Bila brand di field dan di PLC berlainan, apakah bisa digunakan untuk
gas/flame detector?
Bila brand di field dan di PLC berlainan, apakah bisa digunakan untuk gas/flame
detector? Misalnya di field menggunakan General Monitor sedangkan PLC Siemens
Cerberus. Untuk input ke PLC tetap analog 4-20 mA, sedangkan yang dikhawatirkan
adalah pada saat kalibrasi untuk gas/flame detector.

Hal tersebut bergantung pada kompatibilitas dari signal antar sistemnya.
Kalau input card PLC-nya 4-20 mA, selama yang di field juga 4-20 mA (dengan
loop  impedance tidak melebihi maximum load yang diperbolehkan oleh
PLC  dan  sensornya) seharusnya bisa digunakan.

Agak berbeda kalau PLC menerima input tipe Digital data communication dengan
protocol proprietary dari Siemens Cerberus, sementara sensornya memakai 
4-20 mA atau pakai protocol yang berlainan.

Di suatu plant, digunakan PLC dan Flame/Gas Detector dengan brand  berlainan
dan tidak mengalami masalah karena keduanya sama-sama 4-20 mA. Cek spesifikasi
dari Input card PLC dan output specifikasi dari sensornya dengan hati-hati.

Dilihat juga, flame detektor-nya tipe Fasive atau Aktive. Maksudnya Flame
detektornya memiliki tegangan sendiri (biasanya  24VDV) atau tidak.
Kalau transmitter biasanya tegangan 24VDC-nya di Drive  dari A/I.  

Kalau dilihat dari fieldnya outputnya 4-20 mA dan PLCnya A/I 4-20 mA, yang
menjadi pertanyaan kalau nanti pada saat kalibrasi apakah tidak mempengaruhi
komunikasi antara PLC dengan field instrumentnya sendiri, karena terlalu
banyak gas dan flame detector yang diisolasi karena malfunctions (F/G sendiri
langsung ke ESD system).

Kalau berbicara 4-20 mA pertanyaan berikutnya adalah apakah conventional
4-20 mA atau HART based 4-20 mA ???

Biasanya, untuk flame detector, output dari 4-20 mA tidak sama persis seperti
4-20mA output Diff. Press/Press transmitter. Output dari flame detector ini
berupa output current discrete.

Metode testing (lebih sesuai daripada istilah : kalibrasi) flame detector
juga macam-macam, ada yang menggunakan magnet, UV/IR lamp dan sebagainya.

Kalau menurut manual caranya memakai alat-alat berikut : UV lamp, IR lamp,
UV/IR lamp maka harus digunakan dan cek kesesuaian output current dengan
spesifikasi dari vendor (bisa dilihat pada manualnya).

Note : Kecuali ada cara untuk switch (baik manual atau otomatis) dari mode
NORMAL ke mode CALIBRATION/TESTING, pastikan tidak melupakan inhibit output
ke ESD pada saat testing (jangan sekali-kali isolate input !! karena plant
anda bisa shutdown).

Kalau soal Fault yang terjadi di flame detector penyebabnya bisa beragam.
Bisa saja disebabkan oleh :

– Kerusakan Detector (dan ini mungkin bisa dilihat dari korelasi input dan
outputnya)
– Terlalu rendahnya Power Supply di loop, sehingga pada saat ada trigger
alarm dan terjadi ‘inrush’ current, current loop-nya drop sampai di bawah
minimum current, sehingga fault. Ini sering terjadi pada sensor-sensor fire.
– Ground fault, dan sebagainya.