Menurut Ketua DPRD Bojonegoro, Tamam Syaifudin pengelolaan akan dilakukan terhitung 90 hari setelah penandatanganan kontrak.

PT Surya Energi Raya (SER) akan mulai mengelola Blok
Cepu 25 September mendatang. Menurut Ketua DPRD Bojonegoro, Tamam Syaifudin
pengelolaan akan dilakukan terhitung 90 hari setelah penandatanganan kontrak.
‘Jatuhnya nanti tanggal 25 September dan akan ada MoU-nya,’ujar Tamam. Namun
baru sebatas persiapan-persiapan administratif.

Menurut Tamam, sesuai dengan ketetapan Undang-undang untuk bagi hasil ditetapkan
sebesar 85 persen untuk pihak Pertamina dan Exxon sedangkan sebesar 15 persen
akan diperuntukkan bagi Propinsi Jawa Timur, daerah penghasil dan sekitar
daerah penghasil.

Sedangkan PT Surya Energi Raya, menurut Tamam, nantinya khusus mengelola
dana partisipasi sebesar 10 persen dengan investasi sebesar Rp 24 triliun.
‘Keuntungan untuk PT SER nantinya akan disesuaikan dengan hasil yang didapat
dan resiko sepenuhnya ditanggung oleh PT SER,’katanya.

Dalam pengelolaan nantinya PT SER akan bermitra dengan BUMD PT Asri Dharma
Sejahtera. Terkait kerjasama antara PT SER dengan Kabupaten Bojonegoro, Bupati
Bojonegoro HM Santoso menyatakan bahwa secara garis besar sudah ada penandatanganan
kerjasama. ‘Namun baru secara global sedangkan untuk detailnya belum ada karena
butuh waktu 3 bulan untuk head of agreement,’ujarnya.

Alasan memilih PT Surya Energi, menurut Santoso, karena perusahaan itu mampu
memenuhi persyaratan. ‘Antara lain, memiliki pengalaman, dan juga kemampuan
finansialnya,’
katanya. Keuntungannya, Kabupaten Bojonegoro akan mendapat dana perimbangan,
karena ikut penyertaan modal.

Source : www.tempointeraktif.com