Mohon pencerahan, apakah pipeline untuk liquid transportasi yang baru disyaratkan untuk di purging dengan menggunakan Nitrogen setelah dewatering air hydrotestnya selesai? (saya lihat di ASME B31.4 tidak diatur).
Apakah cukup dengan cleaning saja dengan menggunakan foam pig? dan bisakah foam pig untuk cleaning setelah dewatering itu didorong langsung dengan menggunakan liquid (condensate)?
Pertanyaan : Syam Tawakkal

Mohon pencerahan, apakah pipeline untuk liquid transportasi yang baru disyaratkan
untuk di purging dengan menggunakan Nitrogen setelah dewatering air hydrotestnya
selesai? (saya lihat di ASME B31.4 tidak diatur).

Apakah cukup dengan cleaning saja dengan menggunakan foam pig? dan bisakah foam
pig untuk cleaning setelah dewatering itu didorong langsung dengan menggunakan
liquid (condensate)?

Kalau ada metode lain yang bisa dipakai mohon di sharing.

Tanggapan 1 : Satio Braskoro

Pak Syam,
Purging diperlukan jika pipeline yang baru tidak akan langsung dipakai (misalnya
dibiarkan dulu selama beberapa bulan, karena sesuatu hal). Jika pipelinenya
langsung dipakai, maka purging tidak diperlukan.

Tanggapan 2 : Hasanuddin

Pak Syam,
Setahu saya, pipeline yang dipakai untuk liquid transportation (petroleum) tidak
diperlukan purging setelah dilaksanakan dewatering. Purging biasanya dilakukan
untuk gas pipeline.

Purging adalah untuk membersihkan sisa-sisa "kotoran" yang mungkin
masih tertinggal pada pipeline. Lazimnya, yang dikategorikan sebagai kotoran
dalam hal ini adalah udara (untuk menghindari kemungkinan resiko pembentukan
campuran eksplosif antara oksigen dan gas).

Untuk transportasi liquid, apabila diperlukan suatu metode pembersihan setelah
dewatering (pasca hydrotest), dapat dilakukan dengan drying (asumsi saya, telah
dilaksanakan flooding dan cleaning sebelum dilaksanakan hydrotest). Manfaat
drying adalah menghindari formasi hydrate pada saat pipeline in service dan
untuk mendapatkan maksimum level H20 yand ditentukan oleh end user/customer.
Untuk itu pipeline harus dikeringkan sampai tercapai nilai dew point yang diinginkan.

Beberapa metode drying yang dapat dipakai adalah: vacuum drying, drying dengan
menggunakan sirkulasi dry air dan drying menggunakan sirkulasi dry natural gas.
Metode yang umum dipakai pada pipeline adalah metode vacuum drying.

Urutan prosedural dan langkah aplikasi metode ini meliputi: pumping, vaporization,
desorption dan diakhiri dengan flushing with super dry air. Sedangkan equipment
yang dipakai adalah vacuum pumps dan ejector (compressed air).

Tanggapan 3 : Abdul Kohar

Pak Hasanudin,
Jika setelah dewatiring, dan dilanjutkan dengan vacuum drying, apakah bisa dijamin
100% tidak ada udara yang terperangkap dalam line pipe tersebut, apakah udara
yang terperangkap tersebut tidak berbahaya, dan tidak menyebabkan corrosive
pada pipe tersebut.

Tanggapan 4 :

Udara yang terperangkap tidak bahaya jika ianya benar-benar kering… dew point
dibawah -10degC

Tanggapan 5 : DAM

Saya kira anda musti hati hati menyebutkan nilai "kering" disini,
jika yang anda maksud dew point di bawah -10degC sementara operasi anda di daerah
Alaska yang rata rata temperaturnya -20degC upaya anda akan sia sia. Jikapun
di Indoensia anda musti berhati hati karena kadar udara kering di pagi hari
dan siang hari itu bisa berbeda (berdasarkan pengalaman saya di lapangan), karena
sifat zat kan dipengaruhi oleh sifat/kondisi ambiennya.

Jika yang anda maksud udara kering yang terperangkap tidak akan bereaksi dengan
gas atau minyak (dengan Fire) saya kira anda salah…. usaha yang paling manjur
adalah membuat kandungan udara yang bercampur dengan dengan minyak/gas berada
sejauh mungkin diluar area explosion limit gas/minyak yang bersangkutan (dibawah
LEL atau diatas UEL). Maka menurut saya para pakar pembersih dan pengering pipeline
sejatinya musti belajar tentang UEL dan LEL ini.

Tanggapan 6 : Hasanuddin

Pak Kohar,
Dijamin 100% tidak ada udara yang terperangkap, dalam pelaksanaannya sulit dilakukan
karena venting line (sebagai tempat pengukuran % udara/oksigen sisa) hanya dipasang
di tempat2 tertentu (as agreed). Hal ini terutama untuk pipeline yang mempunyai
kontur ekstrem dan beragam. Untuk piping system, 100% free dari udara yang terperangkap
mungkin bisa diterapkan.
Dan saya kira (mungkin) belum ada pipeline owner yang mempersyaratkan kriteria
100% free dari udara yang terperangkap.

Batasan yang lazim dipakai berkisar 4-8% saja. Semisal 5% disepakati sebagai
acceptance criteria, data yang diukur dari venting line dibeberapa sudah point
cukup bisa merespresentasikan nilai yang dispesifikasikan.

Kalo ada yang salah, mohon dikoreksi.

Tanggapan 7 : Satio Braskoro
(file : Precommisionin_FlowChart)

Pak Syam dan Pak Hasanuddin,
Penjelasan Pak Hassanudin ini bagus sekali, terutama penjelasan mengenai drying.

Penjelasan mengenai "purging" saya kok jadi bingung ya (maaf lho Pak)?
Apa mungkin yang Pak Hasanuddin maksudkan adalah "nitrogen vacum purging"
ya?

Penjelasan "purging" sendiri menurut saya ada di e-mail saya yang
sebelumnya. Saya rasa yang Pak. Syam maksudkan dengan purging sendiri adalah
nitrogen vacum purging, seperti yang sudah dijelaskan oleh Pak Hasanuddin.

Saya kirim attachment mengenai salah satu option dari Precommisioning Flow Chart
(hanya dua lembar) lewat mas Budhi, mudahan2 berguna.

Tanggapan 8 : Hasanuddin

Maksud saya memang nitrogen vacuum purging. Thanks pak atas koreksinya.


Tanggapan 9 :
Eky Sunardi (file : Pipeline_Drying)