Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), PT PLN sedang mengkaji penggunaan LPG (Liquid Petroleum Gas) sebagai bahan bakar pembangkit. Direncanakan, dalam tiga bulan ke depan LPG sudah dapat menggantikan BBM.

Untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM),
PT PLN sedang mengkaji penggunaan LPG (Liquid Petroleum Gas) sebagai bahan
bakar pembangkit. Direncanakan, dalam tiga bulan ke depan LPG sudah dapat
menggantikan BBM.

“Kami siapkan kalau bisa dalam tiga bulan mendatang sudah jadi,” kata Ali
Herman Ibrahim, Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN, Kamis (21/7).

Menurut Ali, saat ini ada empat pembangkit yang sedang dikaji mana yang
lebih optimal untuk menggunakan LPG, yakni di Kalimantan Timur, Kalimantan
Barat, Tambak Lorok, dan Sunyaraji Cirebon. “Kami akan memilih dan melihat
mana yang paling efisien,” tandasnya.

Meskipun harga LPG diakui lebih mahal dari gas, tapi tetap lebih murah dibandingkan
dengan minyak. Hanya saja karena berbentuk cair, jika sampai memasuki turbin,
kata Ali, pembangkit tidak bisa menggerakkan turbin. “Oleh karena itu, perlu
teknologi untuk menjaga agar LPG tetap berbentuk gas, yakni dengan menggunakan
panas gas buang,” ujarnya.

Untuk langkah pertama, lanjut dia, PLN akan menyiapkan sekitar 400 ton LPG,
kemudian akan ditingkatkan sampai 1 juta ton. Kegiatan ini akan dilakukan
secepatnya tapi tidak akan permanen, paling lama sampai 2008.

“Proyek ini akan kami pakai selama ada gejolak harga BBM terhadap PLN, tujuannya
untuk mengurangi pemakaian BBM saja,” kata dia.

Source : www.tempointeraktif.com