Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi meningkatkan status Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari status aktif normal menjadi status waspasa.

Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pertambangan
dan Energi meningkatkan status Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara
Barat (NTB) dari status aktif normal menjadi status waspasa.

‘Peningkatan status Gunung Rinjani menjadi waspada tersebut
ditetapkan pada 14 Juni 2005 pukul 18.00 Wita,’ kata Kepala Bagian Humas
Pemprov NTB, Drs L Gita Ariadi MSi kepada wartawan di Mataram, Sabtu.

Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral melalui suratnya
yang ditujukan kepada Gubernur NTB mengingatkan kepada para pendaki termasuk
wisatawan untuk tidak terlalu dekat dengan Gunung Barujari dan Segara Anak
di Gunung Rinjani.

Dikatakannya, Gurung Rinjani dalam beberapa tahun terakhir
ini menunjukkan peningkatan kegiatan, misalnya pada bulan September 2004
telah terjadi letusan samping.

Aktivitas gunung tersebut pada Oktober 2004 sedikit menurun
dan hingga Februari 2005 menjadi aktif normal. Namun memasuki bulan Juni
2005, tanggal 1-5 Juni, terlihat di rekaman telah terjadi 20 kali gempa
tektonik jauh dan satu gempa tektonik lokal.

Sedangkan pada 13 Juni 2005 terekam tiga kali gempa vulkanik
dalam dan lima kali vulkanik dangkal serta sekali gempa hembusan.

Pihak Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral telah mengirim
tim guna memantau kegiatan Gunung Rinjani sekaligus mengantisipasi hal-hal
yang tidak diinginkan.

Gunung Rinjani merupakan salah satu obyek wisata
yang ramai dikunjungi wisatawan asing maupun nusantara terutama turis yang
gemar melakukan pendakian dan penelitian.

Source : www.mediaindo.co.id