Select Page

Poliakrilamida untuk menurunkan viskositas atau meningkatkan viskositas?
Dalam satu artikel tentang energi, tepatnya tentang Teknologi Enhance Oil
Recovery (EOR) menyatakan bahwa salah satu teknologi EOR adalah dengan menginjeksikan
Chemical, yang berisi Poliakrilamida, sehingga dapat menurunkan tegangan
permukaan minyak, sehingga oil droplet dapat naik ke permukaan. Menurunkan
tegangan permukaan berarti menurunkan viskositas

Namun, dalam buku Encyclopedia of Chemical Technolgy, dinyatakan bahwa Poliakrilamida
dapat meningkatkan viskositas larutan. Dan salah satu aplikasi lainnya adalah
sebagai aditif pada drilling mud, sebagai viscofier , alias penambah viskositas
lumpur.

Manakah dari pernyataan tersebut yang benar?

Poliakrilamida termasuk dalam salah satu golongan flocculant. Poliakrilamida
merupakan cairan sangat viscous, bahkan sulit larut dalam air, sehingga biasanya
digunakan larutan yang hanya mengandung sekian persen poliakrilamida.

Dalam dunia perminyakan, poliakrilamida sering digunakan sebagai deoiler
atau reverse demulsifier atau bahan kimia yang berguna untuk memisahkan minyak
dari air. Cara kerjanya adalah dengan cara membentuk bridging antar droplet
oil sehingga butiran-butiran kecil oil droplet bisa bergabung dan menyatu
dengan droplet size yang lebih besar dan gampang memisah dari air (naik)
keatas. Menurut pengalaman di EOR plant, poliakrilamida juga bisa digunakan
sebagai turbidity reducer.

Poliakrilamida merupakan senyawa organik yang bersifat Cationic surfactant
yang digunakan untuk emulsion breaker dari Oil dalam Water (O/W) yang digunakan
untuk mengurangi viscositas.
 
Selain itu juga bisa digunakan sebagai chemical coagulant untuk garam-garam,
besi, aluminum dalam larutan yang bersifat asam, dan membantu agglomerasi
dari oil drop. Sehingga menambah viscousitas larutan.

Dalam buku The Nalco Water Handbook edisi ke 2 hal 114 dijelaskan aksi dari
cationic emulsion breaker (poliakrilamida)  dalam menetralisasi perubahan
bentuk colloidal oil dropped dalam oily wastewater, lengkap dengan gambarnya.

Tapi bagaimana dengan yang tercantum dalam buku Oil Well Drilling karya H.Rabia?
Dikatakan (yang maknanya lebih kurang) :  
 
PAM juga dapat digunakan sebagai Fluid Loss Aditif. Dan Fluid Loss Aditif
digunakan agar semakin sedikit drilling mud yang hilang akibat friksi dengan
dinding dril bit, sehingga, efektifitas tekanan hidrolik yang dihasilkan
jadi lebih baik. Caranya, dengan menurunkan viskositas drilling mud, sehingga
aliran drilling mud jadi lebih cepat. Karena alirannya jadi lebih cepat,maka
fluida hilang akibat friksi jadi lebih sedikit.
 
Mungkin, poliakrilamida bukan digunakan untuk menurunkan viskositas drilling
mud akan tetapi dengan poliakrilamida dapat meminimalisasi dari water run
off, erosion, dan crusting serta menjadikan struktur tanah menjadi lebih
stabil. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca dari literatur di : www.cytec.com/pdf/watertreatment/polyacrylamide
characteristics related to soil applicatio.Pdf   
Atau Poliakrilamida adalah aditive untuk oil well drilling mud, dapat dilihat
di : www.arubras.com.ar/productor acrylamide

Jadi, dapat disimpulkan bahwa polakrilamida itu bertindak sebagai viscofier.
Dan yang terjadi pada EOR adalah PAM digunakan sebagai mobility control.
Adapun yang bertugas menurunkan surface tension minyak adalah surfaktan.

Share This