PARA ibu rumah tangga tiba-tiba panik setelah harga elpiji (liquefied petroleum gas atau LPG) naik dari Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 4.200 per kilogram karena Pertamina tidak mau lagi memberikan subsidi setelah menjadi perseroan yang harus meraup untung sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Secara bersamaan wakil dari perusahaan migas di Indonesia juga panik dan meminta kesempatan untuk memberikan masukan sebelum Mahkamah Konstitusi menentukan nasib UU Migas pada tanggal 21 Desember 2004.