Dengan kondisi geologi yang rawan terhadap gempa bumi, kita perlu terus mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami sehingga dapat mencegah dan meminimalisir dampak dari bencana geologi tersebut.


Dengan kondisi geologi yang rawan terhadap gempa bumi, kita perlu terus
mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami sehingga dapat mencegah
dan meminimalisir dampak dari bencana geologi tersebut. Pemerintah terus melakukan
analisis data, monitoring dan evaluasi daerah rawan bencana gempa bumi dan
tsunami.

Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM yang diwakili
oleh Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral pada Simposium Bencana
Gempa Bumi dan Tsunami di Busur Kepulauan, yang diselenggarakan di Bandar
Lampung, hari ini.

Di wilayah Indonesia, lajur sumber gempa bumi membentang
sepanjang tidak kurang dari 5600 km mulai dari Andaman sampai ke Busur Banda
Timur. Lajur kemudian menerus ke wilayah Maluku hingga Sulawesi Utara. Daerah-daerah
sepanjang pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, NTB dan NTT serta
Maluku merupakan daerah rawan gempa bumi dan tsunami. Langkah lain yang
dilakukan adalah mengembangkan sistem peringatan dini (early warning system)
yang selain memanfaatkan teknologi juga mencakup pendidikan dan peningkatan
pemahaman masyarakat. Hal ini ditempuh antara lain dengan memberikan pelatihan
kepada guru-guru sekolah menengah sehingga dapat menyampaikan informasi
mengenai bencana alam geologi beserta mitigasinya kepada generasi muda.
Pada tahun ini telah dilakukan pelatihan untuk guru-guru sekolah menengah
di Jawa Barat dan akan diteruskan untuk daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Source : www.esdm.go.id