Pemerintah Denmark mengeluarkan dana US$ 160 juta guna membantu program pengurangan emisi gas karbondioksida (CO2) dunia, termasuk di Indonesia.

Pemerintah Denmark mengeluarkan dana US$ 160 juta guna
membantu program pengurangan emisi gas karbondioksida (CO2) dunia, termasuk
di Indonesia. Pasalnya industri migas Indonesia berpotensi menghasilkan emisi
gas karbon hingga 20 juta ton Bantuan ini sekaligus membantu pemerintah Denmark
untuk memenuhi kuota gas buangan dalam Protokol Kyoto yang diikuti oleh lebih
dari 100 negara. Mekanisme ini biasa disebut CDM atau clean development mechanism.

Selain industri migas, industri lainnya yang berpotensi menghasilkan emisi
gas tersebut, antara lain industri semen, pulp dan kertas, besi, minyak kelapa
sawit, dan listrik.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia Geert Andersen mengakui, berdasarkan
Protokol Kyoto, Denmark diwajibkan menurunkan emisinya sampai pada tingkat
21% di bawah tingkat emisinya tahun 1990.

Nantinya, Denmark dan Indonesia mendirikan Danish CDM Project Development
Facility di Indonesia. Fasilitas ini akan menyiapkan sejumlah proyek yang
berpotensi untuk didaftarkan menjadi proyek CDM serta perdagangan sertifikat
penurunan emisi (CER/certified emission reduction).

Source : www.miningindo.com