sebenarnya apa sih yang mendasari compo atau mini compo dengan berbagai
fasilitas mempunyai berbagai macam daya ? Apa sih kelebihannya ? Atau apa sih
gunanya Compo yang punya watt lebih gede ?Pertanyaan : (Alvin A)

Sebagai orang yang awam soal elektrikal, saya punya pertanyaan. Melihat iklan-iklan
di TV, sebenarnya apa sih yang mendasari compo atau mini compo dengan berbagai
fasilitas mempunyai berbagai macam daya ? Apa sih kelebihannya ? Atau apa sih
gunanya Compo yang punya watt lebih gede ?
Misal Compo merk anu type anu punya…1000 WPMPO, dan 2500 WPMPO…..7000 WPMPO,
terus apa sih definisi sederhana dari ‘si PMPO’ ini ? Apa si PMPO ini juga didasari
fasilitas si Compo itu, misalnya kekuatan treble dan bass, belum lagi daya cakram
laser utk multifungsi (VCD, DVD, CD, CDRW, dll…) . Terus kenapa kok cuma utk
compo saja dasar ‘PMPO’ ini saya banyak lihat, bukan utk yang lainnya. Satu
lagi dalam kerangka Hemat Energi, apa iya Watt PMPO ini berbanding lurus dengan
daya listrik yang diserapnya, perhitungan KWH meteran listrik misalnya ???


Tanggapan 1 :
(Nugroho Wibisono)

Pak Alvin,
Saya juga awam soal elektro, cuma pernah belajar sedikit dari orang elektro
sih… waktu beli speaker buat komputer di rumah..

Besarnya daya dari speaker audio yang dihasilkan biasanya dihitung dalam satuan
Watt, yang biasa disingkat "W". Tapi para vendor menghitungnya dalam
2 cara yang berbeda – "watt RMS" dan "watt PMPO". RMS singkatan
dari "Root-Mean-Square" (yg pernah belajar rangkaian elektrik dan
sodara2nya pasti pernah tahu), suatu persamaan yang secara matematis menghasilkan
hitungan yang akurat dan mempunyai arti dari daya output yang dhasilkan speaker.

PMPO sendiri singkatan dari "Peak Music Power Output", suatu istilah
yang dikreasi oleh orang2 marketing seolah-olah speaker yg mereka jual kelihatan
lebih "powerful" daripada kenyataannya..

Sebagai contoh, mana yang akan lebih berkesan : 10 watt RMS atau 250 watt PMPO?
kenyataannya, sebenarnya kita membicarakan speaker yang sama.. atau contoh trik
lainnya : "300 watt Four channel amplifier" sebenarnya mempunyai arti
150 watt RMS dibagi menjadi empat channel, atau 37.5 watt RMS per channel…
nah loo..

Tetapi mereka juga tidak sepenuhnya dapat disalahkan, karena ada beberapa metode
perhitungan daya (yg biasanya 1/2 atau kurang dari watt RMS, biasanya lhoo)

– Peak power
– Max power
– IPP – Instantaneous Peak Power
– PMPO – Peak Music Power Output
– dll

Mungkin segitu dulu.. kurangnya mohon ditambahi, lebihnya boleh disusuki, boleh
juga ga disusuki..

Tanggapan 2 : (Donald Panjaitan)

Saya sih tidak begitu paham dengan elektronik, tetapi setelah saya search di
internet dia bilang bahwa perbandingan antara real output (biasa disebut dengan
RMS = root mean square) dengan PMPO (peak music power output) bisa kita masukkan
dalam rumus sbb: PMPO = k * RMS; dimana k adalah faktor yang disamakan dengan
~ 20 Watts.


Tanggapan 3 :
(Astra Media)

Watt PMPO (peak music power output) diukur berdasarkan arus dan tegangan puncak
yang bisa dikeluarkan sebuah amplifier.dimana watt PMPO diukur tegangan peak-to-peak
kuadrat dibagi beban (Vpp2/R),sedangkan watt RMS itu dihitung Tegangan rms kuadrat
dibagi impedansi beban (Vrms2/R), Sedangkan pernyataan tanpa PMPO berarti daya
diukur berdasarkan arus dan tegangan rata-rata.

WPMPO itu 8 x total watt RMS.jadi kalo ada ampli 4 kanal, biasanya ditulis
4 x sekian watt RMS, sedangkan kalo PMPO ditulis penjumlahannya, jadi kelihatan
gede. Misalnya 4 x 50 watt RMS bakal ditulis 1600 watt PMPO,sehingga tidak heran
apabila PMPO memberikan angka kelihatan gede dan lebih bombastis. Maklum dikreasi
oleh orang2 marketing dengan meminjam istilahnya mas weby.

Tanggapan 4 : (Waskita Indrasutanta)

Benar sekali keterangan Pak Nugroho.

Saya tambahkan bahwa PMPO dikaitkan dengan Sound Pressure Level (SPL) yang
dihasilkan oleh perangkat melalui speaker-nya. Perangkat suara compo dengan
built-in speaker umumnya dinyatakan dengan PMPO. Perangkat suara component seperti
Audio Amplifier umumnya dinyatakan dalam W RMS, karena SPL yang dihasilkan tergantung
dari efficiency speaker (SPL/WRMS) yang dipasangkan. Dengan perkataan lain,
bisa saja sebuah system dengan W RMS rendah
menghasilkan PMPO yang besar atau sebaliknya, tergantung efficiency dari speaker
yang dipergunakan. Umumnya speaker dengan kualitas suara tinggi (Hi-Fi) mempunyai
efficiency rendah.

Perhatikan kata ‘peak’ pada PMPO, yang berarti peak power sebelum terjadi clipping.
Spec W RMS umumnya adalah daya output maximum yang bisa dihasilkan oleh amplifier
pada distorsi tertentu. Artinya, amplifier bisa memberikan daya sebesar W RMS
rating pada tingkatan distorsi yang masih bisa diterima.