Saya mau tanya mengenai pengaruh kadar Alkalinitas terhadap kelarutan SiO2 di boiler. Kemudian kapan kadar SiO2 dikatakan rendah , sedang dan tinggi (mg/l).Terima kasih.Pertanyaan : Irvan Kurniawan

Mohon pencerahan,
Begini rekan2, saya mau tanya mengenai pengaruh kadar Alkalinitas terhadap kelarutan
SiO2 di boiler. Kemudian kapan kadar SiO2 dikatakan rendah , sedang dan tinggi
(mg/l).Terima kasih.

Tanggapan 1 : YudaTomo

Maaf agak delay reply-nya.
Pada dasarnya kelarutan silica di air akan semakin tinggi, jika:
– Temperature naik
– pH semakin tinggi
– Alkalinity semakin tinggi.

Keberadaan Alkalinity akan mendorong pembentukan silicate ions yg mempunyai
nilai kelarutan lebih tinggi disbanding silicic acid, sehingga kelarutan meningkat.
Model reaksi berikut akan sedikit menjelaskan:

2SiO2 + 2H2O <—> H4SiO4 (silicic acid)
SiO2 di air akan mengalami depolimerisasi membentuk silicic acid
(H4SiO4).

H4SiO4 + OH- <—> H3SiO4- (silicate ions)+ H2O
Makin tinggi OH- (alkalinity), kesetimbangan reaksi makin ke kanan.

Berikut nilai kelarutan silica, pada T 25oC, pada berbagai nilai pH:
pH 6 – 8 , kelarutan 120 (mg/L)
9 , 140 (mg/L)
9.5 , 180 (mg/L)
10 , 310 (mg/L)

Kapan kadar Silica dikatakan rendah, sedang, atau tinggi? Tentu saja tergantung
aplikasinya (utk boiler, cooling water?) dan juga kondisi operasi (tekanan &
suhu).

Demikian semoga membantu.

Tanggapan 2 : Denny

Dear P’ Yuda,…
Kapan kadar Silica dikatakan rendah, sedang, atau tinggi? Tentu saja tergantung
aplikasinya (utk boiler, cooling water?) dan juga kondisi operasi (tekanan &
suhu).

P’Yuda, bisa dikasih data detail mengenai statement bapak di atas?????
Makasih atas jawabannya.

Tanggapan 3 : YudaTomo

Pak Denny,
Yangg saya maksud di sini, konteks pembicaraan mengenai kadar silica ini
utk aplikasi di mana?

Sebagai contoh, utk aplikasi high pressure boiler, kita control kadar silica
concern-nya lebih utk menghindari carry over silica, yg pada kondisisi excessive
akan menyebabkan problem lebih lanjut di after boiler section, spt Turbine,
Superheater pipe, etc. Ini dikarenakan carry over rate (partition coefficient
silica yg ikut uap dibanding yg tertinggal di larutan) semakin naik dengan naiknya
tekanan operasi. Sebaliknya, pada low pressure boiler, atau cooling water, kadar
silica di-control karena kita tidak mau silica ini "lepas dari keadaan
terlarutnya", yang akan menyebabkan problem scaling/ deposition. Akan lebih
mudah dan mengarah pembahasannya, kalo informasi yg diberikan lebih specific
dan detail, kalo tidak maka bahasannya akan terlalu luas.