Apakah ada
‘patokan rumus’ (rule of thumb) untuk merencanakan mud-weight suatu pemboran
sumur yang dikaitkan dengan informasi tekanan formasi? Tentunya mud-weight
selalu harus lebih besar dari tekanan formasi untuk setiap titik kedalaman;
tetapi sampai seberapa ‘lebih besarnya’ sehingga lumpur itu tidak malahan
merusak formasi? Apakah kita bisa mengandalkan penambahan ‘berat’ dari
faktor ECD (equivalent circulating density) dan dengan demikian hanya
membuat lumpur dengan berat ‘menyamai’ tekanan formasi saja sudah cukup?
Faktor rheology apa saja yang kemungkinan berpengaruh pada kerusakan
formasi? Yield? Strength? Fluid Loss?
Pertanyaan : Andang Bachtiar

Mohon percerahan dari rekan-rekan drilling – reservoir engineer, apakah ada
"patokan rumus" (rule of thumb) untuk merencanakan mud-weight suatu
pemboran sumur yang dikaitkan dengan informasi tekanan formasi. Tentunya mud-weight
selalu harus lebih besar dari tekanan formasi untuk setiap titik kedalaman;
tetapi sampai seberapa "lebih besarnya" sehingga lumpur itu tidak
malahan merusak formasi? Apakah kita bisa mengandalkan penambahan "berat"
dari faktor ECD (equivalent circulating density) dan dengan demikian hanya membuat
lumpur dengan berat "menyamai" tekanan formasi saja sudah cukup??
Faktor rheology apa saja yang kemungkinan berpengaruh pada kerusakan formasi?
Yield? Strength? Fluid Loss?

Tanggapan 1 : Bramanta Subroto

Mas Andang,
Untuk rule of thumb nya,mud untuk drilling sebaiknya memiliki safety margin
tertentu.

Untuk development well
+0.5 ppg MW diatas pore pressure
– 0.5 ppg MW dibawah fracture pressure
Untuk exploration well
+/- 1.0 ppg MW pore pressure – fracture

Perhatikan juga tidak hanya saat drilling tapi saat tripping dgn mud in the
hole, swab surge juga dapat merusak formasi.
Sebenarnya kerusakan formasi telah terjadi setiap kita drilling karena kita
mendeformasi formasi. Fissures telah terjadi pada formation face karena mud
properties namun tidak sampai break selama kita maintain rule of thumb tadi.
Namun analisa lebih lanjut rock mechanics akan lebih bisa menjustify.