PT Pertamina memastikan menggandeng China Petrochemical Corporation (Sinopec) untuk membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.

PT Pertamina memastikan menggandeng China Petrochemical
Corporation (Sinopec) untuk membangun kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.
Penandatangan nota kesepahaman (MOU) kerja sama itu dilakukan bersamaan dengan
kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke China.

Demikian dikemukakan Direktur Utama PT Pertamina Widya Purnama, Minggu (24/7)
di Jakarta. ”Dengan ditandatanganinya kerja sama itu, Pertamina dan Sinopec
segera membangun kilang minyak berkapasitas 150.000-200.000 barrel per hari,”
ujar Widya.

Ia menambahkan, penandatanganan kerja sama di antara dua perusahaan minyak
yang masing- masing dimiliki Indonesia dan China itu akan disaksikan oleh
kedua kepala negara. Presiden Yudhoyono dijadwalkan melawat ke China pada
27-30 Juli 2005. Selain melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Hu Jintao,
Presiden juga mengadakan pertemuan bisnis dengan pengusaha China.

Setelah MOU ditandatangani, pembangunan kilang direncanakan bisa dimulai
akhir tahun ini. ”Kami berusaha membangun kilang seefektif dan seefisien mungkin,
kalau tak bisa dilakukan tahun ini, paling lambat awal tahun depan sudah
bisa direalisasikan,” ujar Widya.

Namun, Widya menolak menyebutkan nilai proyek pembangunan kilang tersebut.
Sebelumnya, ia pernah menyebutkan bahwa pembangunan kilang Tuban membutuhkan
dana satu miliar dollar AS atau sekitar Rp 9,7 triliun (Kompas, 13/7).

Kilang Tuban mendesak dibangun karena kapasitas kilang minyak yang dimiliki
Pertamina saat ini tidak sebanding dengan kebutuhan bahan bakar minyak di
dalam negeri.

Pertamina hanya memiliki tiga kilang dengan kapasitas pengolahan maksimal
1,050 juta barrel per hari. Tiga tahun mendatang produksi minyak dalam negeri
diperkirakan akan meningkat dari 1,125 juta barrel per hari menjadi 1,25 juta
barrel per hari menyusul beroperasinya Blok Cepu dan Blok Jeruk.

Dengan didirikannya Kilang Tuban, produksi produk minyak Indonesia akan
naik menjadi lebih dari 1,25 juta barrel per hari sehingga dapat mencukupi
stok BBM untuk kebutuhan 30 hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, rencana
kerja sama Pertamina dan Sinopec untuk membangun Kilang Tuban sangat penting
untuk mendukung pasokan bahan bakar minyak di dalam negeri.

”Kawasan Jawa Timur dan sekitarnya belum memiliki kilang pemasok. Saat ini
hanya dua kilang yang memasok kebutuhan di Pulau Jawa, yakni Balongan yang
menutupi kebutuhan Jawa Barat, Banten, dan Jakarta, serta kilang di Cilacap
yang memasok Jawa Tengah,” papar Purnomo.

Terbuka Kesempatan

Selain menjalin kerja sama dengan China, PT Pertamina juga menjajaki kemungkinan
kerja sama dengan perusahaan minyak dari negara lain, termasuk dari Iran.
Sebelum resmi menggandeng Sinopec, tim Pertamina juga berkunjung ke Iran.

Widya mengatakan masih terbuka kesempatan dengan pihak- pihak lain yang
berminat dalam membangun Kilang Tuban. ”Jika pihak China tidak keberatan
ada perusahaan lain yang bergabung, maka bisa dibentuk konsorsium,” kata
Widya.

Indonesia juga menjajaki memperluas kerja sama di bidang gas alam cair (LNG).
Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kardaya Warnika
mengemukakan, sejumlah perusahaan China telah menyatakan minatnya untuk membeli
LNG dari Indonesia.

Source : www.kompas.com