Perlawanan terhadap kenaikan harga BBM terus dilakukan melalui jalur ekstraparlemen, jalur parlemen, dan jalur pengadilan. Aksi ekstraparlemen berupa unjuk rasa masih terjadi di berbagai kota di Tanah Air. Sementara itu, penolakan di jalur parlemen mulai dilancarkan saat 31 anggota DPR dari tujuh fraksi-minus Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera-mengajukan usul penggunaan hak angket atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.