Kalau ditemukan engine block yang terbuat dari besi cor crack yang panjang 100 mm, bagaimana kita merepair engine block tersebut dengan welding. Apakah bisa.? Kalau bisa, jenis welding apa yang cocok? Teknik weldingnya (tidak ada rootnya)?Bagaimana menghilangkan Stress nya?
Pertanyaan : Novembri Limo Singkek

Ada pertanyaan dari teman saya di GL.
Kalau ditemukan engine block yang terbuat dari besi cor crack yang panjang 100mm,
bagaimana kita merepair engine block tersebut dengan welding. Apakah bisa..?
Kalau bisa :

  • Jenis welding apa yang cocok?
  • Teknik weldingnya (tidak ada rootnya)?
  • Bagaimana menghilangkan Stress nya?

Tanggapan 1 : Iwandana Soendoro

Sebagai orang awam mengenai welding, pernah ada yang bilang kalau untuk engine
block (seperti block engine mobil) menggunakan las "babet".
Saya kurang mengerti bahasa teknisnya dan artinya.
Mohon juga pencerahannya

Tanggapan 2 : Darmayadi (download file : Kawat_las_untuk_Cast_Iron.pdf)

Pak Novembri,
Utk engine bock yang terbuat dari besi cor dapat di las dengan kawat las Cast
Iron.
Prosedur nya yang paling utama adalah mencari sumber crack nya. Cara mencarinya
dengan membongkar crack yang ada dengan elctrode gouging. Bongkar hingga tidak
ada lagi crack. Jika cracknya cukup dalam maka dibuat suatu las melintang yang
tujuannya adalah untuk menghentikan proses crack.

Kemudian baru di las dengan elctrode Cast Iron. Electrode untuk cast iron ini
ada 3 jenis, 99% Nikel, 55% nikel dan 99% Fe. Nah, mana yang cocok? Kalau saran
saya coba dulu dengan yang 99% Fe, disamping harganya lebih murah, juga lebih
cocok untuk matrerial yang kotor.

Ini dulu tanggapan dari saya, mungkin teman lain yang ada pengalaman bisa bantu.

Tanggapan 3 : Ismail Sabandi

Untuk cast iron bisa di-repaire dengan elektrode yang mempunyai kandungan Nikel
tinggi akan tetapi tidak semua besi cor bisa dilas apalagi kadar karbonya (grafit)
semakin tinggi sangat sulit di las. Misal product electrode eutectic dengan
nama merek Xuper-244 (NiMnC) bisa menjadi solusi untuk engine block repire anda.
Selamat mencoba.

Tanggapan 4 : Winarto

Dear Novembri,
Untuk mengelas besi tuang (welding of cast iron) perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut:

  1. Tentukan dulu jenis besi tuangnya (biasanya ada pada specification),apakah
    besi tuang kelabu (grey iron) yang biasanya di kodekan dengan FC20,FC35 , dst
    atau besi tuang nodular (nodular cast iron) yang FCD40, FCD60,dst. biasanya
    untuk engine blok terbuat dari dua jenis material tersebut.
  2. Mengenai kemampulasan (weldability) dari besi tuang urutannya adalah yang
    paling mudah dilas (good weldability) adalah Besi tuang nodular, selanjutnya
    yang sedikit agak sult besi tuang mampu tempa (malleable CI), besi tuang kelabu
    (Grey CI). Sedang besi tuang putih (white cast iron) adalah besi tuang yang
    tidak bisa dilas sama sekali. Perlu diperhatikan pula bahwa struktur matrik
    (struktur mikro besi tuang) juga mempengaruhi weldability-nya: yang paling mudah dilas adalah struktur feritik (F), kemudian yang sedikit agak sulit adalah perlitik (P), bainitik(B) dan paling sulit martensitik(M). Sedangkan cementit adalah
    struktur yang tidak bisa di las.
  3. Metoda pengelasan yang sering dipakai umumnya adalah stick welding (SMAW), las MIG (GMAW) dan Las Flux Cored (FCAW).
  4. Mengenai pemilihan kawat lasnya (Filler Wire) umumnya yang paling baik adalah menggunakan kawat nikel atau yang agak sedang ferro nickel (Fe-Ni) dan kawat nickel tembaga (Ni-Cu) sedang yang agak murah biasanya dipakai kawat besi tuang (CI) atau kawat Baja (Fe). Mengenai kawat las-nya bisa menghubungi Pak Ir.Darmayadi di PT. Adhireksa Inticor.
  5. Mengenai persiapan sambungan (joint preparation), biasanya daerah yang retak
    di daerah block mesin dilakukan pengeboran di ujung retakannya agar retakan
    tidak menjalar saat di las. Selanjutnya dibuat groove (parit) diantara kedua
    ujung retakan yang telah di bor (lubangi) untuk ditambal dengan kawat las tsb
    diatas.
  6. Sebelum dilas umumnya disarankan untuk dilakukan Pemanasan awal (preheating)
    umumnya sekitar temperatur ruang s/d 300 derajat celcius tergantung jenis besi
    tuangnya dan struktur matriksnya, hal ini untuk mencegah retak las dan juga
    perlu menjaga temperatur antar pass (interpass temperatur) maksimumnya 650 derajat
    celcius. Sedangkan perlakuan panas setelah pengelasan (PWHT) disarankan untuk
    pengelasan yang cukup tebal, hal ini ditujukan untuk mengeliminir residual stress
    (tegangan sisa) setelah pengelasan.

Demikian keterangan yang bisa kami berikan mungkin ada masukan lainnya dari
praktisi lapangan (welder specialist) yang lebih spesifik untuk kasus blok mesin
untuk bisa menambahkan.

Tanggapan 5 : Dirman Artib

Pak Darmayadi,
(Ma’af saya tidak mengerti secara detail standard ASME IX atau AWS D1.1, )

Nah, kalo untuk besi cor……………… Design WPS-nya bagaimana ya (apa
perlu)?
Apa perlu didukung PQR (apa perlu)? Kemudian bagaimana kualifikasi welder ?

Tanggapan 6 : Darmayadi

Pak Dirman,
Kebetulan saya juga tidak begitu akrab dengan ASME IX atau AWS D1.1 (Hanya sekilas
untuk kepentingan dagang aja ). Tapi kalau saya boleh kasih pendapat, bahwa
AWS D1.1 tidak membicarakan tentang pengelasan Besi cor.

Nah, pengalaman saya selama ini, jika proses repair terutama untuk repair block
mesin atau rumah pompa yang terbuat dari besi cor, maka prosedur standar tidak
ada. Namun disini yang banyak berperan adalah pengalaman dari si welder ditambah
dengan kecocokan dalam memilih kawat lasnya.

Jadi prosedur pengelasan yang digunakan biasanya prosedur yang terdapat pada
brosur kawat las yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Kemudian kualifikasi
weldernya juga belum pernah saya dengar apakah ada atau tidak ada.

Mungkin ini yang bisa saya sampaikan, mungkin teman milis yang lebih mengerti
bisa menambahkan atau mengkoreksi apa yang telah saya sampaikan.