OIL SPILL harfiahnya adalah tumpahan minyak hidrokarbon (bisa minyak bumi atau minyak hasil pengilangan/ refinery). Lalu apa itu FINGER PRINT ANALYSIS? Balik-balik ke konsep ‘TUHAN’ adalah Maha Kuasa. Ini persis dengan kenyataan bahwa tidak ada 1 Milyar pun umat manusia di bumi yang punya ‘sidik jari’ yang sama, meskipun kembar 5-6 sekalipun. YES, Si hydrocarbon itu ternyata memiliki komposisi kimia dan sifat fisik yang
khas dan unik. Dengan mempelajari dan melakukan analisa lab maka kita dapat menceritakan dari mana minyak bumi/ atau minyak hasil kilang itu berasal, jenis dan sifat-sifatnya.

Kali ini, aku coba cerita tentang OIL SPILL FINGER PRINT ANALYSIS, habis sedikit
sekali beberapa hari ini Milist membahas tentang "kimia terapan".

Beberapa bulan lalu, buat rekan2 yang tinggal di Kaltim, lebih spesifik Balikpapan,
tentu ingat berita di Koran lokal tentang adanya tumpahan minyak berat (:lantung)
yang terhempas sepanjang bandara Sepinggan sampai pelabuhan Semayang. Kasusnya
telah diusut oleh kepolisian dan sampai di pengadilan. Beberapa tersangka telah
diajukan untuk dikenakan hukuman sesuai UU yang berlaku. Skala nasional kasus
OIL SPILL, tentu banyak, misalnya saja awal tahun lalu di kepulauan seribu Jakarta.

OIL SPILL harfiahnya adalah tumpahan minyak hidrokarbon (bisa minyak bumi atau
minyak hasil pengilangan/ refinery). Lalu apa itu FINGER PRINT ANALYSIS? Balik-balik
ke konsep "TUHAN" adalah Maha Kuasa. Ini persis dengan kenyataan bahwa
tidak ada 1 Milyar pun umat manusia di bumi yang punya "sidik jari"
yang sama, meskipun kembar 5-6 sekalipun. YES, Si hydrocarbon itu ternyata memiliki
komposisi kimia dan sifat fisik yang
khas dan unik. Dengan mempelajari dan melakukan analisa lab maka kita dapat
menceritakan dari mana minyak bumi/ atau minyak hasil kilang itu berasal, jenis
dan sifat-sifatnya.

Jadi jika kita ingin membandingkan atau mengidentifikasi apakah oil hydrocarbon
X dan Y identik atau sama, maka bisa dilakukan pendekatan "chemical and
biochemical markers" atau finger print tadi.

Metode lab apa sih yang biasa digunakan dalam finger print? Ini dia:

  1. IR Spektofotometri. Nah ini untuk mengetahui rasio pita serapan/gugus rantai
    hydrocarbon pada panjang gelombang tertentu.

  2. GC. Ini untuk mengetahui pola peak, hum dan rasio pris/phytan.
  3. Geochemist bias tahu pembentukan hydrocarbon, umur si crude oil, ada tidaknya
    biodegradasi.

  4. Analisa kandungan Sulfur, aromatic dan fraksi berat
  5. Rasio P/A (FTIR Spektrometri)
  6. Analisa logam (AAS)
  7. Bioassay.

Tentunya ada flow chart guidance dan rule of thumb untuk interpretasi, dari
analisa yang telah anda lakukan.

Sepengetahuanku, sertifikasi untuk Chemist/ Organic Analist pengkhususan Hydrocarbon
Finger Print belum ada di Indonesia. Teman-teman dari Geochemist atau Lab Kimia
Analitik biasa melakukan studi studi ini. Kefasihan mereka dalam memberikan
interpretasi analisa banyak tergantung dari experience. Padahal kemampuan interpretasi
ini sangat penting looh…bayangkan, jika mereka menjadi saksi ahli atau pakar
di pengadilan lalu diminta memutuskan apakah hydrocarbon X dan Y identik?

Asyik juga jika Indonesia punya integrated data base finger print seluruh crude
oil yang ada dari seluruh sumur. Data2 itu tercerai berai diantara lembaga penelitian
yang ada dan maaf NOT ACCESSABLE.

Bebeberapa teknologi finger print modeling matematis juga telah dikembangkan
di US sono.

Tanggapan 1 : Patria Indrayana

Saya mau tanya saja Mas Ardian, pembuatan finger print dengan analisa lab dengan
GC misalnya), itu kayanya mirip-mirip analisis komposisi. Sementara pada saat
oil spill itu mungkin sebagian fraksi ringan dari minyak yang tumpah akan ter-evaporasi,
jadi yang bisa diambil atau disampel mungkin tinggal sisa-sisanya yang fraksi
berat.

Kalau terus kita punya data base finger print dari beberapa crude oil, bagaimana
cara membandingkannya, Kan komposisi hydrocarbon dari sampel sudah tidak lagi
sama dengan komposisi crude oil yang dijadikan reference ?

Tanggapan 2 : Ardian Nengkoda

Yes, Mas, good touch.

Ini pertanyaan menarik. Terima kasih telah merespon "pancingan" tulisan
saya sebelumnya.

Begini, finger print dengan analisa lab dengan GC adalah suatu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan dalam suatu studi identifikasi jika anda ingin membandingkan
kemiripan suatu sample dgn yang lain.

Saya lebih confident me running semuanya: 1). IR Spektofotometri. 2). GC. 3).
Analisa kandungan Sulfur, aromatic dan fraksi berat 4). Rasio P/A (FTIR Spektrometri)
5). Analisa logam (AAS) 6). Bioassay. Sehingga menyimpulan: MIRIP atau TIDAK
MIRIP.

Finger print dengan analisa lab dengan GC: TIDAK SEKEDAR menganalisa komposisi,
tapi luar biasa lebih dari itu. Pola peak to peak rantai hydrocarbon, interpretasinya
menunjukkan suatu link dan pola tertentu dari gugus carbon. Perbandingan Pris/phytan
(C15+) nya mengindikasikan umur pembentukan si hydrocarbon. Pola hum -naik turunnya
peak- melambangkan apakah si crude oil telah mengalami degradasi secara biologis
ataukah tidak.
Light end dan heavy end bisa di telusuri dari GC ini juga. Produk2 refinery
punya range CH tertentu sehingga tidak sekaya crude oil, yang right directly
from the well.

Sementara pada saat oil spill itu mungkin sebagian fraksi ringan dari minyak
yang tumpah akan ter-evaporasi. YES ini betul! dari beberapa kasus yang saya
ikuti memang mengindikasikan hal ini (fraksi ringannya hilang). Tetapi saya
mengajak anda untuk berfikir bak DETEKTIF yang mempelajari suatu POLA….sidik
jari misalnya. Ada bagian2 tertentu yg anda bisa coba hilangkan tetapi ada bagian
lain yang tidak dan tetap menjadikan suatu ciri khas yang unik. Ingat kasus
buronan ASABA? Yg buronannya sdh operasi plastik dan polisi masih mampu mengenali
wajahnya? YES, bagian minyak beratnya (heavy end peak) akan selalu ada.

Uuupppsss…hanya akan hilang melalui proses pengilangan.

Betul sekali, kalau anda concern terhadap pengambilan sample (sampling), notesnya:
sample harus representative dan ada aturan mainnya (SOP/ reference).

Negara2 di North Sea dan Eropa serta US rajin2 yg tergabung dalam IMO, saat
ini getol mengembangkan data base jenis2 crude oil, sehingga jika ada oil spill,
mereka bisa tahu dgn cepat dari tanker carrier yg mana.
Denda USDnya lumayan buat orang pingsan bo! Makanya kan lagi trend double haule
kan untuk large tanker oil?.

Perubahan komposisi peak to peak, memang bisa terjadi, karena ada proses anaerob/
aerob bacteria yg "makan" si minyak atau malah migrasi. Sehingga data
base seringkali di up date.

Buat ku, Patria, aku lagi studi geochemist…lagi nyari benang merahnya..me-link-kan
antara geology, reservoir, petrophysics, petroleum eng, geophysics…bayangkan:
angka salinity saja bisa memelesetkan interpretasi suatu reservoir?

Tanggapan 2 : Rovicky Dwi Putrohari

Yg dipakai dalam finger printing analyses biasanya sudah tidak hanya menggunakan
GC tetapi GCMS (Gas Chromatography/Mass Spectrometry). Jadi tidak hanya melihat
fraksi ringan (gas) tetapi juga rantai-rantai panjangnya.

Betul mas Ardian … saat ini emang GCMS banyak dipakai utk link dari sumber
batuan (source rock) hingga ke oil reservoir.

Kalau tidak salah sekitar pertengahan tahun 70-an ketika ada embargo utk tidak
membeli minyak salah satu negara yg saat itu sedang dikucilkan (lupa aku negaranya),
terjadi kebingungan bagaimana untuk mencegah supaya bener-benr minyak dr negara
tsb tidak dibeli siapa saja. Nah sebuah perusahaan yg membeli minyak diduga
melanggarnya, namun dengan kecanggihan finger print ini maka dapat dibuktikan
bahwa dia tidak membeli dari negara tsb, jadi negara asal minyak-pun dapat dideteksi
dengan cara ini.