KENAIKAN harga elpiji dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.250 per kilogram pada 19 Desember lalu telah menuai aksi demo atau protes dari berbagai kalangan masyarakat. Padahal, diketahui bahwa sebagian besar elpiji dikonsumsi oleh rumah tangga menengah atas, kalangan industri, serta hotel dan restoran berbintang yang dinilai kurang tepat untuk menerima subsidi.