Alkisah PT. BARU MUNCUL FABRICATOR mendapat job order dari pabrik pembuat bumbu masak yaitu PT. MASAKKU. dimana ada salah satu equipmentnya AMONIAK TANK harus mengalami recertification ke DISNAKER (d/h DEPNAKER) yang mengalami siklus 5 tahunan untuk pemeriksaannya.

CASE – STUDY : (Farid Moch. Zamil – PT. MECO INOXPRIMA – SURABAYA)

Dear All rekan-rekan.

Alkisah PT. BARU MUNCUL FABRICATOR mendapat job order dari pabrik pembuat bumbu masak yaitu PT. MASAKKU. dimana ada salah satu equipmentnya AMONIAK TANK harus mengalami recertification ke DISNAKER (d/h DEPNAKER) yang mengalami siklus 5 tahunan untuk pemeriksaannya. Hal ini sesuai dengan PERMEN NO : Per. 01 / MEN / 1982 TENTANG BEJANA TEKAN dan dipertegas didalam PASAL 14 AYAT 7 yang berbunyi : DENGAN TIDAK MEMBEDAKAN BEJANA TEKAN YANG DAPAT ATAU TIDAK DAPAT DIPERIKSA DARI DALAM JANGKA WAKTU PENGUJIAN ULANG TIDAK BOLEH LEBIH DARI 5 (LIMA) TAHUN. Perlu diketahui Tank tersebut dibuat tahun 1991. Dimana spesifikasi Tank adalah Sbb :

Design Pressure 18 Kg/cm2. dengan Operation Pressure 12 Kg/cm2 Volume 80 m3 NH3 Liquid Dia. Tank 2800 mm & Panjang Tank 13000 mm tebal dinding shell 25 mm dan tebal head 28 mm material CARBON STEEL A. 516 Gr.70 setting Safety Valve 14 . Standard Spesifikasi pembuatan ASME SECT. VIII DIV. 1 Edition 1989 Add. 1990.

Alkisah Mr. Ir. Matdroi M.A Msc. ( M.A = Madura Asli) sbg QA/QC Manager PT. BARU MUNCUL FABRICATOR meeting dengan Mr. TAK KASIH MURAH dari Div. Maintenance PT.MASAKKU untuk membicarakan teknis pelaksanaan inspeksi. Setelah disepakati Ir. Matdroi M.A menugaskan stafnya Ir. Harapan Seger untuk melakukan inspeksi pada equipment tsb Ir. Harapan Seger arek Beji – Pasuruan mempunyai segudang sertificate WI + WE, PV Migas NDE (RT, PT/MT, UT ASNT LEVEL II) DNV.

dari hasil pemeriksaan disimpulkan:

  1. Telah terjadi korosi pada bagian bawah shell sepanjang 2000 mm.
  2. Pada bagian korosi tersebut terjadi pengurangan tebal sehingga dinding shell menjadi min. 20.mm kalau menurut perhitungan tidak masuk.
  3. Pada bagian Nozzel dinyatakan masih layak Memenuhi persyaratan.
    Dari data teserbut bahwa Tank tersebut perlu dilakukan repair pada bagian yang mengalami pengurangan tebal.

Alkisah Mr. Tak Kasih Murah tidak mau mengeluarkan biaya yang terlalu banyak dikarenakan budgetting tidak mecukupi. Akhirnya Ir. Matdroi M.A & Ir. Harapan Seger memberikan solusi :

  1. Melakukan redisegn dengan mengkalkulasi agar penurun tebal tsb masih masuk dalam perhitungan shell dimana pertimbangannya bahwa setting pressure valve disett 14 kg/cm2 sehingga tidak signifikan didalam operasinya.
  2. Melakukan buttering pada bagian yang korosif tersebut.
    Yang jadi pertanyaan kedua engineer tsb apakah ada dampak hazardnya pada tank teserbut ? setelah dilakukan metode repair dgn dua metode tsb ??????

Salam TIADA SETERANG API HARAPAN KMI & MILIST MIGAS TETAPI TIDAK SETERANG DAN SETAJAM APINYA PENGELASAN.

Salam
(Farid Las / Welding)

Tanggapan 1 : (Ramzy S.A – PT. RADIANT UTAMA – JAKARTA)

Pa Farid, kayanya belum ada yang kasih komentar, jadi karena akhir tahun kegiatan agak turun saya mau coba urun rembuk.

Menurut saya re-calculation itu sebaiknya dilakukan setelah buttering, dan perlu juga dianalisa butteringnya pakai apa ada yang menggunakan sejenis epoksi atau buttering dengan diisi las.

Kemudian tempat penipisan itu terjadi juga harus dianalisa, kenapa dilokasi tersebut dan seharusnya dilakukan corrective action, misalkan ada flow dalam tanki yang tidak merata, baru kemudian setelah itu dilakukan dianalisa ulang probability of failurenya, dan konsekuensi apabila terjadi failure. Nah setelah itu baru diketahui tingkat resikonya dan berdasarkan tingkat resiko
dan probability of failure ditentukan metoda inspectionnya sebagai langkah preventive.

Tetapi kalau melihat dari service didalamnya amoniac termasuk dalam kategori high risk Perihal diturunkan tekanan sih boleh2 saja tapi belum tentu solusi karena penipisan yang tidak merata akan terus terjadi

Wassalam
Ramzy

Download artikel selengkapnya di bawah ini