Apakah NaOH ini sama dengan Sodium Hidrosikda, atau sama juga dengan Soda Api?
Apabila sama dengan Soda Api, saat ini kami memiliki dalam bentuk padat padahal yang dibutuhkan adalah dalam bentuk cairan, bagaimana cara pencampurannya dengan air murni yang perbandingan vol-nya 9:1?
Pertanyaan : Roses

Dear All,
Mudah2an ada yang bisa bantu saya karena pengetahuan kimia saya yang terbatas,
Saat ini kami hendak melakukan pengecekan terhadap struktur material di pesawat.
Dimana salah satunya perlu dibersihan dari cat dan kotoran lain, dengan menggunakan
Natrium Hidrosikda. Pertanyaannya:
1. Apakah NaOH ini sama dengan Sodium Hidrosikda, atau sama juga dengan Soda
Api?
>>BETUL.

2. Apabila sama dengan Soda Api, saat ini kami memiliki dalam bentuk padat
padahal yang dibutuhkan adalah dalam bentuk cairan, bagaimana cara pencampurannya
dengan air murni yang perbandingan vol-nya 9:1?
>>PENCAMPURAN SECARA VOLUME SEBENARNYA TIDAK UMUM DIGUNAKAN MENGINGAT
CUKUP SULIT MENENTUKAN VOLUME UNTUK PADATAN. YANG UMUM DIGUNAKAN ADALAH PENCAMPURAN
BERAT SEHINGGA SATUAN KONSENTRASINYA DALAM PERSEN-BERAT. SODA API DALAM BENTUK
PADATAN HARUS DIJAGA TERTUTUP AGAR TIDAK KONTAK LANGSUNG DENGAN UDARA LUAR KARENA
SODA API BERSIFAT HIGROSKOPIS [MUDAH MENYERAP AIR ATAU PUN UAP IR/MOISTURE]
SEHINGGA DAPAT MENURUNKAN KONSENTRASI SODA API PADATAN YBS.
UNTUK MEMBUAT CAMPURAN SODA API/AIR DENGAN RASIO VOLUME 9/1, MAKA DAPAT DICAMPURKAN
SODA API PADATAN SEBANYAK 19.17 KG DALAM AIR 1 KG. HAL INI DIDASARKAN PADA BERAT
JENIS [B.J. = S.G.] SODA API [SOLID NaOH 100%] SEBESAR 2130 KG/M3 DAN AIR 1000
KG/M3. JADI, CAMPURAN NaOH/AIR = 90%-VOLUME = 95%-BERAT.

Adalah lebih aman jika memakai NaOH yg sudah dalam bentuk Cair (konsentrasi
48%) yg ada dipasaran sehingga akan lebih mudah dalam pengencerannya. Namun
perlu hati2, karena larutan/ padatan NaOH sangat berbahaya jika kena kulit secara
langsung, karena bisa menyebabkan iritasi. Kalau ndak percaya, silahkan di teteskan
ke kain yg warna gelap, dijamin, besoknya akan berubah menjadi warna putih.

La… ke kain aja bisa segitu, apalagi jika kena kulit.

Tanggapan 1 : Roses

Maaf, salah sebut perbandingan seharusnya 9 air murni dengan 1 NaOH. Ini campurannya
benarkah: 19.17 KG NaOH dengan 1 KG Air, apakah ini bukannya menyebabkan suara
ledakan yang besar? Ini perhitungan dengan molaritas ya? ada yang bisa kasih
saya rumusnya, soalnya kebutuhannya gak sampai satu kilo NAOH (paling banyak
mungkin 250 gram saja untuk 20 pesawat karena memang untuk sedikit bagian tertentu
saja). Bisa kasih petunjuk lebih lanjut tentang safety? Apakah pencampurannya
bisa dengan medium plastik? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pencampurannya?

Tanggapan 2 : Adhia Utama

Mas Roses,
Reaksi NaOH dengan air akan menghasilkan suhu yang tinggi (baca:eksotermis),
disarankan menggunakan gelas kaca yang cukup tebal.
Campuran dengan NaOH sejumlah 19,17 Kg dan air dengan jumlah 1 Kg, pasti menghasilkan
suhu yang sangat tinggi. Dan itu komposisinya menjadi (mungkin) 90%berat NaOH
dalam air.
Jika mas roses ingin 9:1 untuk larutan NaOH maka bisa dihitung dengan:
9 liter air + 1 liter NaOH (perbandingan mol dengan perbandingan volume bisa
disetarakan selama tidak ada perubahan faktor kompresibilitas). Atau untuk lebih
mudah bisa dihitung dengan persamaan sederhana.
Mol = (x gram)/MR
Untuk NaOH MR=40 dan untuk air MR=18
Tinggal sekarang tentukan molaritas dari larutan yang digunakan. Molaritas digunakan
untuk menghitung volume larutan yang digunakan.
Rumus sederhana ==> M = [(x gram)/MR]x[1000/volume dlm mL]

Ambil contoh : digunakan 250 gram NaOH untuk aplikasi 20 pesawat.
Kita hitung saja langsung 250gram/40 = 6,25 mol. Tinggal tentukan molaritas
yang diinginkan, ambil contoh 0,1 Molar (satuan Molar itu Mol/liter). Kemudian
hitung saja langsung volume larutan. L=6,25/0,1= 62,5 liter air untuk melarutkan
250 gram NaOH padat.

Tanggapan 3 : Roses

Wah terima kasih banyak nih, tapi tadi setelah saya coba kok gak ada reaksi
ledakan atau panas berlebihan. Memang saya mencobanya mungkin hanya 1 gr saja
(mungkin kurang), saya hanya coba dengan satu gelas air aqua di luar ruangan.
Takut ada efeknya. Sebenarnya kalo yang berupa butiran padat itu, kandungannya
bagiamana sih?

Tanggapan 4 : Razali

Pak Roses, memang panas yang terjadi cuma sementara saja, nggak bakalan meledak
kok. Juga buat Pak Adhia, 62,5 liter kayaknya ke-enceran deh.

Pada 1:9 larutan 250 gr NaOH membutuhkan sebanyak 250 x 9 = 2250 ml air, atau
2.25 liter saja, dimana BJ air = 1.

Cara membuatnya secara teknis,

1. Siapkan sebuah wadah gelas/beaker (terbuat dari kaca/teflon/plastik) ukuran
sekitar 3 liter dan satu Wash-basin (waskom) ukuran sedang berisi pecahan es,
serta sebuah tongkat pengaduk plastik. Barangkali juga jerigan plastik ukuran
2,5 liter untuk penyimpan.

2. Tempatkan gelas/beaker kedalam waskom berisi es.

3. Masukkan soda kedalam gelas. Masukkan pelan-pelan air dan aduk dengan pengaduk
sampai semua soda benar-benar terlarut. Biarkan sampai dingin.

4. Simpan larutan kedalam jerican untuk selanjutnya digunakan sesuai keperluan.

Catatan: Agar larutan berfungsi dengan baik, yakinkan bahwa alat2 yang dipakai
terjamin bersih. Juga sebaiknya menggunakan air destilasi yang bersih (Minimal
air yang dipakai untuk aki batterai). Untuk safety, disarankan memakai kaca
mata dan sarung tangan untuk menghindari dari cipratan larutan.

Mengenai butiran soda, spesifikasi atau kandungannya biasanya ada pada MSDS
atau keterangan yang seharusnya terlampir saat membelinya.

Tanggapan 5 : Agus Trilaksono

ikutan diskusi ya…..

pak roses…

kenapa bapak memilih NAOH, bukankah "dia" cukup kuat untuk material
dipesawat, juga tidak cepat menguap sehingga jika tidak sempurna dalam membersihkan
bekas yang menempel di materialnya bisa menyebabkan korosi terutama untuk daerah-daerah
"air trap". pesawat apa yang pak roses gunakan (yang lagi mau dikerjain)
boeing ? airbus ? fokker ?
kenapa pak roses tidak menggunakan solvent per ASTM atau MIL seperti dirujuk
oleh manual yang disertakan saat kita membeli pesawat dimana sourcenya banyak
tersedia di indonesia saya kok agak ragu jika "mereka para manufacturer"
merujuk NAOH….tapi dugaan saya saja loh pak, mungkin salah. tapi hemat saya
pak roses perlu untuk berfikir kembali jika mau menggunakan NAOH tsb.

Tanggapan 6 : DAM

Sekedar mengingatkan Mas ROSES agar hati hati dalam pengerjaan mengingat NaOH
tidak cocok (incompatible) dengan logam logam semacam Aluminium (Al), Timah
(Sn) dan Seng (Zn), karena dapat menghasilkan gas H2 yang mudah meledak, sayangnya
saya belum dapat artikel yang menunjukkan konsentrasi maksimum NaOH yang diperbolehkan
untuk berkontak dengan logam logam tersebut…

Tanggapan 7 : Rosli

Saya yang mencoba sekedar memberikan pengetahuan yang saya tahu…
Yang pertama bahwa prosedur bapak Razali sebenarnya sudah betul namun karena
jumlah NaOH yang lebih kecil ketimbang air maka untuk prosedur yang no. 3 adalah
memasukkan air dulu (bukan soda api dulu – ingat sifatnya yang suka dengan air
dan eksotermik) di aduk kemudian baru di masukkan NaOH secara perlahan – lahan
sampai NaOH habis (untuk kalau NaOH dibeli dalam bentuk padat) dan kalau NaOH
dibeli dalam bentuk cair maka prosedurnya bapak Razali sangat benar.

Tanggapan 8 : Roses

Pak Agus,
Justru penggunaan NaOH ini merupakan perintah dari Service Bulletin-nya BOEING,
karena untuk "membaca butiran granular" material karena untuk bagian
tersebut ada yang hand forging ada yang rolling. Sedangkan untuk cleaning cat
tetap menggunakan sesuai FAR/CASR (regulasi penerbangan) yang biasanya ada referensinya
di ASTM. dalam penggunaannya pun hanya sebentar lalu dibersihkan.

Jangan Takut Pak kalau bukan karena perintah dari "BOSS" si pembuat
pesawat, kita gak akan berani memakai bahan kimia yang "terlarang".
Seperti Pak Agus bilang, karena semuanya sudah dicantumkan si dalam manual pesawat
ya tinggal diikuti saja. Hanya saja dalam beberapa hal terdapat exception dalam
pengunaan bahan2 tertentu.

Tanggapan 9 : Rosli

Pak Rosmana yth…
Biasanya dalam proses dengan menggunakan golongan IA dalam tabel periodik bahan
kimia disebut dengan "Proses Degreasing", yaitu : Proses untuk menghilangkan
minyak, lemak, dan golongan hidrokarbon alisiklis + alifatis berantai panjang
dan jenuh. Cuman yang perlu diwaspadai adalah bahwa larutan NaOH juga disebut
larutan elektrolit artinya dia bisa saja
mengoksidasi golongan logam dan menghasilkan korosi (SCC pada pH tinggi). Ini
baru teori saja, pak. Semoga berguna.

Tanggapan 10 : Roses

Wah Makasih banget atas respon semuanya, perlu diketahui pengunaan NaOH ini
(sekali lagi) bukan untuk degreasing atau cleaning. Tapi untuk memperjelas butiran2
logamnya, sehingga dapat diamati apakah dulu pembuatannya menggunakan Hand Forging
atau rolling. Penggunaanya juga sebentar kok, hanya beberapa detik trus dibersihin
lagi……..