PT Indonesia Power (IP) secara bertahap akan mengkonversi bahan bakar unit pembangkit listriknya dari BBM ke Liquid Petroleum Gas (LPG) pada tahun 2005 ini.

PT Indonesia Power (IP) secara bertahap akan mengkonversi
bahan bakar unit pembangkit listriknya dari BBM ke Liquid Petroleum Gas (LPG)
pada tahun 2005 ini. Untuk tahap awal, pemakaian LPG akan dilakukan pada satu
unit bisnis pembangkit listrik PLTGU Tambak Lorok, Semarang.

Saat ini, masalah konversi LPG PLTGU Tambak Lorok masih dalam tahap uji
kelayakan dan diharapkan pada kuartal IV-2005 sudah bisa diterapkan.

Demikian Direktur Produksi IP Ahmad Sadikin usai diskusi tentang industri
batu bara di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (21/7/2005).

Ahmad menjelaskan, satu unit pembangkit di PLTGU Tambak Lorok ini mampu
memasok listrik hingga 100 megawatt. Satu unit pembangkut yang akan dikonversi
ini nantinya akan menggunakan LPG sebanyak 300 ton per hari.

Dengan menggunakan LPG, maka konsumsi BBM-nya dapat dihemat hingga 360 ribu
liter per hari atau secara nominal mencapai Rp 700 juta-an. Ahmad menambahkan,
nilai kalori yang dikeluarkan LPG ini lebih besar 1,2 kali dari kalori yang
dikeluarkan BBM.

Ditambahkan Ahmad, jika konversi satu unit pembangkit ini sukses, IP akan
melanjutkan konversi untuk dua pembangkit lainnya. Total PLTGU Tambak Lorok
memiliki enam pembangkit.

Pemerintah sebelumnya juga pernah meminta PLN untuk mulai mengkonversi penggunaan
BBM ke LPG dalam rangka menghemat pemakaian BBM yang diperkirakan melampaui
kuota. Pasalnya, produksi LPG di Indonesia saat ini jumlahnya berlimpah yakni
sekitar 3,5 hingga 4 juta ton per tahun

Source : www.detikfinance.com