Kali ini mengenai mana yg lebih menguntungkan antara pemakaian welding gas :
1. CO2 (100%) atau
2. Argon ( Argon 80%+CO2 20% )
kalo dicompare dari pricenya kira-kira Argon lebih mahal 3.5 kali lipat dibanding CO2, tapi secara operasional ‘katanya’ Argon lebih menguntungkan karena lebih hemat konsumsi gas, weld wire dan tentu saja finishing hour karena hasil pengelasan argon spatternya lebih sedikit.
Pertanyaan : Rahardjo

Kali ini mengenai mana yg lebih menguntungkan antara pemakaian welding gas
:
1. CO2 (100%) atau
2. Argon ( Argon 80%+CO2 20% )
kalo dicompare dari pricenya kira-kira Argon lebih mahal 3.5 kali lipat dibanding
CO2, tapi secara operasional ‘katanya’ Argon lebih menguntungkan karena lebih
hemat konsumsi gas, weld wire dan tentu saja finishing hour karena hasil pengelasan
argon spatternya lebih sedikit.
Ada yg sudah punya ‘experience’ mengenai hal ini. Saat ini di tempat saya masih
menggunakan CO2. Barangkali pihak produsen gasnya (air product, air liquid,
boc dan lain-lainnya) juga mau urun komentar ?

Tanggapan 1 : Darmayadi

Pak Raharjo,
Untuk menjawab pertanyaan anda, sangat sulit mengatakan gas mana yang paling
menguntungkan.
Kenapa? Karena kedua jenis gas tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.
Jadi, untuk melihat mana yang paling menguntungkan sangat bergantung pada visi
perusahaan dan orang-orang yang terlibat dalam proses pengelasan itu. Tetapi,
untuk membantu anda memahami mengenai gas pelindung, saya ada kirim
ke admin milis ini sebuah tulisan tentang gas pelindung. Mungkin sebentar lagi
di upload ke milis ini.

Tetapi secara garis besar, untuk pengelasan Solid wire ( MIG/MAG ), pemakaian
gas pelindung Argon memang akan menghasilkan spatter yang sedikit, namun ditinjau
dari sisi biaya sangat tidak ekonomis karena mahal. Disamping itu, pengelasan
dengan Argon menyebabkan lingkungan pengelasan menjadi lebih panas dibandingkan
dengan CO2, dan kedalaman penetrasinya juga tidak sebaik bila menggunakan CO2.
Namun memang kelemahan CO2 adalah Spatter yang dihasilkan sangat banyak sehingga
diperlukan pekerjaan tambahan untuk menggerinda atau menambah biaya untuk penggunaan
anti spatter.
Ada satu pengelasan yang tetap menggunakan gas pelindung CO2 namun spatter yang
dihasilkan 99% lebih baik yaitu dengan menggunakan Fluks Cored Wire. Namun,
harga kawat las ini 2 kali lipat lebih mahal dari Solid Wire. Namun total-totalnya
biaya pengelasan FCAW 50% lebih murah dari Solid Wire.

Tanggapan 2 : Andre Indrayana

Untuk pemilihan tersebut anda harus paham betul mengenai metal transfer karateristik.
Untuk dip dan globular akan selalu didapat jika anda menggunakan CO2 kecuali
pakai pulse arc.

Untuk spray akan didapat jk anda pakai Argon 90% keatas. Dengan mengurangi
argon hingga 80% sebetulnya anda tidak mendapatkan spray transfer yang benar2
baik hanya sekedar mengurangi spater yang timbul akibat dari globular transfer.

Saya kembalikan pada anda benda apa yang akan anda sambung.

Jika spater itu sangat kritikal sebaiknya anda pake 80% argon kembali ke recomendasi
dari wire rod specification dari supplier anda.

Anda bisa mengurangin spater dengan tetap memakai CO2, mesin anda haruslah diganti
dengan mesin yang memiliki pulse karakteristik. Kembali lagi ke hitung2ngan
anda harus beli mesin transformer yang baru.

Jika spater tidak menjadi masalah kritikal terhadap material saya sarankan tetap
pakai CO2 saja atau bahkan anda hilangkan CO2 dengan memakai FCAW without gas
shielding. Dimana dengan ini anda akan hemat lagi karena tidak perlu pake gas
dan jangkau untuk bevel narrow dan lokasi sulit menjadi lebih baik.
Kelemahan FCAW di daerah tropis, consumable harus habis dipakai tidak boleh
menginap karena kadar humid yang tinggi.

Semua kembali pada standard dan code yang anda gunakan untuk produk anda.
Pilihlah yang paling ekonomis sesuai dengan codes dan standard … juga diback
up dengan WPQT.