Mau tanya, untuk menjaga agar keutuhan lereng tidak terganggu bagaimana
caranya, terutama pada lereng alam yang agak berbatu? Ada tidak aturan untuk bench berapa besar dan tingginya sehingga kelonsoran dapat diminimize? Terus tanda2 akan ada longsor itu apa ya… secara visual?

Pertanyaan : Tamtam

Mau tanya, untuk menjaga agar keutuhan lereng tidak terganggu bagaimana caranya,
terutama pada lereng alam yang agak berbatu?

Saya di sini, grasberg open pit mine, agak kewalahan karena lereng dipaksa
berdiri telanjang dengan kemiringan hampir 50 derajat dengan ketinggian 15-30m
atau lebih.

Teman2 ada tidak aturan untuk bench berapa besar dan tingginya sehingga kelonsoran
dapat diminimize.

Terus tanda2 akan ada longsor itu apa ya… secara visual.

Tanggapan 1 : Donny Simorangkir

Wah…wah…wah….kok bisanya ‘single bench’ 15-30 m dan kemiringan hampir
50 derajat berdiri telanjang..:)Ini sih jelas-jelas melanggar aturan keselamatan
kerja, bukannya masalah kewalahan apa ngga lagi. Sayang anda tidak menjelaskan
detail apa litologi batuan yang dimaksud, sebab kalau litologi (jenis batuan)
yang kuat mungkin tidak masalah.

Yang anda tanyakan itu semua sudah ada kriterianya, baiknya buka-buka lagi
buku tentang : Geoteknik, Slope Stability, dan yang berkaitan dengan itu.

Ada kok aturan teknis dan kriteria yang jelas tentang : Tipe longsoran (Circular,
Planar, Bidang) , kriteria terjadinya longsoran (sudut lereng, joints, sudut
geser dalam, spand time, dsbnya). Kita juga harus tahu dengan baik tipe struktur
geologi yang ada (kekar, patahan,joint) dan juga arahnya (strike/ dip) di lokasi
yang dimaksudkan, lalu biasanya bisa diketahui safety factor, kemungkinan longsoran
yang mungkin terjadi, bahkan kapan (berapa lama waktu terjadinya) jika tanpa
penguatan.

Tanggapan 2 : Anung Hernawan

Pak Sugeng,
Ini untuk sementara…detail ada di buku, sorry.
Untuk kondisi tersebut anda harus me-reffer ke standar geotechnical dulu.
Ada standard kestabilan lereng dll yang harus diacu.

Ada buku "standard kestabilan lereng" yang biasa digunakan oleh ahli
tambang (mine engineer) mungkin anda harus mencarinya di sana.

Faktor trigger longsor :

  1. penetrasi air :sehingga perlu dipikirkan mengurangi tingkat penetrasi air
    ke dalam lereng.
  2. run-off : sehingga perlu didesain untuk dapat mengalirkan air permukaan selambat
    mungkin dan dibuat guludan dan atau kemiringan bench ke arah dalam untuk mencegar
    air di atas lereng mengalir ke arah lereng
  3. potensi getaran activitas di atasnya.

Untuk memonitoring:

  1. Anda cukup membuat 2 patok control untuk setiap monitoring point.
    Ukur secara rutin jarak keduanya, kalau bertambah berarti ada pergerakan.
  2. Amati ciri visual lain dengan melihat tanda retakan di permukaan lereng dan
    amati bekas alur aliran air apakah sesuai yang kita desain (tidak ada aliran
    air yang arahnya membahayakan lereng tersebut)

Aspek penutupan atau covering (tanaman/non tanaman) merupakan tindakan lanjutan.
Bisa digunakan Hydroseeding sebagai alternatif penutupan permukaan lereng.