Departemen Perindustrian meminta seluruh industri melakukan audit pemakaian energi.

 Departemen Perindustrian meminta seluruh industri
melakukan audit pemakaian energi. Permintaan ini terkait dengan kampanye penghematan
energi yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tujuannya, menurut Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka
Ansari Bukhori, untuk mengetahui kebutuhan energi yang diperlukan perusahaan
dalam kegiatan operasionalnya. ‘Kalau ada yang bisa dihemat ya dilakukan penghematan,’
ujarnya Kamis (14/7).

Setelah dilakukan audit energi, lanjut Ansari, besar kemungkinan ditemukan
mesin-mesin yang boros energi. Mesin-mesin seperti ini harus diganti dengan
teknologi yang lebih hemat energi.

Departemen Perindustrian juga meminta beberapa industri untuk mengubah produksinya
diluar waktu beban puncak PLN. Industri-industri ini, kata Ansari, sedang
mengkaji kemungkinan pemindahan produksi di luar beban puncak antara pukul
17.00 – 22.00. ‘Diantaranya, Krakatau Steel dan beberapa industri serat,’
kata dia.

Semen Cibinong, ujarnya, telah berhasil memindahkan operasi di luar beban
puncak PLN. Dengan pemindahan ini Semen Cibinong mengaku berhasil berhemat
Rp 300 juta per bulan. PLN berjanji memberikan insentif kepada perusahaan
yang mau memindahkan operasinya diluar beban puncak.

Source : www.tempointeraktif.com