang Agricultural
Engineering di Jerman. Untuk memberikan sedikit gambaran tentang salah satu
aplikasi konsep EMERGY.


Tanggapan 14 :
Fakhri

Setahu saya dalam analisa exergy ketiga energy tidak mempunyai exergy yg sama
Pak…

Karena dalam diskusi yg sebelumnya saya bilang perlu mendefinisikan Reference
state dulu..Nah Reference state itu termasuk Reference komposisi..

Setahu saya Exergy itu ada Mechanical Exergy dan ada Chemical Exergy..Yg Chemical
ini terjadi apabila terjadi perbedaan komposisi dari sebuah stream dg Reference
state…

Tanggapan 15 : Abel Hasballah

Setahu saya dalam analisa exergy ketiga energy tidak mempunyai exergy yg sama
Pak…

Saya setuju, dan memang dalam ketiga energy pada contoh di atas tidak mempunyai
exergy yang sama (tergantung reference state). Namun dalam mengukur exergy kita
tetap menggunakan satuan joule atau kalori. Yang menjadi pertanyaan di sini
adalah:

Apakah 1 kalori propane + 1 kalori air = 2 kalori?

Hal ini benar apabila perbedaan kualitas atau disebut juga dengan "energy
density" dari kedua energy tersebut kecil atau bisa diabaikan. Namun bila
kualitasnya berbeda secara signifikan pernyataan di atas bisa salah, bisa jadi:

1 kalori propane + 1 kalori air = 1.95 kalori

Kok bisa begitu?
Untuk memahami penyimpangan ini, perlu dipahami dulu Hukum Termodinamika 4 &
5. Nanti akan saya coba jelaskan pada tulisan berikutnya.

Tanggapan 16 : Ardian Nengkoda

Maaf Pak,
Old dog can not learn fast Pak.

Bisa didefinisikan terlebih dahulu apa itu "Emergy" (pake "m")?
Kenapa bukan Energy (pake "n")?
Bagaimana kisah si Pak Odum bisa menelurkan konsep ini Pak?

Katanya konsep Emergy bisa menggantikan konsep GNP?

Tanggapan 17 : Abel Hasballah

Maaf Pak kalo terlalu cepat ingin terbang.
Soalnya kalo berbicara masalah Emergy saya jadi geregetan juga.
Sepengetahuan saya konsep ini cukup universal dan applicable dimana-mana.
Akan tetapi di Indonesia sangat sedikit sekali bahkan bisa dibilang tidak ada
yang mengkaji dan menerapkan konsep ini.

Saya coba telusuri email2 sebelumnya. Ternyata, jangankan berbicara masalah
EMERGY, penerapan tentang konsep Exergy saja masih belum banyak dimanfaatkan.
Padahal konsep tentang Exergy saja sudah lama jauh sebelum konsep EMERGY muncul.

State of the art-nya adalah: Energy –> Exergy –> Emergy

Definisi singkatnya:
Exergy –> Available Energy
Emergy –> Used Energy

EMERGY asal katanya dari EM-bodied en-ERGY atau energy yang telah disertakan
dalam suatu benda. EMERGY memiliki satuan Solar Em Joule (sej)

EMERGY lebih cocok diterapkan dalam skala "Makro" kalau untuk skala
"Mikro" dengan Exergy saja sudah cukup.

Kalau menurut Mas Badai mengatakan saat ini kita mengalami "Krisis Exergy",
menurut saya lebih tepat lagi kalau kita katakan saat ini kita mengalami Krisis
EMERGY"

Dengan term "Krisis EMERGY" maka segala aspek akan masuk baik krisis
energy itu sendiri, krisis ekonomi, krisis lingkungan, krisis SDA, krisis SDM,
krisis informasi dll.

Nah, karena sifatnya yang universal tersebut, konsep ini juga sebenarnya bisa
menggantikan konsep GNP dalam menghitung tingkat kemajuan/kemakmuran suatu negara.
Dengan konsep EMERGY nilai pngukurannya lebih "real" bila dibandingkan
dengan konsep GNP. Di dalam konsep GNP aspek lingkungan tidak dimasukkan.

Konsep GNP yang lebih maju, mencoba mengkoreksi nilai GNP dengan nilai kerusakan
lingkungan, namun dasar perhitungannya adalah berdasarkan "nilai pasar"
atau "market value", kalau begini setiap negara akan berbeda dalam
menilainya atau bergantung pasar menilainya. Sebagai contoh: Berapa nilai polusi
udara? Di negara maju bisa tinggi menilainya, namun di negara berkembang mungkin
tidak ada nilainya. Namun pada kenyataannya tetap sama-sama memberikan kontribusi
yang sama terhadap alam dan lingkungannya.

Aduh, kok jadi ngejelasin masalah GNP, Ini bisa panjang buntutnya. Ok sekian
dulu… nanti akan saya sambung lagi.

Tanggapan 18 : Lily Nuryaningsih

Mumpung saya ini masih kuliah, saya masih berkesempatan memegang buku termo
yang mungkin bisa menjelaskan sedikit mengenai exergy atau konservasinya. berikut
ini ada cuplikan example yg saya ambil dari buku moran mengenai analisi fuel,

" For instance, a certain quantity of fuel might be used in some device
to generate electricity or to produce superheated steam, whereas the uses to
which the slightly warm combustion products can be put would be far more limited
in scope. we waight say that the system has a greater potensial for use initially
than it has finally. since nothing but final warm mixture would be achieved
in the process, this potential would be largely wasted. More precisely, the
initial potential would be largely destroyed because the irreversible nature
of process.We can say exergy as potential for use wherever it appears and unlike
energy, EXERGY CAN NOT CONSERVED"

Dari situ sudah jelas bahwa exergy adalah potensial suatu bahan untuk digunakan/diambil
energinya. kalau ternyata tidak digunakan, berarti energynya sia2, exergy juga
bisa dikatakan dihancurkan, makanya ada exergy destruktif pada persamaan energy
yang rumusnya adalah To.s yang nilainya akan selalu positif. Bila nilai To.s
adalah nol maka tidak ada energy hilang, jadi semua energy dipakai jadi kerja,
tidak ada yang hilang. Dari situ juga jelas sekali bahwa energy memang bisa
kekal (krena bs berubah atau disia-siakan) tetapi exergy tidak kekal. Bisa dihancurkan
bila energy disia2kan.

Tanggapan 19 : Lay King Wie

Dear ladies and gentlemen,
Can we say to make simple that exergy is 100 % efficient work, while Emergy
is 100 % efficient and 100 % effective work ?

Tanggapan 20 : Esthi T Birawati

Dear Mr LKW,
Would you please explain the details of EXERGY and EMERGY since they are new
terms for me ? Are they applied to human performance, or mechanical system performance
?

Tanggapan 21 : Achmad Nuzulis Hidayat

Good Day,
Yes Mr Lay…I agree with you.
For better understanding, (please remind me if I am wrong).
Emergy is Exergy minus Exergy Loss.
In simple term:
Emergy is real energy embedded to product/service (Exergy Efficiency to do 100%
effective work).

So in general term.
Energy is Total amount of Heat, gravity, etc to do work.
Exergy is Potencial/Availability amount of energy to do usefull work.
Emergy is Real Energy become work.

In simple example:
If Energy = 100
Say, Exergy = 75
Loss Exergy = 25
Energy used become work (Emergy) = 75 – 25 = 50

In engineering Case:
Natural Gas energy (Q) = m x Cp x delta T
Natural Gas exergy = Heating Value (Calorific Value)
Combustion of NG:
– Combustion energy value absorb by system to perform usefull work = Emergy
– Loss energy to environment = Exergy Loss

In daily living:
Energy = Maximum amount effort to get money
Exergy = Our Potency to get money
Emergy = Ho much money do we get in real
Exergy loss = How much money loss because we dont maximise our effort for getting
money.

Again, It is a matter of definition in Thermodynamic model.
Our understanding in engineering daily work is already implement this definition.

Btw, Emergy Term was introduce by Mr. Howard T. Odum, Enviromental and Energy
Accounting since 1997, and till know many engineering expert are "sceptic"
about that definition since they already understand about Energy and Energy
Loss.

What about you guys?


Tanggapan 22 :
Bambang Prihartono

Mengenai Emergy coba lihat paper dari Howard T. Odum di alamat : http://dieoff.org/page170.htm

Tanggapan 23 : Abel Hasballah

Mengingat masih simpang siurnya tentang pengertian emergy dan banyaknya pertanyaan2
ke saya melalui japri, maka berikut ini saya coba jelaskan sedikit mengenai
konsep dasar emergy tersebut, terutama menyangkut persoalan definisi. Semoga
bermanfaat.

Energy, Exergy dan Emergy

Energy adalah segala sesuatu yang dapat dikonversikan menjadi panas dan diukur
dengan satuan kalori. Ada juga yang mendefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan
kerja (akibat panas yang dilepaskan) engan satuan joule.

Sedangkan Exergy adalah energy yang dapat dibangkitkan dikurangi dengan yang
hilang (loss) ke lingkungan atau disebut juga sebagai kerja yang bermanfaat.
(John E. Ahern, The Exergy Method of Energy System Analysis. John Willey &
Sons, Inc., Canada, 1980)

Lain halnya dengan Emergy, yaitu energy yang telah digunakan baik secara langsung
atau tidak langsung untuk menghasilkan suatu produk atau jasa, yang diukur dengan
satuan emjoule. (Howard T. Odum, Emergy in Ecosystem, Theori and Application.
Willey, New York, 1986)

Energy dan Exergy merupakan nilai internal sedangkan Emergy merupakan nilai
eksternal. Misalnya, LNG dikatakan memiliki energy atau exergy, artinya yang
datang dari LNG itu sendiri, bila dikatakan memiliki emergy, artinya usaha/energy
yang telah diterima LNG tersebut dan menjadi miliknya (embodied). Asal kata
emergy adalah dari "embodied energy", kata emergy mulai digunakan
sejak Odum mendefinisikan kembali, sebelumnya masih menggunakan istilah embodied
energy. Kadang-kadang emergy disebut juga sebagai "energy memory"
karena mencatat dan menyimpan kejadian-kejadian sebelumnya.

Perbedaan mendasar antara konsep energy dan emergy

Energy ===> Proses Transformasi ===> Exergy
||
/
Loss Energy = Emergy?

Emergy ===> Proses Transformasi ===> Emergy

Pada konsep energy, bila energy tersebut mengalami proses transformasi membentuk
energy baru (exergy) ada sebagian energy yang hilang (loss) atau dikatakan energy
tersebut mengalami degradasi.

Sedangkan dalam konsep emergy, bila emergy tersebut mengalami proses transformasi
membentuk emergy baru, tidak dikenal dengan istilah "loss" atau degradasi
emergy.

Jadi jelas di sini, energy/exergy mengalami degradasi dalam proses transformasi/produksi
sedangkan emergy tidak.

Kenapa emergy tidak mengalami degradasi?

Kalau kita perhatikan gambar di atas, aliran degradasi (loss energy) dihilangkan
untuk aliran emergy, karena "loss energy" tesebut tidak sanggup/dapat
lagi melakukan kerja (emergy-nya sama dengan nol).

Dengan demikian, bila basis yang kita gunakan adalah emergy dalam mengalisis
sebuah sistem, maka hasilnya/nilainya lebih akurat bila dibandingkan dengan
yang berbasis energy/exergy. Karena EMERGY TIDAK MENGALAMI DEGRADASI atau
tidak dipengaruhi oleh lingkungannya.

Jadi jelas saya kira, bahwa konsep energy/exergy berbeda dengan konsep emergy.
Atau dengan kata lain, tinjauannya berbeda, dimana energy/exergy dilihat dari
sisi internal sedangkan emergy dilihat dari sisi eksternal.

Emergy lebih universal dibandingkan dengan energy ataupun exergy, sehingga
tidak hanya dapat digunakan untuk mengukur/menganalisi sesuatu yang berwujud
benda saja, tetapi juga dapat digunakan untuk mengukur/menganalisis nilai
jasa dan informasi. Dengan demikian emergy lebih tepat digunakan untuk menganalisis
sebuah proses/sistem yang melibatkan banyak jenis energy.

Sebagai contoh sebuah Plant + lingkungan disekitarnya. Misalkan kita ingin mendirikan
sebuah pabrik di suatu lokasi tertentu, nah ini perlu dianalisis terlebih dahulu
apakah tepat di lokasi tersebut dengan tinjauan ekonomi dan lingkungan, seperti
apa dampaknya terhadap lingkungan hidup. Dengan analisis emergy, konflik antara
kepentingan ekonomi dan lingkungan dapat dipecahkan atau dapat dicari titik
temunya/solusinya yang paling optimal.

Tanggapan 24 : Abel Hasballah

Ini menarik untuk dicermati oleh kita semua (maaf kalo sudah pernah baca) Dari
sini nanti ada kaitannya dengan EMERGY!
Semoga dapat menambah kepedulian kita terhadap EMERGY.

NEARLY EVERYONE IS WRONG!

Nearly everyone in the world (all governments, and all but a handful of scientists,
etc.) has accepted the economists’ perpetual-motion machine. Even the Energy
Information Administration (EIA) of the USA Department of Energy has no idea
how much energy is required to produce energy ("net energy"). Nor
does the EIA have any idea how long energy can be produced (peak")!

But even a child can understand that machines do not run on money – they run
on energy ("Daddy’s car needs gas!") — and available energy is a
prerequisite for producing more energy.

Once the truth is told, no one will ever believe that the energy experts in
the Clinton Administration were just too stupid to see it coming; too stupid
understand these simple energy principles that can be taught to a child…

SURPRISE!

The sudden — and surprising — end of the fossil fuel age will stun everyone
— and kill billions. Once the truth is told about gas and oil (it s just a
matter of time), your life will change forever.

Envision a world where freezing, starving people burn everything combustible
— everything from forests (releasing CO2; destroying topsoil and species);
to garbage dumps (releasing dioxins, PCBs, and heavy metals); to people (by
waging nuclear, biological, chemical, and conventional war); and you have seen
the future.

Envision a world utterly destroyed by a lethal education:

"Should we be taking steps to limit the use of these most precious stocks
of
society’s capital so that they will still be available for our grandchildren?
. Economists ask, Would future generations benefit more from larger stocks of
natural capital such as oil, gas, and coal or from more produced capital such
as additional scientists, better laboratories, and libraries linked together
by information superhighways? . in the long run, oil and gas are not essential."
— Nobel Laureate Paul Samuelson and William Nordhaus

"The problem is, of course, that not only is economics bankrupt but it
has always been nothing more than politics in disguise … economics is a form
of brain damage."
— Hazel Henderson

There are at least two ways an oil company can make money but lose energy:

1) financial subsidies (and thus, energy subsidies) upwards of $600 billion
a year http://www.igc.org/wri/media/lash_paris.html (or $1.5 trillion, according
to Norman Myers);
2) differences in energy "quality", and thus, price.

Read more at
http://dieoff.com/synopsis.htm