Select Page

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Palangkaraya hingga kemarin belum mendapat pasokan solar tambahan, sehingga tetap tidak bisa beroperasi.

 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Palangkaraya
hingga kemarin belum mendapat pasokan solar tambahan, sehingga tetap tidak
bisa beroperasi. Akibatnya, beberapa wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng)
masih terkena pemadaman bergilir.

”Kita terpaksa tetap melakukan pemadaman secara bergilir setiap delapan
jam sekali, karena hingga saat ini kami belum bisa mendatangkan pasokan solar
tambahan untuk mengoperasikan ketiga mesin pembangkit listrik di PLTD Palangkaraya,”
kata Pelaksana Harian Manajer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Palangkaraya
Sukahar, ketika dihubungi Media, kemarin.

Pemadaman listrik secara bergilir, ujarnya, diperkirakan akan berlangsung
hingga akhir bulan ini, atau sampai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam
di Kabupaten Pelaihari, Kalimantan Selatan (Kalsel), selesai diperbaiki. Daerah
yang terkena pemadaman bergilir adalah Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas,
dan Kabupaten Katingan.

Menurut Sukahar, sebelum persediaan solar untuk PLTD habis, pihaknya pada
28 Juni lalu telah mengajukan permohonan untuk mendapat pasokan tambahan ke
PT Pertamina Kalsel, tetapi hingga saat ini permohonan tersebut belum dipenuhi.
Persediaan solar yang habis sejak 5 Juli lalu itu adalah untuk periode 1
hingga 11 Juli.

Dia mengakui, sesuai kontrak dengan PT Pertamina, PLN memerlukan 11.460
kiloliter solar per bulan. Namun, karena saat ini PLTU Asam-Asam yang menjadi
pemasok utama listrik di Kalteng sedang diperbaiki, beban diambil alih oleh
PLTD Palangkaraya. Karena itu, kebutuhan solar di PLTD tersebut membengkak
menjadi jadi 17.900 kiloliter, sehingga masih kekurangan sebanyak 6.440 kiloliter.

Wira Penjualan PT Pertamina Kalteng Pramono ketika dikonfirmasi oleh Media
mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan pasokan solar di luar kontrak kepada
PLN Palangkaraya. ”Kami hanya bisa menyediakan pasokan solar sesuai kontrak.
Bila melebihi kontrak, tidak akan kami layani. Saat ini pun kami masih berusaha
mencarikan solar sesuai dengan alokasi yang telah disepakati,” kata Pramono.

Pemadaman listrik juga masih berlangsung di Provinsi Kalsel. Pemadaman terjadi
akibat pasokan BBM ke PLTD Barito tersendat. Seperti halnya di Kalteng, penyuplai
utama tenaga listrik di Kalsel juga dari PLTU Asam-Asam.

Penimbun BBM

Di tengah kelangkaan BBM, Kepolisian Resor (Polres) Kota Baru, Kalsel, menemukan
gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM ilegal.

Kepala Bagian Humas Polda Kalsel Ajun Komisaris Besar (AKB) Puguh Rahardjo,
kemarin, mengatakan gudang BBM milik PT Majusraya Sukses di Kota Baru itu
sejak Minggu (10/7) terus diperiksa secara intensif oleh Polres Kota Baru.

Dia mengatakan, terungkapnya gudang penimbunan BBM berawal dari ditangkapnya
satu truk tangki pengangkut solar ilegal milik Udin yang juga pemilik gudang
beberapa waktu lalu. Ketika itu, petugas menangkap truk bernomor polisi GA
9660 G di areal perkebunan kelapa sawit di kawasan Gunung Aru, Kota Baru.

Solar yang diangkut truk tangki tanpa dokumen itu diperkirakan akan dikirim
ke perkebunan kelapa sawit. Kini truk beserta pengemudinya ditahan di kantor
Polres Kota Baru, sedangkan Udin terus diperiksa secara intensif.

Sementara itu, kelangkaan BBM hingga kemarin masih terjadi di beberapa daerah,
antara lain di Manado (Sulawesi Utara), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Bantul
(Daerah Istimewa Yogyakarta). Enam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)
di Manado, kemarin, kehabisan premium, kendati PT Pertamina mengaku telah
menambah suplai hingga 50% dari 360 kiloliter per hari.

Dari Purwokerto dilaporkan, PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daops) V
Purwokerto bertanggung jawab atas premium yang tumpah akibat tergulingnya
KA pengangkut BBM di Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa
Tengah (Jateng) Minggu (10/7). Sementara rel di lokasi tergulingnya KA sejak
dini hari kemarin sekitar pukul 01.35 WIB sudah dapat dilalui meski belum
normal.

”Kita bertanggung jawab dengan membayar klaim kepada Pertamina disesuaikan
dengan jumlah premium yang tumpah,” kata Kepala Humas PT KA Daops V Purwokerto
Supriyadi, kemarin.

Source : www.mediaindo.co.id

Share This