Saya pernah membaca pada sebuah journal welding disebutkan bahwa polymeric composite dapat dibedakan menjadi PARTICULATE REINFORCED, FIBER REINFORCED ATAU LAMINATE yang jadi pertanyaan saya apakah ketiga jenis composite ini mempunyai persamaan didalam spec materialnya dan bagaimana tinjauan dari sisi sifat mekanisnya ?

Pertanyaan : (Farid Moch. Zamil – PT. MECO INOXPRIMA – SURABAYA)

Dear Pak Agus
Saya pernah membaca pada sebuah journal welding disebutkan bahwa polymeric composite dapat dibedakan menjadi PARTICULATE REINFORCED, FIBER REINFORCED ATAU LAMINATE yang

jadi pertanyaan saya apakah ketiga jenis composite ini mempunyai persamaan didalam spec materialnya dan bagaimana tinjauan dari sisi sifat mekanisnya ?

Salam
Farid ( Las / Welding )

Tanggapan 1 : ( Fauzan.Musaddiq@cii-bcd.co.id )

Saya mau coba-coba mengingat-ingat kembali apa yang saya tahu tentang komposit, mungkin ada yang bisa komentar masih valid gak apa yang sata tahu.

Komposite merupakan gabungan dua jenis atau lebih material secara Fisik (bukan kimia), dimana yang satu berfungsi sebagai penguat/pengikat terhadap yang lain (reinforced). Sebenarnya Composite ini sudah dikenal cukup lama bahkan sejak zaman Mesir kuno, hal ini bisa dilihat dari banguna-bangunan peninggalan mereka yang terbuat dari lumpur dan mendapat penguat dari batang/kulit gandum. (penguat), secara sederhana contoh material komposit adalah pada dinding coran rumah/gedung yang merupakan gabungan antara batu/besi dan semen/pasir.

Seiring dengan kemajuan zaman, untuk mengoptimalkan nilai efisiensi terhadap suatu produk maka dimulailah suatu pengembangan terhadap material, dan para ahli mulai menyadari bahwa material tunggal/homogen memiliki keterbatasan baik dari sisi mengadopsi design yang dibuat maupun kondisi pasar. Maka bermunculanlah composite material yang penamannya disari atas salah satu nama material pembentuknya (glass untuk FRP dan graphite untuk GRP).

Jadi jika ingin membuat FRP, dapat dilakukan dengan cara merekatkan serat-serat (fibers) gelas yang bentuknya kurang lebih seperti sapu ijuk namun memiliki tingkat kehalusan yang tinggi dengan menggunakan epoxy (ini nama teknis–kalo dipasaran namanya macam2 lho) yang berfungsi untuk merekatkan serat (fibers) glass yang satu dan yang lain, sehingga akhirnya didapat satu lapisan (ply) FRP yang bentuknya seperti tikar jika menggunakan fibre jenis woven (anyaman) namun karena prasyarat kekuatan belum terpenuhi, maka dibuat beberapa lapisan dengan menggabungkan bebrapa ply (laminate) sehingga menjadi suatu material composite yang utuh FRP.

Sebenarnya penggunaan komposit tidak hanya diterapkan dalam dunia migas dan manufacture saja, dalam dunia penambalan gigi pada sa’at ini komposite sudah mulai menggeser material konvesional (homogen) jenis komposite yang digunakan disini bukan jenis fibre tapi particulate (partikel/impurities)……………bahkan dalam istilah extrim tulang-belulang manusia itu adalah komposite(?)

Dalam banyak literature menyatakan bahwa dengan penggunaan komposite maka akan menghemat banyak biaya, hal ini akan dimungkinkan jika penghitungannya didasarkan dalam jangka panjang. …………………….sebagai contoh adalah penggunaan FRP untuk pemipaan, sebagai contoh kita ambil nama pasaran adalah bonstran (mungkin pak Teddy– bisa komentar lebih jauh soal ini), jika kita instal saving cost yang dihitung adalah secara keseluruhan mulai dari shipping sampai konstruksi di lapangan dan live time yang bisa dicapai termasuk maintenance. ……………mungkin sekian dulu buat perkompositan mudah2an ada yang bisa nambahin buat membuka diskusi buat dunia komposit yang maha luas ini….jadi besok-besok boklet migas untuk material komposite bisa cepet jadi dan sekalian bisa mengarah ke sifat-sifat mekanis yang ditanyakan oleh pak farid.

Download rangkuman selengkapnya pada bagian bawah artikel ini.