Penjelasan yang terdahulu telah disebutkan THERMOPLASTIC dibagi menjadi 2 (dua) type AMORPHOUS & SEMICRYSTALLINE dari penjelasan yang terdahulu saya ada sedikit keracuan dimana disebutkan thermoplastic itu ada yang amorphous juga semicrystalline, semakin ke semicrystalline, perubahan akibat glass transition temperature juga semakin kecil, artinya semakin susah dibentuk kembali..

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia – Des 03 s/d Jan 04

Pertanyaan : (Farid Moch. Zamil – PT. MECO INOXPRIMA – SURABAYA)

P. Agus
Sorry Pak baru pagi ini saya bisa memulai lagi diskusi ini :
Penjelasan yang terdahulu telah disebutkan THERMOPLASTIC dibagi menjadi 2 (dua) type AMORPHOUS & SEMICRYSTALLINE dari penjelasan yang terdahulu saya ada sedikit keracuan dimana disebutkan thermoplastic itu ada yang amorphous juga semicrystalline, semakin ke semicrystalline, perubahan akibat glass transition temperature juga semakin kecil, artinya semakin susah dibentuk kembali….

Padahal kalau kita ingat AMORPHOUS sendiri mempunyai ciri welding dimana CRITICAL TEMPERATURE terjadi pada GLASS TRANSITION (Tg) sedangkan SEMICRYSTALLINE CRITICAL TEMPERATURENYA di melting temperature dalam hal ini apakah melting temperature pada semicrystalline itu sendiri mendekati glass transition atau pada glass transition ?

Didalam teori welding composite untuk surface preparation NONTRANSFERABLE MOLD RELEASE FREKOTE 34 mungkin P. Agus bisa menjelaskan pengertian dari teori ini?

Salam
(Farid Las / Welding)

Tanggapan 1 : (Agus Trilaksono – PT. DIRGANTARA INDONESIA – BANDUNG)

D/h, Pak Farid

pada dasarnya kalimat ‘semakin ke semicrystalline, perubahan akibat glass transition temperature juga semakin kecil, artinya semakin susah dibentuk kembali…….’ merupakan hipotesa pribadi dikarenakan adanya varian data yang cukup banyak terhadap Tg yang berbeda-beda pada tiap material – apakah ini dikarenakan adanya degree of crosslinkednya ??? – harusnya saya tulis kata-kata hipotesa untuk memudahkan pengertiannya (sorri ya Pak Farid). Tapi yang jelas Tg tidak sama dengan Tm, hanya pada semicrystalline prilaku Tm hampir sama dengan prilaku Tg (kira-kira begitu).

Sementara untuk NONTRANSFERABLE MOLD RELEASE FREKOTE 34, dulu release agent yang diberikan pada permukaan tool, pada saat parts diangkat ternyata release agent tersebut ikut di permukaan part, ini menyulitkan saat proses cleaning dilakukan (parts mengalami proses lebih lanjut, misalnya, painting atau juga adhesion) terutama untuk parts yang besar. Jika di bersihkan dengan cairan kimia, beberapa parts mengalami masalah pada compactibilitynya. Maka frekote inc. membuat release agent yang bersifat nontransferable, dikarenakan saat release agent diberikan, mengalami proses curing, akan kering, mengeras, dan tangguh (toughness), sehingga hampir tidak ada yang menempel di parts, dan bisa segera dilakukan proses selanjutnya, misal, painting atau adhesion. Kira-kira begitu gambarannya. tapi kalau frekote 34 …. ini merek dagang.

Agus trilaksono