Penjualan komponen hemat energi paruh pertama 2005 melonjak setelah pemerintah menaikkan harga jual bahan bakar minyak.

Penjualan komponen hemat energi paruh pertama 2005
melonjak setelah pemerintah menaikkan harga jual bahan bakar minyak, mulai
adanya kekacauan distribusi, serta diberlakukannya kebijakan hemat energi
oleh pemerintah.

”Hingga tiga bulan pertama 2005, penjualan komponen katalis bahan bakar
untuk menghemat energi kendaraan kami telah mencapai 56 persen dari total
target penjualan sebanyak 2.000 unit di tahun ini,” tutur Marketing Manager
PT Broquet Indonesia Ricky M Safir, yang ditemui di Gaikindo Auto Expo di
Jakarta Convention Center, Sabtu (16/7).

Sebagai gambaran, produk penghemat energi tersebut bermanfaat untuk mengoptimalkan
proses pembakaran yang terjadi dalam mesin mobil. Dengan demikian penggunaan
BBM dapat ditekan hingga 15,2 persen.

Kenaikan permintaan katalis bahan bakar Broquet mulai terasa sejak Desember
2004. Penjualan melonjak 300 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

”Selama semester pertama 2005, penjualan produk Solargard (merek kaca film
penahan sinar ultraviolet) naik 35 persen dibandingkan tahun lalu,” kata staf
promosi Solargard Indonesia, Monita Cherline.

Ia menuturkan, pengguna Solargard saat ini lebih didominasi kalangan perusahaan
yang ingin menekan penggunaan pendingin ruangan dan pemakaian lampu penerang
ruangan.

Bahan bakar gas

Untuk lebih menghemat penggunaan BBM, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri
Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Freddy Sutrisno menyarankan agar mengganti
bahan bakar otomotifnya dari BBM ke bahan bakar gas (BBG). Produk BBG lebih
murah Rp 1.000 per liternya.

Inovasi memakai bahan gas ini, menurut Freddy, sebenarnya sudah dimulai
sejak lima tahun lalu. Namun, karena belum disosialisasikan secara luas dan
terkendala minimnya stasiun pengisian, BBG ini belum dipakai dan diminati
banyak orang.

Freddy mengatakan, industri mobil saat ini sudah pulih, bahkan melampaui
keadaan sebelum krisis moneter. Sebagai gambaran, pada tahun 1987 penjualan
mobil mencapai 387.000 unit. Kendatipun sempat anjlok menjadi 58.000 unit
pada tahun 1998, industri ini kembali bangkit pada tahun 2004 dengan penjualan
menembus angka 483.000 unit. Pada paruh pertama 2005, penjualan mencapai 300.000
unit.

”Dengan kondisi ini, kami sangat berharap agar nantinya pemerintah tak mengeluarkan
kebijakan terkait dengan penghematan energi yang dapat merugikan industri
mobil,” katanya.

Source : www.kompas.com