PLN optimis kalangan industri tetap akan menggunakan listrik meskipun PLN berencana menaikkan kenaikan tarif waktu beban puncak.

PLN optimis kalangan industri tetap akan menggunakan
listrik meskipun PLN berencana menaikkan kenaikan tarif waktu beban puncak.
Tarif listrik lebih murah bila dibandingkan dengan BBM.

‘Secara rata-rata tarif PLN dengan kenaikan ini masih murah karena listrik
lebih ekonomis daripada BBM,’ kata Dirut PLN, Eddie Widiono disela-sela Ekspose
Sekuriti Sistem Jawa-Bali di Kantor pusat PLN, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa
(26/7/2005).

Ketika ditanya apakah PLN tidak takut pelanggan besar kembali menggunakan
BBM, Eddie mengatakan dengan harga premium Rp 2.200, tarif listrik jauh lebih
murah.

‘Bila menggunakan listrik kita menjual masih jauh di bawahnya dengan perhitungan
0.3 liter per kwh biayanya Rp 700 sedangkan untuk mesin-mesin efisien 0.25
liter perkwh = Rp 550,’ kata Eddie.

Dirinya menampik kalau tujuan kenaikan ini agar PLN mendapat laba namun
lebih untuk mengendalikan listrik pada saat beban puncak karena faktor BBM.

‘Kalau kita ingin menaikkan laba salah satu alternatif dengan tarif dasar
listrik tapi ini bukan kenaikan tarif itu,’ kata Eddie.

Menurutnya selama 1,5 tahun PLN tidak pernah menaikkan TDL tapi tiba-tiba
PLN diberi beban oleh Pertamina yaitu dengan beralihnya kalangan industri
gunakan listrik.

Source : www.detikfinance.com