CWD adalah proses membor sumur langsung diikuti dgn running casing tanpa
harus mengeluarkan drilling assy. Keuntungannya? Tantangannya?
Pertanyaan : Ronny Siregar

Saya sedang mempelajati tentang Casing While Drilling (CWD).
Ada yang bisa membantu?

Tanggapan 1: Doddy Samperuru

CWD adalah proses membor sumur langsung diikuti dgn running casing tanpa harus
mengeluarkan drilling assy. Keuntungannya:

  1. Mengurangi drilling flat time: krn sekarang tidak perlu trip-out drill strings
    & trip-in casing strings.
  2. Casing lebih bisa diset ke depth yg dituju (dgn catatan driling bisa sampai
    ke TD).
  3. Casing lebih mudah melalui "troublesome zones", seperti water flows,
    shear zones, fluid loss zones, dsb.: krn sekarang casing bisa langsung diset
    pada saat drilling.
  4. Mengurangi keharusan memulai membor dgn hole berukuran besar, krn sekarang
    ukuran casing bisa didesain lebih ramping.
  5. Krn hole size lebih kecil, jumlah lumpur & semen bisa relatif lebih sedikit.
  6. Drilling safety lebih baik.
  7. Pada akhirnya, bisa mengurangi drilling cost & well cost.

Tantangannya:

  1. Bagaimana caranya mengganti drill bit (kalau harus diganti). Kalau bit aus
    harus ditrip out & bit baru ditrip in, prosesnya harus cepat & reliabel.
  2. BHA jenis apa yg paling efektif ?
  3. Casing connection: apakah thread, weld atau dua2nya, mengingat beban torque
    & compressive load yg diterima casing akan besar.
  4. Formation evaluation: krn sekarang tak ada lagi open-hole, semuanya cased
    hole, sementara pada umumnya formation evaluation logging tools didesain utk
    open-hole. Oleh sebab itu, LWD (Logging-While-Drilling) sangat direkomendasikan.
    Utk coring, prosesnya harus serentak pada saat drilling.
  5. Teknik penyemenan, harus dimodifikasi krn sekarang ada BHA utk drilling.
  6. Rate-of-penetration: minimal harus sama dgn konvensional ?
  7. Pada saat penggantian BHA, casing harus mampu diputar & dikocok-kocokan,
    juga lumpur harus bisa disirkulasi.
  8. Well testing: harus dilakukan di open-hole zone.
  9. Drilling rig harus dimodifikasi utk bisa melakukan CWD (harus bisa dipasang
    wireline winch, memerlukan Top-drive dgn BOP yg terintegrated dgn BOP wireline,
    block & crown yg khusus, dsb.).
  10. Retrieving BHA banyak dilakukan oleh wireline. Sistem wireline tsb harus
    reliabel.
  11. Human resources: semua personnel yg terlibat harus ditraining terlebih dahulu.

Di kita, CWD dulu menjadi standard utk pemasangan production liner utk re-entry
side-track di lapangan Arun (Mobil Oil). Bapak2 dari drilling Arun tentu banyak
mempunyai pengalaman lapangan yg boleh dishare.

Other questions ?

Tanggapan 2 : Budi P. Kantaatmadja PhD

Pak Doddy,
Interesting comment on Casing While Drilling (CWD). Good comment. Saya ada tambahan
sedikit diluar dari CWD.
Menurut saya, CWD work best hanya untuk pemboran sumur produksi saja, dimana
pengambilan data sumur yang komplet sudah kurang diperlukan lagi, seperti misalnya
pengambilan data pressure (MDT), DST, Numar (CMR), image
data, shear sonic, dll. Data ini sebetulnya sangat penting dan sangat berguna
untuk reservoir engineers dan geoscientists, yaitu untuk reserve calculation,
reservoir simulasi, revise geological map, identify OWC (Oil Water Contact),
dll.

Menurut saya, untuk Formation Evaluation, open-hole logging tool masih merupakan
tool yang terbaik dibanding LWD. Meskipun banyak tool baru dengan improved technology
LWD akan segera dikeluarkan, seperti Schlumberger X-Sonic.

Contoh, dengan lubang sumur diatas 60 derajat, resistivity dari LWD membacanya
masih kurang akurat yaitu dengan adanya (banyak)/ter-record horn2 ( tanduk2)
di lapisan yang berbeda jauh resistivitynya (sand dan shale). Memang banyak
juga improvement di LWD ini seperti pembacaan density log. Dahulu di wash-out
interval, pembacaan density tidak dapat dipakai (tidak valid) karena adanya
effect dari mud. Sekarang dengan adanya 16 section di tool LWD Density, kita
bisa pilih pembacaan / density yang betul.

Selain itu, Pressure Test WD tool juga masih belum populer dilakukan di LWD.
Yang saya tahu, tool ini saja baru akan dikeluarkan oleh Schlumberger dipertengahan
tahun 2004 ini. Correct me if I am wrong. Memang ada 2 perusahaan lain yang
bisa melakukan pressure test WD ini. Tetapi jadi tidak satu paket dengan pembacaan
logging yang lainnya. Yang pasti akan lebih mahal well costnya yaitu adanya
tambahan dari rig time cost dan logging cost, ya karena dipisah tsb. Begitu
juga dengan Numar dimana masih belum dapat dilakukan di LWD technology sekarang
ini, yaitu karena adanya/banyak noise dari mud fluid. Numar technology tergantung
sekali dari ion hidrogen dalam pembacaan waktu T1 dan T2 nya. Numar banyak menolong
waktu mengevaluasi reservoir yang mempunyai irreducible Sw tinggi karena dapat
menentukan moveable fluid dengan akurat.

Tanggapan 3 : Ronny Siregar

Masih tetap dengan CWD, teknologi ini bisa banyak mengatasi hole problem, bagaimana
dengan masalah bila ada pitfall di situ, masih bisa kita tembus?

Tanggapan 4 : Doddy Samperuru

Pak Ronny Siregar,
pitfall boleh terjadi pada konvensional drilling atau CWD. Cuman dgn CWD, casing
lebih bisa diset in place, better & easier. Kalau secara konvensional, ada
kemungkinan casing stuck pada saat running in. Inilah salah satu kelebihan dari
CWD.

Tanggapan 5 : Sudarno Mahram

Apakah sistim CWD ini juga bisa berlaku pada shallow well, mohon penjelasan?

Tanggapan 6 : Doddy Samperuru

Pak Mahram,
CWD boleh dipakai hampir di setiap macam well; deep or shallow, vertical or
deviated. Cuman utk shallow well, perbedaan cost antara metode konvensional
vs CWD secara teori tidak akan begitu signifikan. Krn wellnya shallow, trip
out drill strings & trip in casing strings relatif akan cepat. CWD akan
membawa banyak manfaat utk deep well atau deepwater well dgn daily-rate offshore
rig yg sangat costly. Utk shallow well, CWD bisa bermanfaat kalau misalnya,
banyak zone bermasalah (seperti yg sudah saya sebutkan contohnya). Jangan lupa,
CWD punya tantangannya ersendiri, misalnya: engga semua rig bisa melakukannya,
butuh hardwares yg custom-built, dsb.

Secara konsep, sebetulnya CWD sama sekali tidak baru. Di tahun 1950-an, di
onshore sudah sering sumur dibor menggunakan tubing di bagian production zonenya.
Tubing tsb ditinggalkan begitu saja sesudah mencapai TD & lalu
disemen. Dgn semakin berkembangnya teknologi E&P, sejak belasan tahunan
terakhir, CWD semakin populer krn terbukti sanggup memberikan solusi beberapa
common challenges di bidang drilling.

Tanggapan 7 : Ronny Siregar

Metode CWD saat menggunakan top drive tentunya casing juga akan ikut berputar
saat membor. Namus saat menggunakan directional motor assembly (untuk directional
drilling) casing tidak berputar melainkan diselipkan saja
(slid) tanpa berputar. Bagaimana bila kita menggunakan mud motor? tentunya slid?

Tanggapan 8 : Doddy Samperuru

Pak Ronny,
di CWD, ada dua klasifikasi berdasarkan apakah sang casing berputar atau tidak
pada saat drilling:

1. NCR-No Casing Rotation
A. Bit atau under-reamer diputar oleh mud motor yg dirun dari dalam casing/liner.
B. Seperti A tapi mud motor di latch ke bottom joint dari casing. Utk retrieve
mud motor memakai slickline.

2. CR-Casing Rotation
A.1. Mirip 1A di atas. Casing diputar oleh drillpipe lewat casing spear.
A.2. Mirip 1A. Casing juga diputar oleh mud motor.
A.3. Bit & casing diputar oleh drill pipe dari permukaan. Bit boleh diretrieve
pakai drill pipe lewat internal casing atau ditinggal di dalam hole.
A.4. Mirip 2A3 tetapi memakai slickline utk retrieve, bukan drill pipe.
B.1. Casing diputar dari drill floor. Bit atau under-reamer dirun & retrieve
memakai slickline.
B.2. Mirip 2A5 tetapi dikombinasikan dgn mud motor.

Dimana:
A: Casing/liner dibawa pakai running tool lewat drill pipe dari permukaan
B: Casing di running dari permukaan

Utk deviated well, tentu NCR yg akan dipakai & menggunakan drill pipe.

Unocal Indonesia telah berpengalaman ngerun 13" casing dgn metode CWD
1B. Sedang Mobil Arun 7" & 9 5/8" liner dgn teknik 2A1 & 2A2.