Ada yg bisa share tentang Saturation Exploration (SX) technology dari Unocal yg kabarnya bisa banyak menekan drilling cost?

Pertanyaan : Paulus

Ada yg bisa share tentang Saturation Exploration (SX) technology dari Unocal
yg kabarnya bisa banyak menekan drilling cost?

Tanggapan 1 : Doddy Samperuru

Pak Paulus,
sepertinya kunci dari SX ini adalah subsea BOP yg diletakkan di surface (di
atas permukaan laut). Keuntungannya, R/U & R/Dnya lebih cepat. Lebih mudah
pindah ke sumur berikutnya. SX drilling campaign (drilling, log & abandon)
yg mulai digelar Unocal di tahun 1996 di lepas pantai Kaltim ternyata banyak
memecahkan rekor dunia (pada waktu itu). Salah satunya, membor sumur tercepat
menggunakan semisub (Sedco 602). Sumur ketiga (Attaka #36, 5,630ft) diselesaikan
hanya dalam waktu 3,31 hari saja. Cost bisa ditekan sampai 30% !

Tanggapan 2 : Priyo

Wah bantu urun rembuk nih,
Selain perubahan paradigma yang disampaikan , realisasi pelaksanaan pemasangan
jangkar tambat kapal pemboran (semisubmersible) juga dirubah artinya dipasang
lebih dulu oleh kapal kecil yang lain sehingga bagitu kapal pemboran yang tarifnya
mahal tadi sampai dititik lokasi langsung dipasang (tidak memakan waktu lama).makanya
operasi movingnya cepat dan ongkosnya relatif murah.

Tanggapan 3 : RDP

Dari sisi explorationist (aku :), SX merupakan perubahan paradigma. Pergeseran
paradigma ini adalah dari paradigma lama bahwa mengebor sumur adalah untuk membuktikan
asumsi ada tidaknya minyak dalam sebuah jebakan, menjadi paradigma baru bahwa
mengebor sumur merupakan bagian dari "mencari data" (data acquisition).

Salah seorang teman Drilling Engineer Unocal (Pak Arifun) yg saat ini sudah
menjadi DE internasional staffnya Unocal di Houston, pernah crita ke saya bahwa
perubahan paradigma ini dapat dilakukan karena Unocal memiliki record dunia
yang terbaik di bidang drilling technology. Salah satunya subsea BOP, drill
smaller size, bit selection, casing program, logistic, mud planning, pressure
prediction dll. Semua itu akhirnya bermuara dalam drilling speed dan ujungnya
cost yg murah karena dalam satuan waktu (perday) sewa rig merupakan biaya yang
termahal dalam operasi oil anda gas industri.Yang tidak kalah penting adalah
testing yg menggunakan wireline, bukan dengan DST. karena DST memerlkan waktu
serta biaya casing yg mahal. Padahal sumur eksplorasi di offhore itu seringkali
ditinggalkan (abandoned), berbeda dengan didarat bahwa sumur eksplorasipun akan
dipakai utk sumur produksi nantinya.

Dengan mengebor secara cepat dan murah, maka dalam jumlah lubang sumur yg dibor
akan jauh lebih banyak dan memungkinkan Unocal dapat memecahkan records2 dunia
itu. Sederhana saja, berapa jumlah sumur eksplorasi yg di bor Unocal di Mahakam
? … bandingkan dengan pemain lainnya misalnya Total, Mobil Oil dll yg pernah
ber"main" di daerah offshore yang sama ini. Mungkin kalau dihitung Unocal
telah melakukan pengeboran/drilling sampai ratusan sumur eksplorasi di sini.

Bagaimana dengan eksploration dept?
Perlu diakui bahwa SX merupakan sebuah strategy "drilling driven"
ini akan dominan di Unocal. Org-org eksplorasi (G&G)nya tentunya akan keteteran
kalau tidak bisa mengikuti irama driller Unocal.Sampai selesei sumur itu di
bor (rig-released) seringkali belum diketahui apakah sumurini discovery atau
enggak, karena evaluasinya belum selesei dilakukan. Berbeda dengan kumpeni lain
yang masih
dengan paradigm konvensional dimana langsung bisa sorak2 atau lunglai ketika
selesei ngebor (rig released).

Mungkin saja success rationya tidak sebagus kalau studinya dimatangkan dulu,
wong prospects yang belum "matang" saja berani di bor. Dan belum beraninya
ini disebabkan karena biasanya para G&Gnya "keenakan" melakukan
studi, studi dan studi terus sampai membuat descision dan memutuskan untuk mengebor
di lokasi tertentu (atau malah ngga jadi ngebor :).

Namun kalau kita hitung cost benefitnya, sangat mungkin saja SX ini jauh lebih
"menguntungkan". Misalnya dihitung "cost of discovery" untuk
perbarrelnya (mungkin temen di Unocal bisa crita soal ini).

Bagiku (yg hanya mengamati Unocal dr jauh ini), SX merupakan terobosan baru
dan perubahan paradigma bahwa drilling itu tidak hanya untuk membuktikan "ada
tidaknya" minyak dalam sebuah jebakan, namun melakukan pengeboran adalah
juga untuk "mencari data". Ini yang disadari para driller Unocal namun
juga membantu G&G dalam usaha Exploration and Production.

Btw, aku masih sangsi apakah strategi ini masih berlaku utk operasi di darat
? Seandainya anda punya Rig sendiri sehingga biaya drillingnya murah seperti
Exspan (Medco), maka strategy SX bisa saja dipakai untuk mendongkrak produksi.

Sedikit kritik buat Unocal adalah soal "keberaniannya" yang sangat
mungkin mengakibatkan mereka sendiri jadi teledor sehingga beberapa kali mengalami
accident. Termasuk kemaren ketika platform terbakar juga kantor yang terbakar
beberapa tahun yang lalu. Mungkin saja ini ngga ada hubungannya tetapi karena
"mental" berani ini juga mempunyai sisi negatif yg harus dibayar.

Dibenakku SX bukan sekedar drilling technology tetapi lebih banyak ke corporate
strategy. "Ngebor" itu bukan sebuah proses taruhan, "ngebor"
itu sebuah usaha pencarian 🙂

Tanggapan 4 : SLS

Saya sependapat dengan Sdr, Rovicky bahwa SX technology ini merupakan technologi
pemboran yang murah bahkan amat sangat murah dibandingkan dengan pemboran konvensional
dan technologi ini sudah diperkenalkan dibanyak forum termasuk IPA. Technologi
tsb juga sudah dipresentasikan di BPPKA. Tentu saja sangat didukung karena menguntungkan
negara. Sepengetahuan saya pemboran tidak bisa berjalan sendiri, menentukan
lokasi pemborannya sendiri, namun harus didukung oleh tim lain termasuk G&G
dan Subsurface. Dengan demikian G&G nya Unocal tentunya tidak enak2 saja
Konsep bahwa pemboran selain cari migas juga mencari data subsurface saya kira
sudah lama diterapkan, namun pemboran yang hanya mencari data subsurface , saya
belum pernah dengar atau bagi saya kedengaran aneh, wong kegiatan utamanya cari
migas.

Mengapa TOTAL dan Perusahaan lain tidak menggunakan technologi tsb, tentunya mempunyai
alasan2nya terutama Safety Factor . Unocal pernah mengalami blow out pada 1997
di platformnya dekat Mahakam akibat melakukan pemboran horizontal melalui platform
tersebut, TOTAl kehilangan rignya yang ambles total pada tahun 1984 pada saat
membor di Handil Mahakam.
Kondisi delta memang lain dibandingkan yang bukan daerah delta, karena ternyata
banyak sekali gas pocket terdapat disana yang mungkin tidak terdeteksi oleh survey
seismik maupun hazard survey dg shallow seismic. Technologi SX ini seingat saya
adalah kreasi Pak Sawolo cs dedengkotnya drilling Unocal saat itu, (tenaga nasional
lho, sekarang apa masih di Unocal ?). Teman2 dari Unocal maupun Total tentunya
dapat menjelaskan lebih rinci.

Tanggapan 5 : RDP

pemboran selain cari migas juga mencari data subsurface saya kira sudah lama
diterapkan, namun pemboran yang hanya mencari data subsurface , saya belum pernah
dengar atau bagi saya kedengaran aneh, wong kegiatan utamanya cari migas.

Sederhana mas,
Most of exploration well will be plugged and abandoned, not for production so
the well would not be completed for production. Ini hanya berlaku untuk sumur
eksplorasi di offshore saja. Jadi jelas sekali sumur yang ini tidak untuk diproduksi
kan ? Jelas dong tujuannya akhirnya mencari minyak namun dalam hal sumur
eksplorasi offshore ini adalah mencari "informasi" dimana minyak itu
berada.

Mungkin, itulah sebabnya disebut "Saturated Exploration" – atau SX.
Yang tentunya bukan hanya drilling technlogy saja, tetapi aku yakin kalau itu
"dilling driven exploration strategy". Yg di Unocal crita-crita donk
… 🙂

Tanggapan 6 : Dirman Artib

Rekan RDP,
Dari paparan yang anda berikan, lebih kepada bagaimana UNOCAL menjadi ahead
dalam technology drilling, tetapi bukan makin mendekati bagaimana sebenarnya
technology SX itu bisa lebih handal dari yang non SX (lihat subject diskusi).

Apakah anda bisa menjelaskannya dengan memberikan perbandingan antara technology
SX dan non-SX (technology yg lain).
Saya dan kami, dari kalangan awam thd. Technology pengeboran sangat menunggu
penjelasan yang lebih terarah. Saatnya "bor"menge"bor" ,
jangan hanya Inul yg bisa nge-"bor " ya gak ?

Tanggapan 7 : RDP

Wow … semestinya bukan aku yg kompeten utk bercerita soal technologi yg termasuk
dalam SX ini. Aku ini cuman G&G yg "hanya" mengamati SX dari luar
saja.
Hanya saja di mataku SX bukan sekedar drilling technology, tetapi "drilling
driven strategy". Tolong dibedakan antara "technology" aspek
dalam sebuah "strategy" perusahaan. Aku ndak tahu banyak soal technology
drilling yg diaplikasikan dalam SX ini. Orang drilling engineer tentunya mengerti
bagaimana soal drillingnya, SX ini menyangkut banyak aspek looh bahkan bagian
logistics support juga jangan dilupakan dalam SX strategy ini looh … :). Satu
aspek saja yg amburadul dan menjadikan lamanya proses pengeboran maka "time
value" nya bisa-bisa jadi ambyar dah … 🙁

Kebetulan ketemu artikel ttg SX technology dari Unocal.

"Creating Value–People, Processes and Technology A Unocal Perspective
" Brian W. G. Marcotte – President Unocal Indonesia Company

Ini sebagian ulasan dari artikel tsb :

=== start quote : ====
SX originally meant "Saturation Exploration" because the concept was
to increase the number of exploration wells drilled by significantly lowering
the cost to drill each well. However, over the past several years, SX has evolved
away from its simple origin to being an operational philosophy and process.
SX now stands for a total team effort where a number of steps in the operations
process are done extremely well. Teamwork, well design, mooring technology,
bit choices, mud systems, pressure profile predictions are all part of "the
system". We also concentrate on gathering the "right" data at
the right time. We do not test every exploration well that finds hydrocarbon
and we don’t test the first well on a structural discovery.

We are meticulous in our approach, and environmental and safetyissues are taken
extremely seriously. The "right" data is defined asthose data that
will affect future decision making. Simply stated, we don’t try to get all the
information we might desire–at least on the first well–but we will get all
the information we need. Processes are in place to make the exploration and
operations as safe and
effective as possible, but remain flexible enough to allow the team to move
forward and improve as experience develops.
== end quote ===

Pidato ini dibawakan sewaktu SPE Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition
September 9-11, 2003 di Jakarta, Indonesia

Tanggapan 8 : Paulus

….We do not test every exploration well that finds hydrocarbon and we don’t
test the first well on a structural discovery…..

Kalimat di atas ini agak sedikit membingungkan. kalau tidak melalui testing,
bagaimana kita tahu zone interest (yg ketahui dari hasil logging) tsb memang
benar2 flow hydrocarbon?

Tanggapan 9 : RDP

Lah jawabannya ada di kalimat setelah itu gitu loh … 🙂

The "right" data is defined asthose data that will affect future
decision making. Simply stated, we don’t try to get all the information we might
desire–at least on the first well–but we will get all the information we need.

====

Kalau Mas Arifun dulu crita gini, "There always be ‘a second well’ for
exploration discovery". Dia mbalah nantangin aku, "Apakah mnurutmu
kamu cukup yakin hanya
dengan satu sumur utk menghitung reserves ?, I will give you data bit by bit,
but not everything on single well".

Disini aku baru nyadar soal "value of information" in relation with
"value of time" and finally "value of money"

Di operasi drilling ini kita musti berpikir "time cost money".

Tanggapan 10 : SLS

Teknologi SX pemboran, dipergunakan oleh Unocal karena mereka telah mempunyai
bejibun data subsurface baik data seismik yang telah dilakukan puluhan tahun
, data pemboran dari ratusan sumurnya mulai dari Miang Besar, Mirah Besar, West
Seno ,sekitar Mahakam ( Attaka Field) hingga Sepinggan.Waktu teknologi ini dilahirkan
Mirah Besar sedang atau belum dibor sedangkan West Seno belum dibor.
Atas dasar data subsurface yang banyak tersebut (saturated) , para ahli Subsurface
, G&G Unocal melakukan SX Pemboran tsb.Saya sependapat dengan anda bahwa
ini merupakan " drilling driven exploration technology" Jelas mereka
cari migas karena telah mempertimbangkan success rationya juga.Tentunya rekan2
Unocal yang dapat memberikan data statistik hasil SX pemborannya.Itupun kalau
tidak confidential.
Seperti Pak RDP sampaikan memang demikian ada tanda2 migas yang meyakinkan langsung
mereka mem,bor lagi untuk sumur produksinya. Pada tahun 1996 Unocal melakukan
40 studi UKL/UPL artinya mereka akan membor 40 sumur eksplorasi. Dengan demikian
menurut saya teknologi SX bagus untuk offshore yang telah banyak memiliki data
bawah permukaan. Saya ingin menyaksikan Unocal mempunyai daerah lepas pantai
yang baru di Indonesia dan melakukan SX .

Tanggapan 11 : Paulus

wahh…aku masih bingung euyy… jadi, pada saat di-declare bahwa well yg di-bor
ternyata gas atau oil discovery, andaikata tidak ada testing, trus dasarnya
apa?

Tanggapan 12 : Priyo

Jangan Bingung atuh Pak Paulus,
Unocal tetap mengambil sampel hidro carbon melalui MDT sehingga temp, pressure
sudah ada data permulaan, logging konventional tetap dilakukan jadi data yang
belum diperoleh hanya permiabilitas.
Terus pemboran yang dilakukan dengan slim hole drilling (monobor) sehingga sank
costnya nanti tidak terlalu besar tapi kepastian data di daerah tersebut ada
hidrokarbo, atau data yang lain yang dapat dipakai untuk pemelajaran selanjutnya.
Prinsipnya dryhole cost, dan plug abandon. Teknologi yang lain adalah sub sea
BOP dirubah menjadi surface BOP tentunya kontruksi alat permukaan dirancang
dengan perubahan sedikit, terus anchoringnya juga dengan metoda dipasang lebih
dulu dengan kapal kecil jadi operating costnya bisa susut dalam arti murah.

Jadi intinya "SX" digunakan untuk pencarian data dan pemetaan secara
cepat karena ngebornya juga kilat, tahapan berikutnya structure yang terbukti
menyimpan hidrokarbon tersebut diteliti lebih lanjut melalui pemelajaran dan
kalau perlu dilakukan 3 D, sebelum dikembangkan.

Tanggapan 13 : Muchlis Nugroho

Metode ini ramah lingkungan gak?
Assumsi saya kalau sering-sering ngebor terus ditinggal aja kan akan banyak
lobang, banyak rongsokan, dan kemungkinan perubahan ekosistem sebagai akibat
pengeboran. Ngebor cara begini perlu ada amdal-nya gak sih?
Sori kalau dirasa agak ngelantur, maklum bukan orang upstream……

Tanggapan 14 : Priyo

Kalau pertanyaannya ramah lingkungan ???, akan dijawab tentu pak karena semua
kegiatan tersebut tetap dibatasi oleh aturan yang berlaku……..mengenai yang
bolong bolong dicegah dengan aturan plug abandon, sehingga rongsokannya kagak
ada.

Tanggapan 15 : Paulus

Jadi utk exploration well yg kelihatan ada hidrokarbonnya (info dari fluid
sample atau conventional logging), tidak ada informasi flow rate-nya yah (karena
tidak ada testing)? Karena tidak ada testing, berarti tidak ada yg bisa main2
transient analysis yah? Atau memang utk exploration well (dgn indikasi adanya
hidrokarbon) tidak perlu main transient analysis dulu?