Select Page

Bagaimana standar pemasangan jalur pipa yg berisi bahan yg sgt mudah terbakar, seperti natural gas dll?
Apa boleh di pasang di pinggir jalan umum? Kalaupun boleh, bagaimana dengan standar pemasangannya ? Bagaimana dengan standar safetynya? Apa pemerintah kita punya regulasi untuk itu? Siapa yg berhak mengeluarkan izin penggalian di jalan umum?
Pertanyaan : Jajuli Ramdhan

Mohon pencerahan :
Bulan-bulan belakang ini saya sering liat galian di perjalanan menuju tmpt kerja,
konon kabarnya itu buat natural gas…
Jadi pengen nanya : Gimana ya standard pemasangan jalur pipa yg berisi bahan
yg sgt mudah terbakar, seperti natural gas dll?
Apa boleh di pasang dipinggir jalan umum? Kalopun boleh, gmn dengan standar
pemasangannya ? Gimana dengan standard safetynya? Apa pemerintah kita punya
regulasi untuk itu? Siapa yg berhak mengeluarkan izin penggalian di jalan umum?

Tanggapan 1 : DAM

Mas Jajuli,
Kalau tidak salah pemerintah kita mempunyai peraturan tentang jarak minimum
pipeline dengan pemukiman (CMIIW, kurang lebih 50-100 m tergantung diameter
pipa)…sayang saya lupa peraturannya.

Sebagai pembanding

1. Texas Railroad Commission mensyaratkan minimum 150 ft dari pipeline harus
bersih dari pemukiman

2. CCPS, 2003, mempersyaratkan 200 ft dari pipe rack harus "bersih"

3. Seveso Directive II dari EU, dan UU HSE Brasil, menambahkan persyaratan
"green belt" artinya perlunya penanaman pohon di samping kiri kanan
pipeline untuk mengurangi consequences jika terjadi kebakaran dan ledakan

Itu semua adalah peraturan peraturan yang bersifat prescriptive.. artinya "harga
mati", padahal kita tahu masalah process safety sejatinya bukanlah masalah
harga mati, harus didefinisikan terlebih dahulu seberapa besar resikonya.

Penentuan resiko juga bukanlah hal yang mudah, sekalipun sudah terlalu banyak
tools yang dapat digunakan..

Risk = Frekuensi (Failure rate) x Severity

Tentang Failure rate (bocor) dari pipeline transmission, data berikut mungkin
bisa digunakan:
Pengiriman Material Berbahaya menggunakan truk 1 kejadian tiap 2000 tanker-year
Pengiriman Material Berbahaya menggunakan KA 1 kejadian tiap 3000 tanker-year
Pengiriman Material Berbahaya lewat pipeline 1 kejadian tiap 3000 mile-year
Pengiriman Material Berbahaya lewat laut 1 kejadian tiap 200 ship-year
(Sumber, AIChE)

Tentang severity kecelakaan akibat pipeline ini kejadian yang paling besar
di dunia terjadi di Cubatao, Brasil 1984 akibat kebakaran yang terjadi yang
diawali kebocoran pipa minyak, menewaskan 504 orang

Mexico City, 1984, akibat ledakan dan kebakaran yang diawali dengan kebocoran
pipa LPG di Pemex Co, menewaskan 542 orang

Dengan menggunakan Fire Hazards Analysis (FHA) dan Consequence Analysis, dapat
ditentukan seberapa keterterimaan resikonya (ALARP, antara 10^-5 to 10^-3)

Di Indonesia sendiri, sepanjang yang saya ketahui sampai saat ini, sepanjang
tahun 2005, terjadi 4 peristiwa kebocoran pipeline, 2 diantarakan diiringi dengan
ledakan, 1 kebakaran, menewaskan 1 orang. Terjadi pula kebakaran pada transportasi
material berbahaya menggunakan KA, menewaskan 1 orang

Yang jelas pemerintah mempunyai aturan, namun aturannya masih prescriptive,
kalau perturan yang risk based pemerintah belum punya (untuk offshore saja pemerintah
memilikinya, peraturan tahun 2003).

Tanggapan 2 : Iwandana Soendoro

Mau menambahkan sedikit.
Sejak dari design sudah ada safety klasifikasi pemasangan pipa onshore untuk
yang padat penduduk atau sebaliknya.

Hal tersebut ada di ASME B 31.8 Chapter IV. Sepertinya lebih risky pasang pipa
di onshore dari pada di offshore, hari ini survey masih kosong tiga bulan lagi
udah ada rumah. Saya sendiri belum pernah dealing dengan onshore pipe selalu
offshore.

Tanggapan 3 : Ramzy

Anda dapat melihat pada KEPMEN menteri pertambangan dan energi RI No. 300 K/38/M.PE/1997.
Disana cukup lengkap apa saja persyaratan serta jarak dan ketentuan lainnya.

Share This