Mohon pencerahan tehnis mengenai intervensi gelombang radio/HT dengan Instrumen2 Lab.
Instrumen2 seperti GC, Spectrophotometer, Sulfur/Mercury-Analyzer, dll., memberikan data yang tidak akurat apabila radio-komunikasi dari personel operation sedang aktif di
ruang lab kami.
Untuk detector2 tertentu dan pH-Meter, malah memberikan reading yang sangat ekstrim.
Pertanyaan : Mahmud Razali

Mohon pencerahan tehnis mengenai intervensi gelombang radio/HT dengan Instrumen2
Lab.

Instrumen2 seperti GC, Spectrophotometer, Sulfur/Mercury-Analyzer, dll., memberikan
data yang tidak akurat apabila radio-komunikasi dari personel operation sedang
aktif di ruang lab kami.

Untuk detector2 tertentu dan pH-Meter, malah memberikan reading yang sangat
ekstrim.

Tanggapan 1 : Imron

Kemungkinan besar ketidakakuratan pengukuran diakibatkan oleh "interferensi"
antara gelombang radio dengan sinyal parameter fisika yang akan diukur. Karena
gelombang memiliki "amplitudo" dan "frekuensi" tertentu
maka akibat
interferensi akan berakibat :

1. Perubahan parameter Amplitudo sinyal yang akan diukur
2. Perubahan paramater frekuensi sinyal yang akan diukur

Apalagi instrument spt GC, spectrometer or ph meter sangat sensisitif thdperubahan
lingkungan. Sebaiknya pemancar/penerima gelombang radio janganterlalu dekat
dengan alat-alat instrument sensistif tsb.

Demikian informasinya……

Tanggapan 2 : Nugroho Wibisono

Pak Imron benar, besar kemungkinan yang dialami oleh pak Razali adalahEMI (electromagnetic
interference).

Pada hakekatnya semua peralatan elektronik mengemisikan gelombangelektromagnetik
melalui radiasi dari aktivitas elektrik atau magnetik dari peralatan elektronik
itu sendiri. Sayangnya jika emisi dari satu perangkat berinterferensi dengan
emisi dari perangkat lain dapat menyebabkan masalah, yang dapat dikategorikan
sebagai electromagnetic interference atau EMI.

Saya belum pernah berpraktis2 dengan EMI, yang paling masuk akal adalah memindahkan
perangkat sumber EM yang paling dominan ke tempat yang agak jauh (dalam hal
ini mungkin adalah antena radio komunikasi).

Mohon koreksinya dari rekan2 sekalian, terima kasih

Tanggapan 3 : Dirman Artib

Rekan-rekan, Saya mau sharing praktisnya aja, karena saya tidak terlalu mengerti
teori dasar dan secara teknisnya.

Waktu saya masih di lapangan dulu, ada persyaratan thd HT yang bias digunakan
di dalam sebuah plant yaitu harus ada sticker warna hijau yang bertuliskan "Instrinctly
Safe" (ma’af kalau spellingnya agak salah). Lalu waktu itu yang tersedia
Cuma merek Motorola yang memang menyediakan 2 tipe radio, yaitu yang berstiker
merah (it’s not allowed) dan berstiker hijau spt. yg saya sebutkan di atas.
Yg berstiker hijau harganya sedikit lebih mahal.

Yang jelas stiker hijau aman untuk tidak menganggu peralatan instrument dan
control di plant.

Tanggapan 4 : Paul Wijaya

Pak Razali,

Untuk interferensi gelombang electromagnetik (dengan frekuensi radio – frekuensi
9 kHz sampai 3,000,000 Mhz) diatur oleh badan2 komunikasi. Salah satu yang terkenal
adalah FCC (Federal Communication Commissiondari USA.

FCC sudah mengatur besarnya EMI untuk perangkat elektronik. Ada dua aturan
yang terkenal yaitu Part 15 tentang radio frequency device dan Part 18 tentang
Industrial,Scientific dan Medical equipment.

Mungkin harus diperiksa kesesuaian kelas dari perangkat di lab dengan peralatan
radio yang digunakan. Di setiap buku manual dari peralatan disebutkan kelas
dari peralatan itu. Setiap kelas menyatakan batasan emisi dan interferensi yang
bisa diterima oleh
peralatan tersebut.

Berikut ini saya sertakan URL dari website aturan FCC itu (format pdf) dan
bisa didownload gratis. Mungkin bagian IT atau telekomunikasi anda bisamembantu
menjelaskan.

http://www.access.gpo.gov/nara/cfr/waisidx_01/47cfr15_01.html

Kalau intrinsically safe itu berkaitan dengan pencegahan kebakaran/ledakan
di plant site.

Tanggapan 5 : Gus Dung

Seingat saya, untuk kelas laboratorium ada "spesifikasi Frekwensi"
tertentu. Karenanya untuk komunikasi wireless, harus menggunakan frekwensi diatas
rata rata alat laboratorium tersebut.
Terkait dengan email Bapak Dirman Artib, bisa jadi "motorola warna hijau"
menggunakan frekwensi diatas rata rata. Mungkin solusinya harus menganti equipment
yang ada sekarang ini.

Mohon koreksi jika salah,

Tanggapan 6 : Nugroho Wibisono

Gus Landung yang saya hormati,

Mungkin maksud dari pak Dirman Artib untuk HT yang beliau pakai adalah perangkat
"intrinsically safety". Dari referensi ISA–TR12.2–1995
yang berjudul Intrinsically Safe System Assessment Using the Entity Concept’
kalau boleh saya kutipkan :

Intrinsic safety is the use of equipment and wiring that is incapable of releasing
sufficient electrical or thermal energy under normal or abnormal conditions
to cause ignition of a specific hazardous atmospheric mixture in its most easily
ignited concentration.

Jadi kemampuan si HT sebagai pemicu api (dari segitiga api : oksigen, bahan
bakar, dan pemicu) sedikit disunat supaya segitiga tersebut tidak lengkap.

Eh, sedikit melenceng kayaknya ya, pertama ngebahas EMI, akhirnya jadi ke intrinsically
safety.. ya ndak pa pa lah.. namanya juga diskusi ngalor ngidul ala warung kopi
hehehe…

Mohon koreksinya juga, siapa tahu saya lebih ngawur… 🙂

Tanggapan 7 : chdata2001

Ikutan nimbrung dikit,
Setahu saya Radio dengan stiker hijau atau merah tidak bergantung pada frekuensinya
tapi dari jenis batery yang digunakan. Contoh nya radio motorola ada pemberitahuan
nya bahwa certified untu CI D2 jika mengunakan batery dengan P/n tertentu, kalau
nggak salah tulisan nya ada dibagian bawah dari radio.
Mungkin jenis batery ini tidak menimbulkan spark jika terjadi hubungan pendek
(CMIIW).
Stiker merah dan hijau menurut saya juga tidak berpengaruh pada menginterferensi
atau tidaknya sebuah radio, karena interferensi sumbernya adalah daya (power)
output dan frekuensi dari radio tersebut. alat-alat instrument yang menggunakan
oscilator dan coil seperti moving coil untuk analog meter akan terpengaruh dengan
frekuensi radio