Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak sepakat untuk tidak menambah pasokan minyak mentah ke pasar internasional seiring harga minyak yang cenderung bertahan di bawah 60 dollar AS.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak sepakat untuk
tidak menambah pasokan minyak mentah ke pasar internasional seiring harga
minyak yang cenderung bertahan di bawah 60 dollar AS. Penambahan pasokan dikhawatirkan
akan membuat harga jual tiba-tiba jatuh.

Demikian dikatakan Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)
untuk Indonesia Maizar Rahman, Selasa (19/7) di Jakarta.

”Jika OPEC menambah pasokan minyak mentah ke pasar, stok akan semakin banyak,
sementara sekarang saja stok sudah kelebihan sebanyak 1 juta barrel per hari,”
ujar Maizar.

Sebelumnya, Indonesia sempat mengusulkan OPEC menambah produksi minyak mentah
sebanyak 500.000 barrel untuk mengerem harga minyak yang terus naik hingga
menembus 60 dollar AS per barrel. Namun, saat ini harga kembali turun di bawah
60 dollar AS per barrel. Maizar mengatakan, meskipun stok minyak di pasar
internasional cukup banyak, yang tersedia di pasar kebanyakan minyak berat
dan minyak mentah yang tinggi kandungan belerangnya.

”Yang banyak dibutuhkan adalah minyak ringan (light sweet) dan minyak yang
kandungan belerangnya rendah. Jadi, tidak sekadar jumlah produksi yang bisa
memengaruhi harga, tetapi juga jenis minyak dan kemampuan kilang pengolah
masing-masing negara,” kata Maizar.

Produksi Lebih Tinggi

Produksi minyak mentah OPEC saat ini mencapai 27,7 juta barrel per hari
atau lebih tinggi 0,7 juta barrel dari kuota sebesar 27 juta barrel. Harga
minyak mentah pada Senin (18/7) yang tercatat di New York untuk minyak light
sweet pengiriman Agustus sebesar 58,05 dollar AS per barrel. Harga minyak
Brent dari laut utara untuk pengiriman September yang tercatat di London
57,66 dollar AS per barrel.

Harga minyak mentah dunia minggu ini diperkirakan masih terkena dampak Badai
Emily yang melanda Semenanjung Yucatan di Meksiko. Perusahaan minyak nasional
Meksiko terpaksa menghentikan kegiatan mereka akibat badai tersebut sehingga
suplai minyak di pasar dunia akan turun sebesar tiga persen.

Tidak Semua Diambil

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Kardaya Warnika
mengatakan, penambahan minyak mentah dari kontraktor bagi hasil (KPS) sudah
diupayakan.

”Imbauan dari pemerintah sudah dilaksanakan, minyak-minyak yang dihasilkan
oleh KPS selalu dibahas dengan PT Pertamina, mau dipakai atau tidak,” ujar
Kardaya.

Namun, Kardaya mengatakan, tidak semua minyak mentah dari KPS diambil oleh
Pertamina. Sebagai contoh, pemerintah telah menawarkan minyak mentah dari
Lapangan Belanak kepada Pertamina.

”Hasil dari Lapangan Belanak itu sudah ditawarkan kepada Pertamina, tetapi
tidak diambil. Alasannya, kadar merkurinya terlalu tinggi,” kata Kardaya.

Source : www.kompas.com