Apa efek Heat Input pada proses pengelasan, baik terhadap Base Metal atau hasil pengelasannya itu sendiri?Pertanyaan : Herman Antono

Mohon pencerahan,
Apa efek Heat Input pada proses pengelasan, baik terhadap Base Metal atau hasil
pengelasannya itu sendiri?

Tanggapan 1 : Ade Hendra

Yth. Pak Herman,
Heat input atau energi per unit length pada proses pengelasan akan berpengaruh
pada microstruktur lasan dan HAZ terutama nilai hardness dan impact. Heat input
yang terlalu tinggi akan menyebabkan hot cracking, dan yang terlalu rendah akan
menyebabkan cold cracking apalagi ditunjang dengan kemungkinan adanya hydrogen
absorption.

Heat input yang ideal untuk pengelasan bergantung pada banyak factor, diantaranya
jenis material, ketebalan material, jenis kampuh las,welding proses dll. Kadang
-kadang untuk mempercepat proses pengelasan, diberikan heat input yang tinggi.Namun
ada beberapa hal yg harus diperhatikan berkaitan dengan heat input,diantaranya
menjaga preheat dan temperature cooling time. Untuk menentukan preheat dan cooling
time bisa dilihat dari berbagai standar. Satu parameter yang bagus untuk menentukan
cooling time ini yang disebut T(8/5), artinya waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan
temparatur lasan dari 800°C-500 °C,untuk beberapa jenis steel (fine
grained,quenched and tempered) T(8/5) adalah 10-25 s.

Jika T(8/5) terlalu kecil hardness pada HAZ terlalu tinggi (ada nilai maksimum)
dan Jika terlalu besar impact strength terlalu rendah (ada nilai minimum).
Sekian, semoga bisa membantu.

Tanggapan 2 : Darmayadi (file : Heat_Input)

Kebetulan saya punya satu artikel sederhana yang menerangkan tentang apa itu
Heat Input.
Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab pertanyaan rekan Herman Antono dan sebagai
bahan bacaan buat rekan lainnya.
Jadi mohon tolong agar bisa di upload ke milis.