Pembangunan fisik Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap berkapasitas 2 x 300 megawatt sudah mencapai 80 persen.

Pembangunan fisik Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap
berkapasitas 2 x 300 megawatt sudah mencapai 80 persen. Pembangkit terbesar
dalam sistem kelistrikan Jawa bagian selatan tersebut ditargetkan dapat beroperasi
pada Desember 2005.

Manajer Operasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Matoin
mengemukakan itu di Cilacap, Selasa (12/7). Dengan melihat penyelesaian proyek
ini, kami optimistis target bergabung dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali
pada 17 Desember 2005 untuk pembangkit unit I bisa tercapai, ujar Matoin.

Menurut Matoin, sejumlah tahap pengerjaan proyek yang termasuk cukup berat
sudah dilewati. Antara lain pendirian cerobong asap setinggi 210 meter, pengangkatan
boiler seberat 167 ton dan generator 200 ton. Pendirian cerobong asap bahkan
dapat diselesaikan hanya dalam waktu 35 hari, kata Matoin.

PLTU Cilacap terletak di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, sekitar
10 kilometer dari Kota Cilacap, Jawa Tengah. Pembangkit tersebut dibangun
dengan sistem joint venture antara PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB, anak perusahaan
PT PLN) dan perusahaan swasta China melalui perwakilan mereka di Indonesia,
PT Sumber Energi Sakti Prima (SSP). Biaya pembangunan 510 juta dollar AS antara
lain berasal dari pinjaman Bank of China (408 juta dollar AS) dan sisanya
102 juta dollar AS ditanggung bersama oleh PT SSP dan PT PJB. Chengda Engineering
Corporation of China menjadi kontraktor utama.

PLTU yang dibangun sejak Desember 2003 itu diharapkan dapat mengatasi kelemahan
pasokan listrik di sistem kelistrikan Jawa bagian Selatan. Dengan beroperasinya
PLTU Cilacap diharapkan tegangan listrik yang kerap turun di sebagian besar
Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tidak terjadi, ujar Manajer Humas PT PJB Eko
Mulyadi.

Menurut Eko, keberadaan PLTU Cilacap sangat besar artinya dalam rangka penghematan
bahan bakar minyak. Dengan menggunakan bahan bakar batu bara, PT PLN telah
menghemat 10 juta dollar AS per bulan. Hal itu sesuai dengan rencana jangka
panjang PT PLN yang berusaha mengurangi pembangkit berbahan bakar minyak dari
posisi 30 persen saat ini menjadi 5 persen.

Bupati Cilacap Probo Yulastoro mengatakan, rencana operasi PLTU Cilacap
pada akhir tahun telah mendorong sejumlah investor membuka usaha di Cilacap.
Sudah ada yang akan mendirikan pabrik gula dan pabrik kayu di sini. Sebelumnya
mereka ragu-ragu karena keterbatasan daya listrik, kata Probo.

Source : www.kompas.com