Bantuan fasilitas pembiayaan impor gas alam cair untuk PT Pupuk Iskandar Muda dan impor minyak mentah bagi Pertamina yang masing masing senilai 50 juta dollar AS dari Bank Pembangunan Islam (IDB) sampai saat ini belum dimanfaatkan. Padahal, kerangka kerja sama fasilitas itu sudah ditandatangani sejak Januari 2005.

Bantuan fasilitas pembiayaan impor gas alam cair untuk
PT Pupuk Iskandar Muda dan impor minyak mentah bagi Pertamina yang masing
masing senilai 50 juta dollar AS dari Bank Pembangunan Islam (IDB) sampai
saat ini belum dimanfaatkan. Padahal, kerangka kerja sama fasilitas itu sudah
ditandatangani sejak Januari 2005.

Demikian diungkapkan Analis Pembiayaan Perdagangan IDB untuk Asia Tenggara
Farouk Abdullah Alwyni, yang didampingi Ketua Pencairan Pembiayaan Perdagangan
IDB Ayub Ahmed Khan, seusai bertemu Wapres Muhammad Jusuf Kalla di Istana
Wapres, Jakarta, Kamis (28/7). Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua MPR Aksa
Machmud dan anggota DPR dari Fraksi PKS, Tamsil Linrung.

Menurut Farouk Abdullah, apabila fasilitas tersebut belum juga dimanfaatkan
pemerintah Indonesia, dikhawatirkan IDB tidak dapat menyetujui fasilitas lainnya
yang diajukan. Fasilitas itu antara lain pembiayaan untuk kredit usaha kecil
dan menengah yang diajukan Bank Syariah Mandiri dan Bank Danamon.

Padahal, negara lain tidak dapat fasilitas tersebut. Fasilitas itu diberikan
dalam kaitan paket IDB untuk penanggulangan bencana akibat tsunami. Kedatangan
kami adalah mengimbau agar pemerintah segera memanfaatkan fasilitas itu. Kami
sampaikan ke Wapres agar diperhatikan dan ada kepastian. Kami juga bertemu
Menteri Keuangan dan Bappenas, katanya.

Menurut Tamsil, dalam pertemuan itu Wapres menjanjikan akan menindaklanjutinya
dengan PIM, Pertamina, dan departemen lainnya.

Source : www.kompas.com