Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik rencana pihak swasta Hongaria menanamkan investasi di bidang energi dan infrastruktur sebesar 4 miliar dollar AS di Provinsi Sumatera Selatan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik rencana
pihak swasta Hongaria menanamkan investasi di bidang energi dan infrastruktur
sebesar 4 miliar dollar AS di Provinsi Sumatera Selatan.

Selain investasi, pemerintah Hongaria berjanji memberi pinjaman lunak sebesar
25 juta dollar AS kepada Pemerintah Indonesia untuk pembangunan jalan raya
di Sumatera Selatan.

Indonesia menyambut baik rencana kerja sama dan investasi di Sumatera Selatan
dalam bidang energi dan infrastruktur jalan, ujar Presiden Yudhoyono dalam
jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Hongaria Ferenc Gyurcsany, seusai
pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/7).

Seusai pertemuan bilateral, ditandantangani kesepakatan antara Pemerintah
Indonesia dan Hongaria mengenai kerja sama ekonomi dan penandatanganan nota
kesepahaman mengenai kerja sama pariwisata.

Sebelum pertemuan bilateral, ditandatangani nota kesepahaman pemerintah
Hongaria dengan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan mengenai rencana investasi
dan pinjaman lunak.

‘Investasi Hongaria ke Sumatera Selatan akan dilakukan di bidang energi
dan infrastruktur, antara lain, tambang batu bara dan pembangkit listrik.
Kami senang dengan pembicaraan yang berlangsung sangat terbuka, mendalam,
dan konstruktif,’ ujar Gyurcsany.

Seusai pertemuan bilateral, Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman menyebutkan,
investasi yang akan dilakukan pihak swasta Hongaria ke Sumatera Selatan mencapai
sebesar 4 milliar dollar AS.

Investasi itu digunakan untuk membangun lokasi tambang dan pelabuhan batu
bara di Tanjung Api-api, pembangkit listrik, dan rel kereta untuk jalur pengangkut
batu bara sepanjang 180 kilometer dari lokasi pertambangan ke pelabuhan.

‘Tim lengkap dari Hongaria akan datang kembali awal September 2005. Tanjung
Api-api adalah lokasi baru di kawasan timur Sumatera Selatan tepatnya di Selat
Bangka,’ ujar Syahrial.

Di tempat itu, lanjut Syahrial, akan dibangun pelabuhan berkelas internasional.
Pelabuhan ini hanya berfungsi sebagai feeder.

Syahrial mengemukakan, pinjaman lunak dari Pemerintah Hongaria yang ditawarkan
sebesar 25 juta dollar AS akan digunakan untuk pembangunan jalan raya menuju
Pelabuhan Tanjung Api-api, sepanjang 70 kilometer.

Penandatanganan kesepahaman tadi dilakukan antara saya dan pihak Pemerintah
Hongaria yang difasilitasi Presiden Yudhoyono, ujar Syahrial.

Menurut Syahrial, rencana investasi pihak swasta Hongaria sebesar 4 miliar
dollar AS dan pinjaman lunak 25 juta dollar AS untuk pembangunan jalan raya
itu akan meningkatkan produksi batu bara Sumatera Selatan menjadi lebih dari
tiga kali lipat.

‘Sekarang saja produksi batu bara kami mencapai 9 juta ton per tahun. Dengan
investasi ini, produksi kami bisa mencapai tiga kali lipat dari produksi sekarang,’
ujarnya.

Terkait dengan sejumlah kesepahaman dan perjanjian kerja sama itu, Presiden
Yudhoyono mengemukakan, pada musim gugur mendatang, kedua pihak akan membicarakan
langkah lanjutan yang lebih konkret dan nyata di Budapest, Hongaria.

Teknologi informasi

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie di
sela-sela forum bisnis Hongaria-Indonesia di Jakarta, mengemukakan, Hongaria
juga berminat untuk berinvestasi dalam segala bidang di Indonesia. Salah
satunya adalah investasi di bidang teknologi informasi.

Aburizal mengatakan, Hongaria memiliki kemajuan di bidang teknologi informasi.
Karena itu, mereka ingin bekerja sama di bidang teknologi informasi.

Untuk realisasinya, Aburizal mengaku belum mengetahui secara rinci. Kalau
satu sekolah harus ada satu laboratorium teknologi informasi, tentu biayanya
sangat mahal, katanya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia MS Hidayat menuturkan, sebetulnya
masih ada kesempatan dan potensi yang dapat digali pebisnis Indonesia untuk
kerja sama bilateral ini.

Source : www.kompas.com