Bagaimana menentukan limbah yang akan dihasilkan dalam pengeboran? Apakah lumpur yang dipakai pada suatu sumur bisa digunakan disumur lain dan berapa % jumlah yang dapat dipakai kembali?
Berapa perkiraan jumlah volume cutting yang akan di hasilkan jika sample diambil mulai dari kedalaman 200 meter? Yang terakhir agak sedikit menyimpang, apa fungsi log FDC?
Pertanyaan : Isa, Boga

Untuk Tahun 2005 nanti, ditempat saya bekerja saat ini direncanakan akan dilakukan
pengeboran pengembangan sebanyak 5 sumur. Saat ini saya diberi tugas untuk memperkirakan
jumlah limbah yang akan dihasilkan dalam pengeboran nanti. Sebagai informasi
bahwa TD rata-rata untuk kelima sumur tersebut adalah 1230 m. Dengan profile
sumur yang telah ada saat ini dan mungkin juga jadi acuan nantinya adalah Surface
Casing (200m; 9 5/8") dan Production Casing (1230 m; 7"). Yang ingin
saya tanyakan adalah:

  1. Bagaimana menentukan limbah yang akan dihasilkan dalam pengeboran nanti?
  2. Apakah lumpur yang dipakai pada suatu sumur bisa digunakan disumur lain
    dan berapa % jumlah yang dapat dipakai kembali?

  3. Berapa perkiraan jumlah volume cutting yang akan di hasilkan jika sample
    diambil mulai dari kedalaman 200 meter?

  4. Yang terakhir agak sedikit menyimpang, apa fungsi log FDC?

Mohon maaf kalau pertanyaan saya sangat dasar sekali karena saya baru 1,5 tahun
bekerja di oil company. Mohon penjelasannya dari bapak2 yang telah mahir didunia
ngebor-mengebor….:-). Terima kasih.

Tangggapan 1 : Afriandi Prasetya

Mas Isa, cuma mau bantu konsepnya aja, soalnya saya juga masih baru di pemboran,
barang kali Bapak2 yang sudah berpengalaman bisa mengoreksi.

1. Menentukan jumlah limbah pemboran (cuttings) prinsip dasarnya menggunakan
prinsip archimedes. lubang pemboran biasanya berbentuk tabung (tube) sehingga
volume lubang sebanding dengan volume cuttings. Biasanya para engineer lumpur
memiliki perhitungan volum annulus untuk menentukan jumlah cuttings dan lumpur.
Bisa buka handbook untuk perhitungannya.

2. Lumpur yang sudah digunakan bisa digunakan kembali setelah ditreatment sesuai
dengan kebutuhan sumur yang akan menggunakannya. Secara prinsip kalau sudah
ditreatment, 100% kualitas dapat digunakan kembali, mengenai kuantitasnya ya
tergantung dari sumur sebelumnya apakah ada lumpur yang masih tertinggal. Sepengetahuan
saya, di Total atau Unocal ada Mud Center untuk treatment lumpur tsb.

3. Kira-kira mirip dgn jawaban no. 1

4. Wah, ini perlu bertanya ke orang logging dulu

Sekian dulu, mas Isa, kalau ada kabar baru, saya kabari. Buat milister yg lain
kalo ada koreksi silakan. Terima kasih.

Tanggapan 2 : Doddy Samperuru

Pak Isa,

> 1. Bagaimana menentukan limbah yang akan dihasilkan dalam pengeboran
nanti?

Pada saat pemboran, yg paling menentukan adalah jenis mud apa yg akan digunakan.
Umumnya: water-based-mud (WBM) vs oil-based-mud (OBM). WBM murah, banyak dipakai
di mana2 & more environment friendly. Banyak operator yg secara legal boleh
mendump WBM ke tengah laut, tentu dgn propertinya yg tidak membahayakan lingkungan.
OBM mahal, tapi lebih unggul dibanding WBM, cocok utk reservoir/formasi yg sensitif
thd air. OBM tak bisa dibuang sembarangan krn umumnya toxic. Biasanya harus
ditreat terlebih dulu sebelum bisa disposal. Mud Company pilihan Talisman bisa
menjawab pertanyaan Anda lebih detil.

> 2. Apakah lumpur yang dipakai pada suatu sumur bisa digunakan disumur
lain dan berapa % jumlah yang dapat dipakai kembali?

Secara umum bisa & lazim dilakukan, tergantung apakah propertinya masih
di dalam range yg ditentukan atau tidak. Faktor ekonomi & logistik juga
harus diperhatikan. Simple barite water based mud tidaklah mahal. Mana yg lebih
ekonomis, membuat mud baru atau membawa sekian banyak mud lama ke lokasi pemboran
baru ? Persentase jumlah reuseable mud sangat tergantung banyak hal: properti
mud, karakter reservoir, spesifikasi sumur, dsb. Kalau lapangannya sudah mapan
&
well-developed, biasanya Operator sudah punya patokan kuantitatif. Soal mud,
Mud Engineer yg paling tepat utk mejawab segala pertanyaan Anda.

> 3. Berapa perkiraan jumlah volume cutting yang akan di hasilkan jika
sample diambil mulai dari kedalaman 200 meter?

Hampir seluruh komposisi cutting adalah material formasi, umumnya bebatuan.
Ditambah sedikit material solid dari mud. Volumenya ? =~ Volume silinder sumur
(hukum kekekalan massa). Soal cutting samples, Mud Logging Company Anda akan
menjawab lebih detil.

> 4. Yang terakhir agak sedikit menyimpang, apa fungsi log FDC?
FDC = Compensated Formation Density log adalah measurement utk menentukan formation
bulk density dgn mengikutsertakan efek dari ketebalan mud-cake & ukuran
lubang sumur. Hasilnya lebih akurat utk interpretasi.