Bagaimanakah tentang ide dikembangkannya fuel cell di Indonesia
Bagaimanakah tentang ide dikembangkannya fuel cell di Indonesia, mengingat
jumlah Natural Gas kita melimpah untuk bisa dimanfaatkan sebagai resources
untuk pembuatan bahan bakar hydrogen?

Apakah fuel cell, mampu menggantikan peran bahan bakar minyak di segmen 
transportasi di Indonesia ataupun dapat dijadikan komoditi ekspor baru yang
bernilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan kita menjual raw material
berupa NG? Kira-kira kendala apa yang harus ditangani terlebih dahulu untuk
mengaplikasikan teknologi ini?

Fuel cell masih akan membutuhkan jangka waktu lama sebelum bisa menggantikan
bahan bakar carbon based yang ada saat ini. Di Eropa dan Amerika sendiri
research tentang hidrogen dan Fuel Cell masih belom matang, tapi mereka sudah
mulai implementasi secara kecil-kecilan.

Untuk sumber hidrogen sendiri bisa dari natural gas, tapi penggunaan natural
gas sendiri tetap menimbulkan efek rumah kaca, salah satu hal yang menjadi
penyebab carbon based fuel tak ramah lingkungan. Kalau masih bergantung dari
fossil fuel bukan sumber energi baru namanya.

Untuk kedepannya diramalkan hidrogen akan diperoleh dari elektrolisis air
dengan energi untuk elektrolisis diperoleh dari solar cell atau bio-energy.
Elektrolisis air lulus tes sebagai renewable, tapi masih bukan sustainable
energy karena sampai saat ini energi yang diperlukan untuk elektrolisis masih
lebih besar daripada energi yang dihasilkan oleh fuel cell. Jadi fuel cell
ini sifatnya lebih mirip energy storage (seperti rechargeable battery) daripada
energy source.

Kendala dari fuel cell adalah, production Energy per cost-nya masih jauh
lebih tinggi daripada bahan bakar migas yang ada, salah satu sebab mungkin
karena produksinya belom bisa dalam tahap besar-besaran. Selain itu infrastruktur
( stasiun pengisian, transportasi) fuel cell  juga membutuhkan investasi
yang besar. Dengan prospek keuntungan yang masih belom jelas, akan sulit
untuk menggerakkan penggunaan fuel cell, kecuali pemerintah turut campur
tangan. Mungkin dalam waktu 10 tahun atau 20 tahun kedepan hidrogen akan
mulai menggantikan bahan bakar carbon based di negara maju. Untuk informasi
lebih lanjut bisa dicari paper tentang energy scenario dari website Shell,
didalamnya termasuk prospek dari fuel cell dan bahan bakar terbarukan lainnya.

Ini salah satu tantangan untuk mencari sumber energi baru. Dengan harga minyak
yang murah maka orang enggan untuk mengembangkan sumber energi lain. Semoga
saja tidak ada shock yang terlalu besar saat transisi setelah fossil fuel
habis nanti.

Sebenarnya, harga minyak sekarang itu murah sekali karena yang dihitung cuma
biaya ekstraksi, pengolahan, dan distribusi (+ aspek politik). Proses yang
memakan jutaan tahun untuk menghasilkan minyak tidak diperhitungkan sama
sekali. Agak mirip sama prinsipnya illegal logging, mumpung masih ada hutan
yang bisa ditebang ya dimanfaatkan.

Pengunaan Fuel Cell sendiri dibeberapa Negara mulai dalam tahap komersial
di US mulai banyak di bangun untuk Refueling untuk Hydrogen beberapa pabrik
Mobil : Honda , BMW GM mulai memasarkan mobil dengan pengerak fuel cell ini.

Sistem penghasil hidrogennya sudah tidak lagi menggunakan natural gas tapi
mengunakan electrolysis air yang dihasilkan dengan mengunakan tenaga Matahari.
Di Indonesia BPPT juga P3TEK sudah lama melakukan penelitian untuk fuel cell
ini.