Bagi rekan-rekan yang familiar dengan standar tsb diatas, apa dalam standar tsb
diatas disebutkan bahwa seluruh sistem proteksi (antara lain temperatur switch)
pada sebuaf mesin Diesel dari sebuah diesel fire pump harus ditiadakan ?
Pertanyaan : (Humala Oloan)

Bagi rekan2 yang familiar dengan standar tsb diatas, apa dalam standar tsb
diatas disebutkan bahwa seluruh sistem proteksi (antara lain temperatur switch)
pada sebuaf mesin Diesel dari sebuah diesel fire pump harus ditiadakan ???

Tanggapan 1 : (Sutrisno)

Pak Oloan,
Setahu saya, tidak pernah ada standard yang ‘meniadakan’ system proteksi untuk
unit.
Kalau yang di NFPA dengan engine driver, barangkali salah satu proteksi yang
dibutuhkan high temperature for engine coolant dan high temperature oil. Keduanya
biasanya berfungsi alarm indication bahkan fungsi trip. Saya yakin keduanya
pasti perlu ‘temperatur switch’.

Tanggapan 2 : (Puji Mulyo)

Nimbrung pencerahan,
Begini Pak, saya punya satu jockey pump, l ectrical fire pump, dan 2 diesel
fire pump, Jockey pump start stop untuk maintain pressure sekitar 10 bar, jika
tidak mampu maka Electrical fire Pump akan mem-back up running. Adakah protecksi
(dari NFPA) yang mengatakan Electical fire pump OFF selain karena internal protection
dari Temperature engine coolant dan oil temp. ?


Tanggapan 3 :
(Restoto)

Pak Oloan,
Sepengetahuan saya, dalam NFPA-20 untuk Engine Driver, menyebutkan bahwa engine
harus dilengkapi dengan al; indikasi (alarm) untuk low oil pressure, high jacket
coolant temp., battery failure maupun overspeed trip. Tetapi indikasi2 tsb.
tidak men-shutdown kan engine, kecuali overspeed tadi. Keguanaan alarm tsb.:;
pada saat weekly run test, jika ada kekurangan akan segara diketahui, sehingga
fire pump tadi benar2 ready to fighting. Jadi, jika ada big fire, biarkan pump/engine
running terus meskipun engine akan rusak karena high temp, low oil pressure,
etc…..

Mungkin teman2 yg lain ada yang mau menambahkan……….

Tanggapan 4 : (Sutrisno)

Pak Puji,
Saya agak rancu menangkapnya.
Mengenai status OFF, pada NFPA-20 paragraph 7-3.6 External Operation berbunyi
‘All switching equipment for manual use in connecting or disconnecting or starting
or stopping the motor shall be externally operable’.
Jadi selain internal proteksi (Locked Rotor Overcurrent Protection), semua mesti
external operation (manual).
Mengenai proteksi untuk electrical facility bisa merefer ke NFPA-70. Ada yang
bisa melengkapi atau koreksi.

Tanggapan 5 : (Suharyo Haryono)

Pak Oloan,
Kebetulan saya pernah mengurusi commissioning dari Firewater pump di sebuah
proyek untuk Conoco Phillips Belanak.

Firewater pump harus selalu standby dalam kondisi AUTO dimana semua engine
self protection akan di bypass/di nonaktifkan.

Dalam kondisi emergency dan self protectionnya ON (dalam hal ini Temperature
switch), jika engine overheating maka engine akan mati dan tidak ada lagi supply
firewater. Nah lho?….

Oleh karena itu di Firewater pump, dalam kondisi AUTO, semua self protection
diby pass untuk menjamin tersuplainya firewater. Dalam mode MANUAL, atau TEST
(jika ada) semua proteksi ON.

Mending mana, pumpnya yang rusak (setelah api padam) atau plant/platformnya
ludes?

Mohon dikoreksi jika ada kesalahan,


Tanggapan 6 :
(Achmad Dahlan)

Om Humala,
Kebetulan saya ada Hardcopynya NFPA20 hanya karena konon kabarnya tidak boleh
dicopy (undang-undang Hak Cipta) nanti kita baca bareng-bareng. Masalah Fire
pumps dibahasnya di NFPA20 dan NFPA850. Hasil baca-bacanya nanti
kita share di milis ini.

Tanggapan 7 : (Pudji Mulyo)

Pak Sutrisno,
Trimakasih banyak Pak, kalau melihat kalimat ‘Stopping the motor shall be externally
operablbe ‘ ini sepertinya adalah suatu ketentuan bahwa human interface dibutuhkan
pada event manual operation. Bagaimana dengan Auto operation ?
Oh ya.. maaf Pak saya tidak punya NFPA standard, Adakah anda punya NFPA-20 paragraph
7-5.x yang mungkin berelasi dengan hal yang kita bicarakan. Trimakasih atas
pencerahannya.