Apakah hal tersebut dapat dilaksanakan dengan proses reverse osmosis (RO)?

Berikut adalah kondisi air untuk Feed Water, Boiler Water,  dan Cooling
Water. Dimana boiler berjenis fire tube dengan kapasitas 1 ton/jam dan tekanan
7-9.5 kg/cm2.

No.
Parameter 
Satuan
Feed Water
Boiler Water
Cooling Water
1. Color Jernih Coklat Jernih
2. Settleable Solid Sedikit Banyak Sedikit
3. Conductivity µmhos 146 15100 1530
4. pH 9 12 8.7
5. TDS ppm 92 9150 912
6. P Alkalinity ppm CaCO3 24 2520 132
7. T Alkalinity ppm CaCO3 88 3820 660
8. Ca Hardness ppm CaCO3 8 49 34
9. Total Hardness ppm CaCO3 10 60 56
10. Chloride ppm Cl 18 100 116
11. Silica ppm SiO2 14 64 23
12. Total Iron ppm Fe 0.02 1 0.04
13. Phosphate ppm PO4 24
14. Phosphonate ppm PO4
15. Hydrazine ppm N2H4 0.25

Bila dilihat dari kondisi ketiga air tersebut, apakah data tersebut memenuhi
syarat? Apabila diinginkan untuk mengolah air (feed water) tersebut untuk
boiler feed water  dengan kapasitas boiler 1 ton steam/jam dan bekerja
pada tekanan 7-9.5 kg/cm2, parameter apa saja yang harus dirubah? Apakah
hal tersebut dapat dilaksanakan dengan proses reverse osmosis (RO)? Selanjutnya,
pre-treatment apa saja yang perlu dilakukan bila memakai RO?

Dari data kondisi di atas, sebenarnya ketiga air tersebut bisa menimbulkan
scaling dan plugging.

Apabila diinginkan mengolah air (feed water) tersebut untuk boiler feed water
hal yang bisa dirubah adalah kandungan Ca, Cl dan Mg. Hal yang paling mudah
adalah dengan melihat pH.

Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan proses reverse osmosis (RO) dengan
kondisi tertentu (ada pre treatment)

Adapun pre-treatment yang perlu dilakukan bila memakai RO umumnya menggunakan
water softener (adding chemical). Tetapi, akan lebih baik jika menggunakan
kombinasi RO dan Ultrafiltrasi sebagai pretreatment.

Perlu diwaspadai, bahwa penggunaan chemical dalam pretreatment dapat menurunkan
life time dari membrane RO (Case chemical yang terbawa ke RO unit).

RO cukup sensitif terhadap terjadinya scale yang menutup membran, terkecuali
sudah ditemukan membran yang tahan banting terhadap kondisi air umpan.

Pengunaan teknologi RO sebagai pre treatment untuk air umpan boiler memang
banyak dilakukan saat ini, tetapi dari pengalaman hal tersebut biasa dilakukan
bila kualitas dari air umpan masuk memiliki TDS >500 ppm. Sedangkan bila
air raw water hanya mengandung TDS 200 ppm akan lebih baik menggunakan Demineralizer
plant, baik dari capital cost maupun operating costnya.

Pretreatment unit RO memang merupakan suatu yang sangat kritis, artinya jika
hal ini tidak didesain secara benar, otomatis akan sangat berpengaruh terhadap
kualitas dari sistem RO. Clarifier, Multi Media Filter , Sand Filter dan
Carbon Filter memang diperuntukkan untuk menurunkan padatan tersusupensi
yang masih tinggi di raw water. Sedangkan carbon filter untuk menghilangkan
kandungan dari chlorine yang masih terdapat dalami raw water atau untuk menghilangkan
chlorine yang memang diinjeksikan di pretreatment. Meskipun akan dihilangkan
dengan injeksi smbs tetap harus dihilangkan kembali dengan carbon filter.
Membran dari sistem RO sangat rentan dengan kandungan chlorine, dan mengakibatkan
life time akan berkurang drastis.

Penggunaan Ultra Violet pada unit pretreatement sebenarnya mengarah untuk
membunuh mikroorganisme yang akan mengggangu unjuk kerja membrane, Biological
Fouling. Artinya penggunaan UV memang bisa digantikan dengan sodium hypo
yang memiliki fungsi sama.

Di buku-buku water treatment hand book, selalu dikatakan untuk boiler medium
pressure cukup dengan menggunakan softener yang intinya hanya menurunkan
kesadahan, padahal sesungguhnya deposit yang paling ditakutkan selain scale
oleh CaCO3  adalah deposit silika. Dari pengalaman, memang dengan menggunakan
demin plan. Dengan minimnya mineral dalam air bisa dikatakan tidak lagi memerlukan
chemical treatment lagi selain pH adjuster.