Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana menekan pengunaan pembangkit listrik berbahan bakar minyak (BBM) hingga delapan persen tahun 2007 nanti.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana menekan pengunaan
pembangkit listrik berbahan bakar minyak (BBM) hingga delapan persen tahun
2007 nanti. ‘Tahun ini, yang menggunakan minyak masih sebanyak 30 persen,’
kata Direktur Utama PLN, Eddie Widiono, kepada wartawan di Jakarta, Senin
(1/8).

Penngunaan pembangkit tenaga gas, ujar Eddie, juga akan ditingkatkan 13
persen menjadi 32 persen. Begitu juga pembangkit yang mengguankan tenaga
air, akan ditingkatkan dari semula hanya enam persen menjadi sembilan persen.
Sementara, penggunaan tenaga panas bumi akan dipertahankan sebesar lima persen.

Selain itu, PLN juga akan meningkatkan penggunaan batu bara sebagai pembangkit
listrik, dari semula 40 persen, menjadi 45 persen tahun 2007 nanti. PLN, katanya,
kini telah mulai mengganti pembangkit listrik di luar Jawa dan Bali, yang
semula tenaga diesel, menjadi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan
bahan bakar batu bara.

Di lain kesempatan, ketua Indonesian Mining Association (IMA) yang baru,
Jeffrey Mulyono, menyatakan akan meningkatkan produk batu bara dari 155 juta
ton menjadi 170 juta ton tahun 2006 nanti.

Source : www.tempointeraktif.com