Bila ingin mencopy 2 file; satu jpeg (Image), satu lagi xls (Excel), karena floppy disk rusak, option yang ingin dicoba adalah mencopy file tersebut ke memory digital camera (karena tidak punya USB Flash Drive). Kira2 memungkinkan nggak ya hal tersebut dilakukan? Apa ada impactnya ke memory card. (bisa atau tidak-nya).
Juga, memory card di PDA, itu apa bisa digunakan/ di compile sebagai memory
digital camera atau sebaliknya, karena slotnya mirip. Pertanyaan : Bahrun Najib

Buat rekan2 yang mungkin pernah punya pengalaman yang sama, mohon bantuannya,
mungkin bisa membantu teman saya ini :
Dia ingin mencopy 2 file; satu jpeg (Image), satu lagi xls (Excel), karena floppy
disk rusak, option yang ingin dicoba adalah mencopy file tersebut ke memory
digital camera (karena tidak punya USB Flash Drive). Saya sendiri belum pernah
mencoba, kira2 memungkinkan nggak ya hal tersebut dilakukan? Apa ada impactnya
ke memory card. (bisa atau tidak-nya).

Juga, memory card di PDA, itu apa bisa digunakan/ di compile sebagai memory
digital camera atau sebaliknya, karena slotnya mirip. Maaf sebelumnya, saya
sudah cukup lama tidak subscribe ke milist IT yang relevant, itu sebabnya saya
email ke Migas, mohon bantuan rekan2 IT untuk hal ini.

Tanggapan 1 : Eka Sutresna

Mas Najib.
Bisa. Flash memory, apapun bentuknya (SD, MMC, CF, etc), pada prinsipnya ya
hanya sebuah media penyimpanan. Apakah kemudian dia dimanfaatkan oleh digital
camera ataupun sbg pengganti disket, tidak masalah. Yang perlu diperhatikan
adalah usage cycle dari memory flash tsb.

Saat ini saya juga gunakan demikian. Saya punya CF 128 MB yang saya gunakan
di Digital Camera. Tapi di lain waktu kalau saya butuh untuk mentransfer dari
dari PC/Notebook ke PC/Notebook yang lain, saya pakai juga.

Tanggapan 2 : Bahrun Najib

Trims mas Eka,
Saya sendiri berfikir, logikanya seperti itu, hanya saja saya urung untuk mencobanya
terlebih dahulu, karena dulu saya pernah menggunakan program file recovery untuk
flash memory camera, message pertanyaan-nya saya lupa, (sepertinya option type
of memory) saya keliru. Maksudnya mau recovery image, malah image yang ada hilang/
seperti format. (Mau coba lagi takut problem dengan memory-nya).
Semoga menjadi pelajaran buat rekan2 sekalian, untuk memastikan kondisi seperti
diatas.

Tanggapan 3 : Eka Sutresna

Mas Najib,
Satu hal yang lupa saya kemukakan adalah soal file system.

Kemungkinan, image recovery yang kemudian menyebabkan data hilang adalah karena
filesystem incompatibility antara computer (PC) dengan digital cameranya. File
system itu sendiri, yang popular adalah FAT, FAT32, dan NTFS. Kalau mau memasukkan
filesystem dari keluarga Linux/UNIX, masih ada lagi, misalnya UFS. Khusus untuk
kamera digital, saya pernah membaca bahwa ada kamera digital yang punya file
system yang native. Artinya, hanya bisa dibaca oleh kamera tsb atau dibaca melalui
software yang khusus dibuat untuk membaca filesystemk tsb.

Begini kasusnya:
Kamera: menggunakan file system tertentu, mensupport satu/beberapa file systems
PC (dalam hal ini Operating System): menggunakan file system tertentu, mensupport
satu/beberapa file systems

Yang dimaksud `mensupport` juga bisa kita bagi-bagi lagi, misalnya hanya bisa
read, write, dll.

Contoh kasus:
Digital kamera menggunakan native filesystem dari vendor kamera tsb. Kemudian,
flash memorynya dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam flash memory drive untuk
bisa ditransfer ke PC. Nah di sini, maka PC (Operating System) tidak akan bisa
mengenali/membaca flash memory tsb. Secara fisik dikenali, tapi tetap dikenali
sebagai belum terformat. Lain halnya kalau dibaca dengan menggunakan software
yang disediakan oleh vendor kamera tsb. Tapi tentu saja koneksinya harus melalui
kamera juga, tidak bisa hanya mencabut flash memorynya dan dipasang di flash
memory drive.

Paling simpel sih gini: Harddisk (tepatnya: partisi) yang diinstall Linux, tidak
bisa dibaca oleh MS Windows. Kenapa? Karena filesystem Linux beda dengan Windows.
Datanya sebetulnya tidak rusak, hanya saja harddisknya (partisi) tidak dikenali
oleh windows sehingga otomatis datanya juga tidak terbaca. Windows akan melaporkan
harddisk (partisi) sebagai belum terformat dan akan menawarkan untuk memformatnya.
Kalau diformat, ya sudah, bablas wes ewes ewes.

SEpertinya ini yang terjadi pada Mas Najib dahulu. Barangnya (media fisik) sama2
harddisk, tapi karena perbedaan file system dan sistem operasi, mempengaruhi
keterbacaan dari media fisik tsb. Sama saja dengan Memory Flash.

Tanggapan 4 : Bahrun Najib

Trims, Mas Eka malahan menjelaskan dengan panjang lebar. Jadi ingat, sepertinya
kasus saya tadi karena system recovery file tadi menggunakan beberapa metoda,
FAT, FAT 32, dll tersebut, cuman saya keliru, yang mana yang sesuai untuk MMC
card tadi. Sebelumnya (option methode) tadi juga ada 3 option : Logical drive,
physical drive dan file, mungkin juga saya keliru di option yang 3 ini (Logical
dan Physical), sehingga impactnya, MMC seperti di format.

Yang saya masih ingat benar, adalah sebelum direcovery masih ada image, setelah
direcovery malah ilang image file-nya. Kalaupun recovery-nya berhasil, karena
yang direcover adalah file yang masih ada tadi (penyimpanan terakhir).

Tanggapan 5 : Waskita Indrasutanta

Untuk menyimpan file pada camera memory card (CF/MD, SD/MMC, SM, MS, dsb) dari/ke
PC, kita perlu menggunakan ‘card reader/writer’ untuk jenis camera memory card
tersebut, melalui serial atau USB. Kalau langsung melalui serial atau USB ke
camera belum tentu bisa. Saya sarankan membuat folder baru pada root, yang lain
dari yang dipergunakan oleh camera untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,
supaya file asing tidak dibaca oleh camera waktu memory dikembalikan ke camera.

Memory Card pada PDA umumnya sama dengan yang dipergunakan pada camera dan
bisa interchangeable asalkan tipenya sama (CF/MD, SD/MMC, SM, MS, dsb). Camera
dan PDA membuat format agak berbeda, biasanya hanya foldernya saja
yang berbeda. File tidak perlu di-compile karena oleh Card Reader/Writer file
dibuat seakan-akan ditulis atau dibaca dari disk. Bisa menggunakan Windows Explorer
biasa setelah Card Reader/Writer dikenal oleh PC dan plug&play sudah install
drivernya.

Card Reader/Writer bekerja seperti Flash Disk, hanya saja memory-nya bisa diganti-ganti,
sedangkan flash disk fixed. Malahan ada Card Reader/Writer yang bisa multitype,
tetapi saya belum pernah coba menggunakan lebih dari satu memory pada satu Multitype
Card Reader/Writer.

Tanggapan 6 : Bahrun Najib

Terimakasi Pak Waskita,
Yang saya pahami menurut penjelasa mas Eka dan pak Waskita adalah, bisa untuk
copy file/ image dari PC ke MMC Camera dan diambil lagi di PC (dengan koneksi
USB). (kembali melihat kepada jenis dan type MMC yang di Camera).
Tidak lupa juga untuk driver dari masing2 MMC/ Camera ataupun MMC PDA.

Yang saya dan teman saya ingin pastikan adalah seperti diatas, sehingga file
jpeg dan file xls (2 file) tadi tidak masalah, bisa di access/ diambil di PC
yang ke-dua denga tidak ada problem.

Berarti intinya adalah kompatibilitas driver untuk ‘card reader/ writer’ dari
masing2 MMC.

Maaf, sekali lagi ini terfikirkan karena teman saya tersebut tidak punya USB
Flash drive, kalau dengan USB Flash Drive, saya kira tidak ada masalah.

Untuk pemakaian MMC card dari PDA ke Camera atau sebaliknya, kesimpulannya
juga berarti bisa (Ini juga refer kepada type, model dari masing2 MMC tadi untuk
proses interchangeable dari MMC tersebut) juga kompatibilitas dari masing2 driver,
yang bisa kita lihat di manualnya.

Sedikit lupa, pertanyaan saya ini untuk system under Windows, bukan Unix/ Linux
dsb.

Tanggapan 7 : Adi Harjono

Sebenarnya buat semua media penyimpanan file apa saja tidak bermasalah asalkan
kapasitasnya memadai dan tidak di protect… khusus untuk media yang include
didalam hardware tertentu seperti didalam hape, camera dll.
Kadang oleh manufacture di protec dari file2 yang tidak diinginkan ….jadi
kalo pengen semua card tadi bisa untuk data sebaiknya menggunakan card reader
… jadi card tadi tidak dibaca oleh aplikasi bawaannya tetapi oleh pihak ketiga
.. lain lagi kalo cardnya menyatu didalam hardware nya … tentu tergantung
kepada hardware tersebut bisa apa enggak untuk data

Tanggapan 8 : Dodiono

Pengalaman saya bisa Pak, memory card di Digital Camera disa menyimpan file
dalam format apapun (fungsinya sama dengan hardisk), hanya kapasitas untuk memberi
nama file terbatas (di kamera saya hanya 8 digit), jadi bila nama file-nya panjang,
otomatis akan truncated.