Manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk sedang mengincar blok minyak dan gas di kawasan Timur Tengah dan di Libya.

Manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk sedang mengincar
blok minyak dan gas di kawasan Timur Tengah dan di Libya. Selain itu, Medco
juga terus melakukan pembelian blok di dalam negeri. Demikian dikemukakan
Direktur Medco Rashid I Mangunkusumo, Rabu (27/7) di Jakarta.

Rashid menjelaskan, likuiditas berlebih yang dimiliki Medco dari keuntungan
penjualan aset akan sepenuhnya digunakan untuk belanja investasi. Sebagaimana
diberitakan, Medco baru saja menjual Novus Middle East Limited seharga 65
juta dollar AS dan menjual 39 persen kepemilikan atas Blok Merangin-I kepada
PT TEP Offshore Investment Company. Bulan Mei lalu, Medco memperoleh dana
190 juta dollar AS sebagai kompensasi dari Singapore Petroleum Company dan
Cue Energy yang ingin mengambil kembali haknya atas Lapangan Jeruk di Sampang,
Madura.

Dalam tiga tahun ke depan, Medco merencanakan belanja investasi sebesar
900 juta dollar AS, dengan rincian 200 juta dollar AS untuk tahun 2005, 300
juta dollar AS untuk tahun 2006, dan 400 juta dollar AS untuk tahun 2007.

‘Libya merupakan primadona dalam penambangan migas (minyak dan gas, Red).
Cadangan migasnya sangat besar,’ katanya.

Namun, sumur di Libya banyak yang dalam kondisi telantar sehingga butuh
biaya tambahan untuk memperbaiki kondisinya. Saat ini Libya menawarkan 14
blok migas untuk dieksplorasi. Sebanyak sepuluh blok ada di darat, sedangkan
empat blok ada di lepas pantai. Dalam hal ini Medco mengincar blok migas
yang terletak di darat. ‘Karena kami lebih berpengalaman dalam eksplorasi
di darat,’ kata Rashid.

Meski demikian, menurut dia, kalau ada partner yang mengajak untuk berpatungan
menggarap blok migas lepas pantai, Medco tidak keberatan. ‘Saat ini kami telah
mengirim satu tim ke Libya,’ katanya.

Rashid juga menjelaskan, Medco baru saja menandatangani perjanjian kerja
sama eksplorasi dengan Anadarko Petroleum Corporation, perusahaan eksplorasi
dan produksi minyak dan gas independen yang berkantor pusat di Houston, Texas,
AS.

Perjanjian ini ditujukan untuk memacu kegiatan-kegiatan eksplorasi di hampir
seluruh wilayah kerja MedcoEnergi di Indonesia dengan luas kurang lebih 31,565
kilometer persegi di blok darat maupun lepas pantai yang berlokasi di Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua.

Perjanjian berjangka tiga tahun ini akan berlaku efektif setelah seluruh
syarat terpenuhi oleh kedua belah pihak, atau selambatnya 12 Agustus 2005.

Dalam waktu tiga tahun, Medco Energi dan Anadarko akan mengembangkan program
eksplorasi yang mencakup Seismic, Geological & Geophysical, dan Exploration
Drilling, di mana seluruh biaya 80 juta dollar AS akan ditanggung Anadarko.
Jika dalam eksplorasi tersebut ditemukan sumur migas baru, MedcoEnergi berhak
atas hak ekonomis sebesar 60 persen dan Anadarko mendapatkan sampai 40 persen.

Menurut Rashid, saat ini blok migas yang ada di Indonesia tergolong matang,
di mana sudah sulit ditemukan cadangan minyak. Dari 10 eksplorasi yang dilakukan,
paling ditemukan satu atau dua cadangan minyak saja. Padahal, satu kegiatan
eksplorasi bisa menghabiskan jutaan dollar AS.

‘Jadi, sekali tidak ditemukan minyak, jutaan dollar akan lenyap begitu saja.
Nah, Anadarko ini membeli semua risiko itu. Ini kesempatan langka yang diinginkan
semua perusahaan tambang di Indonesia,’ katanya.

Source : www.kompas.com